Cempaka and Dimas: A Wedding that ‘Feels Like Home’ at Plataran Menteng

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Cempaka and Dimas: A Wedding that ‘Feels Like Home’ at Plataran Menteng

Style Guide

Style

International

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Plataran Menteng

Event Styling & Decor H2Design.co

Photography Unnlimited Motion

Beauty Preparation Jasminelishava

Hair Do Jasminelishava

Hair Do Hias Rias

Bride's Attire Resepsi by Dewangga

Groom's Attire Resepsi by A&E Tailor

Invitation PoLA Artistry / Invitation

Wedding Organizer Lalaland Organizer

Wedding Shoes Lacies Shoes

Jewellery & Accessories Hairpiece by From Tiny Islands

Jewellery & Accessories Kar Jewellery

Wedding Entertainment Weltevreden Trio

Others Wedding Ring by Clarissa Kwok

Others Bow Tie by WIT Wear It Too

Perkenalan Cempaka dengan Dimas berawal dari sebuah Design Studio tempat mereka bekerja. Kala itu Cempaka baru saja diterima bekerja di Desain Studio tersebut, dimana posisi yang baru ia tempati  merupakan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Dimas. Setelah mulai bekerja, Cempaka diberikan akses untuk menggunakan komputer yang sebelumnya digunakan oleh Dimas. “Tidak pernah terpikir juga sebelumnya tentang siapa orang yang menggunakan komputer itu sebelum saya, tapi yang menarik buat saya adalah koleksi musik yang ada di dalam komputer tersebut. Sempat berpikir ‘Boleh juga nih koleksinya,’ dan saya juga sempat meng-copy beberapa lagu untuk menjadi koleksi pribadi saya, hehe..,” ujarnya.

Kebetulan, Design Studio tempatnya bekerja tidak terlalu besar dan hubungan antar karyawan disana sangat kekeluargaan, termasuk juga dengan para alumni dari Design Studio tersebut. Para alumni masih rutin berkunjung ke Studio untuk sekedar mampir atau bertemu dengan para karyawan disana. Cempaka baru berkenalan langsung dengan Dimas saat Dimas sedang datang ke studio dan perkenalan itu pun hanya sebatas perkenalan singkat, dan memang saat itu mereka berdua masih memiliki pasangan masing-masing.

Beberapa tahun berjalan, kantor Cempaka lalu mengadakan acara outing ke Bandung yang juga mengundang para alumni untuk ikut serta, termasuk Dimas. Sepulang dari outing tanpa sadar jaket Cempaka tertinggal di mobil Dimas, dan beberapa hari setelahnya Cempaka menerima WhatsApp dari Dimas yang memberitahu kalau jaket Cempaka tertinggal di mobilnya. Berkat WhatsApp itu lah Cempaka dan Dimas akhirnya jadi sering ngobrol sampai bertukar playlist musik. Kebetulan, saat itu mereka juga sama-sama sudah berstatus single. Sebagai sesama pecinta musik, mereka bahkan sampai menciptakan game pertukaran playlist musik yang mereka namakan “Playlist Attack.”

Kesamaan mereka yang sama-sama menyukai musik akhirnya membuat hubungan mereka semakin dekat. Mereka juga seringkali pergi ke tempat-tempat yang tak terduga secara spontan seperti menonton konser musik klasik, berkendara di jalan tol tanpa tujuan hanya sekedar untuk ngobrol dan bertukar cerita, sampai hunting sungai di alam terbuka, mulai dari di Jakarta sampai area di sekitarnya. “Hal-hal seperti ini yang mungkin pada akhirnya membuat hubungan kami semakin dekat dan bukan hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya. Mungkin itu yang membuat kami merasa nyaman dan akhirnya memutuskan untuk menikah, we’re planned to be surprised!,” cerita Cempaka semangat.

Cempaka mengaku baik dirinya mapun Dimas bukan tipe orang yang romantis. Mereka cenderung memilih hal-hal yang bersifat natural, spontan dan berjalan alami saja. Tidak ada sweet proposal atau semacamnya seperti layaknya scene di film-film, walaupun Cempaka sempat cerita kalau Dimas sebenarnya adalah penggemar film-film yang dibintangi oleh Meg Ryan, yang sebagian besar adalah film ber-genre drama romantis.

Dalam merencanakan acara pernikahan, Cempaka dan Dimas sama-sama menginginkan acara pernikahan yang intimate tanpa harus berdiri berlama-lama di pelaminan. Jadi mereka membuat konsep acara pernikahan dimana mereka bisa berbaur dengan para tamu yang datang sambil berfoto dan bernyanyi bersama. “Konsep pernikahan kami bisa dibilang konsep yang ‘Feels Like Home.’ We don’t even have a pre-wedding photo session. We prefer to collect our photos with friends, family and our lovely cats that have always been there for us. All of them are our treasure that we want to cherish them on our special day,” kenang Cempaka.

