Chic and Elegant Wedding at Teuku Umar Mansion

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Teuku Umar Mansion

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Photography Katanika.id

Bride's Attire Teeas Rubismo

Make Up Artist Judith Nizar

Wedding Reception

Bride's Attire Dina Vahada

Make Up Artist Bubah Alfian

Catering Al's Catering

Wedding Organizer Natali Djody Wedding

Wedding Entertainment The Oscar's Music Entertainment

“It’s true when they say there is a thin line between hate and love,” ungkap Karin ketika mengawali percakapan dengan tim The Bride Dept. Ya, awal perjalanan percintaan Karin dan Annaz tidak berlangsung dengan indah. Ternyata Karin sangat tidak menyukai Annaz ketika pertama kali bertemu karena alasan tertentu. Tapi ternyata, dasar takdir, mereka bertemu lagi pada bulan Oktober 2012 dan bertukar PIN BBM. Tanpa diduga mereka merasa klop dan memutuskan untuk berpacaran. Karin mengaku bahwa hubungan dia dan Annaz selama 3 tahun itu memang sedikit berbeda dengan pasangan-pasangan lainnya karena mereka menjalaninya seperti sahabat.

Pada satu kesempatan, Annaz tiba-tiba mengutarakan niatnya untuk mengadakan di Bali kepada orang tua Karin. Tetapi sayangnya ide tersebut ditolak mentah-mentah karena orang tua Karin menginginkan resepsi yang kental dengan nuansa adat Jawa. Long story short, mereka memutuskan untuk melakukan acara lamaran pada ulang tahun Karin di tanggal 22 Desember.

On December 21st before midnight, he asked me to go out to celebrate my birthday but I was so beat and I said, “udahlah aku capek, besok lamaran juga.” Jadi Annaz memutuskan untuk mengantarkan aku pulang. Sebelum aku beranjak tidur, tiba-tiba Annaz mengeluarkan cincin dan menanyakan kesediaan aku untuk menjadi istrinya. I was seriously surprised and I said yes immediately!” Bagi Karin, lamaran tersebut sangatlah romantis karena Annaz melamar di tempat favorit Karin, yaitu rumahnya sendiri.

Konsep pernikahan mereka adalah simple dan elegant wedding dengan sentuhan adat Jawa, sehingga Karin juga menjalani prosesi seperti siraman dan midodareni. Konsep ini juga diterapkan Karin dan Annaz ketika memilih venue pernikahan. Sejak awal mereka sudah mengeliminasi hotel karena ia memang menginginkan pernikahan yang kecil. Selain itu, ia juga menginginkan venue yang bisa memberikan nuansa klasik dan Parisian. Teuku Umar Mansion adalah salah satu venue yang bisa mengakomodir keinginannya ini. Keputusannya juga didukung oleh semua pihak.

Dalam pemilihan busana yang dikenakan, mereka sengaja memadukan antara busana tradisional dan internasional. Annaz mengenakan double-breasted suit tuxedo vest, sementara Karin mengenakan kebaya dan riasan ala Jawa.

Untuk resepsi di malam harinya, Karin memutuskan untuk mengenakan wedding dress. Jika biasanya banyak pengantin memilih untuk mengenakan wedding dress yang bewarna putih bersih, maka tidak untuk Karin. Ia sengaja memilih warna broken white dengan design yang simple, sesuai dengan kepribadiannya.

“Proses brainstorming ini juga sangat lucu karena ketika aku mengutarakan apa yang ada di pikiranku, saudara-saudaraku malah marah-marah. Mereka merasa dress yang aku pikirkan terlalu simple untuk sebuah pesta pernikahan dan tidak ada cocok dengan venue. Untungnya Dina Vahada, designer-ku, bisa mengerti apa yang aku inginkan. Satu kali sketsa dan semuanya langsung setuju dengan gambar tersebut. I think a good designer is someone who can read your personality and able to translate that into sketches and Dina Vahada is the one for me.

Karin sangatlah puas dengan hari pernikahannya karena semuanya seperti yang ia impikan. Setiap momen sangat berkesan, khususnya momen di mana ia memasuki ruangan pernikahan dan juga small chamber orchestra yang membuat suasana menjadi lebih romantis. Baginya, pernikahan yang kecil dan intim sangatlah berarti karena ia mengenal setiap tamu yang datang dan suasana juga menjadi sangat akrab.

Top 3 vendors pilihan Karin

  • Natali Djody

“Honestly karena dia adalah sepupu aku, tetapi dia sendiri memang memiliki reputasi yang baik sebagai seorang WO. Kami cuma melakukan meeting sebanyak 2 kali tetapi ia bisa mewujudkan apa yang ada di kepala aku. Aku sendiri menginginkan wedding yang simple tetapi juga elegan tetapi sebenarnya itu lebih susah karena membuat sesuatu yang simple menjadi elegant itu memang tricky. Team dari Natali sangatlah helpful dan organized.”.

  • Al’s Catering

“Menu mereka sangatlah unik dan tidak biasa. Mereka berhasil menyajikan menu lokal dan international dan semua tamu sangat suka dengan makanannya, apalagi dari teman-teman orang tua kita. Presentasi penyajikannya juga sangat cantik dan bisa menyesuaikan dengan venue.

  • Bubah Alfian

“Aku memang beberapa kali pernah bekerja dengan Bubah, tetapi untuk client-client aku. Aku juga sering mendengar review yang bagus mengenai Bubah, khususnya kepribadiannya yang luar biasa dan itu membuat aku mau dirias oleh Bubah. Hasilnya? Aku sangat puas karena Bubah benar-benar makeup artist yang bisa membaca wajah kamu dan menonjolkan kelebihan wajah seseorang.”

Tips dari Karin untuk pembaca The Bride Dept:

  • Drama dalam persiapan pernikahan adalah wajar maka jangan terlalu dipikirkan. Yang terpenting adalah kamu dan pasanganmu.
  • Dalam mengalokasikan budget, kamu harus bijaksana. Aku memang save di wedding dress dan undangan. Wedding dress memang sangatlah penting di hari bahagiamu tetapi harus diingat kamu hanya mengenakannya sekali dalam seumur hidup, so don’t overspend! Untuk undangan, be as simple as possible because please remember every time you receive a wedding invitation from friends , what do you do? Do you collect them? I doubt it kan hahaha…
  • But again, it’s all coming back to the person, if you think money is not a problem. It means you can splurge on everything! Me and Annaz always believe that journey after the wedding is the most important. So it’s better to SPLURGE ON HONEYMOON! Hahaha.
×