Plataran Menteng dipilih sebagai venue acara pernikahan karena Cempaka dan Dimas sudah jatuh cinta dengan tempatnya. Plataran Menteng sudah memiliki desain dan dekorasi yang cantik tanpa harus menambahkan terlalu banyak dekorasi. Plataran Menteng juga memiliki ‘feel’ layaknya rumah yang memberi kesan nyaman. Setiap ruangan di lantai satu sampai dengan lantai tiga di-desain dengan sangat cantik, tidak berlebihan dan sangat pas untuk acara pernikahan berkonsep intimate.

Plataran Menteng juga memiliki rooftop yang sangat cantik. “We couldn’t ask for anything better than this. It feels so warm and we love it so much!,” ujar Cempaka.

Sejak awal Cempaka dan Dimas memang tidak menginginkan konsep pernikahan di gedung yang luas dan mewah. Mereka lebih mementingkan kenyamanan dimana mereka bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga, tamu undangan dan orang-orang terdekat. Makanan yang disajikan oleh Plataran menteng juga sangat memuaskan karena setelah beberapa kali test food sebelum acara, mereka selalu puas dengan rasa makanannya, ditambah pelayanan yang sangat profesional dan sangat membantu Cempaka dan Dimas yang mengaku masih clueless dalam hal persiapan acara pernikahan.

Untuk dekorasi tambahan, Cempaka menambahkan beberapa bunga warna warni yang disusun secara random namun tetap cantik di setiap meja. “We want to embrace the celebration by the color combination of the flowers,” ujar Cempaka. Sedangkan untuk busana yang dikenakan saat acara, Cempaka memilih warna putih untuk prosesi akad nikah dan warna pastel untuk acara resepsi. Untuk acara resepsi Cempaka mengenakan busana berwarna peach sedangkan Dimas mengenakan busana berwarna abu-abu yang lembut. Dress yang dikenakan oleh Cempaka memiliki ilustrasi bunga yang dirancang sendiri olehnya dan diwujudkan dalam bentuk hand embroidery cantik oleh vendor Dewangga. Sejak awal Cempaka sudah jatuh cinta pada karya-karya Dewangga. Dewangga berhasil mengkombinasikan bahan, desain, bordir dan keseluruhan desain pada pakaian yang dikenakan Cempaka dengan sangat baik. Menurut Cempaka Dewangga juga sangat dapat diandalkan dan semua pekerjaan selalu diselesaikan dengan on time.

Busana yang dikenakan Dimas dibuat oleh A & E Tailor. Adit dari A & E Tailor sangat teliti dalam bekerja dan seringkali memberikan masukan yang bermanfaat. Mulai dari pemilihan bahan, proses fitting sampai detail lainnya, A & E sangat membantu dan hasilnya pun sangat memuaskan. Suit yang dikenakan Dimas berhasil dibuat menyesuaikan bentuk tubuh dan sangat nyaman dikenakan.

Acara pernikahan Cempaka dan Dimas tentunya juga tidak lepas dari tantangan. Menurut Cempaka tantangan bisa datang dari beberapa faktor. Bisa dari keluarga, kondisi ekonomi, maupun proses kordinasi dengan vendor. Namun yang harus diperhatikan menurut Cempaka adalah bagaimana caranya untuk tetap tenang menyikap tantangan tersebut. Apabila keadaan mulai agak ‘chaos’ Cempaka dan Dimas selalu berupaya untuk tetap tenang dan relax karena yang terpenting dari acara ini adalah mereka berdua. Faktor lainnya hanya merupakan bumbu yang bisa memperbaiki atau justru memperburuk keadaan. Menurutnya tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah menyaring apa yang perlu didengar dan tidak perlu didengar, jangan mudah terbawa masukan-masukan dari banyak orang, dan tetap maju terus dengan rencana yang telah dibuat.

Top 3 vendor pilihan Cempaka:

  1. Jasminelishava:  “Jasmine menurut saya memiliki taste yang sangat bagus. Jasmine juga bekerja sangat cepat dan the result was amazing. Saat itu keadaan kulit saya tidak terlalu bagus karena sedikit kelelahan dan stress menjelang pernikahan. Tapi itu bukan masalah untuk Jasmine, the make up was so flawless. I feel comfortable in my own skin, she was definitely successful in making me feel confident on my special day.”
  2. Dewangga: “Laras was so reliable. She’s very talented and really knows what we want. Two thumbs up for her!”
  3. A&E Tailor: “Adit sangat menguasai bidangnya. Dia sangat detail sekali. Pilihan bahannya pun banyak. Adit juga memberikan banyak informasi yang bermanfaat bagi kami untuk memutuskan desain dan material yang tepat untuk groom sesuai dengan bentuk tubuhnya. Hasilnya pun sangat nyaman dikenakan.”

Cempaka juga memberikan tips buat kamu yang sedang mempersiapkan acara pernikahan. Yuk simak tipsnya!

 Make sure he’s the one before you agree to do this “forever” thing. Go far as you can, do things you want to do. Before you said yes, make sure you met a person who can be your best friend. A person who will not stop you from reaching your dreams. Be with the one who has a passion so he can always inspire you. A good sense of humor is a plus and a must! So you can grow old together with laughter and happiness. Don’t take too much distraction from everyone else. You’re taking control of your own life, be sure you make the right decision. And the most important thing is, never settle for less.