Pernikahan Romantis Santy dan Roni di Jakarta

By Valeska on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Hotel Mandarin Oriental Jakarta

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Photography Merwin Photography

Videography Axioo

Bride's Attire Yefta Gunawan

Make Up Artist Andychun Makeup

Wedding Cake Le Novelle

Jewellery & Accessories Rinaldy A. Yunardi

Groom's Attire Brutus

Wedding Entertainment Stairway Music Ensemble

Wedding Organizer Private Wedding Organizer

 He is literally the answer to my prayer,” demikian Santy membuka cerita mengenai pertemuannya dengan Roni yang terjadi di Singapura pada tahun 2009. Santy yang saat itu masih menyelesaikan jenjang pendidikannya selalu berdoa untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan jodohnya. Pernikahan romantis yang mereka selenggarakan sangatlah sempurna walaupun dipersiapkan dari jarak jauh. Yuk, simak kisah mereka!

Ketika akhirnya bertemu dengan Roni, Santy tidak menyadari bahwa sebelumnya mereka sudah berteman melalui Facebook. Such a sweet serendipity, isn’t it? Kisah mereka pun berlanjut tanpa melalui proses pendekatan yang terlalu lama, karena keduanya memiliki chemistry yang kuat. Dengan Roni, Santy merasa sangat nyaman. Roni pun sedari awal meyakini bahwa Santy adalah jodohnya.

Setelah 4,5 tahun berpacaran, Roni melamar Santy di restoran tempat mereka nge-date untuk pertama kalinya. Roni mengawali pembicaraan dengan mengenang masa pacaran mereka dan rencana masa depan bersama sebelum akhirnya got on his knees and popped the question. Santy was in total shock. “Aku sama sekali ngga menyangka. Of course I said yes happily, but I was also in tears,” ujar Santy.

Walaupun keduanya berdomisili di Singapura, mereka memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan di Jakarta demi kenyamanan keluarga dan kerabat mereka yang berdomisili di Pontianak dan Medan. Tanpa banyak mencari inspirasi melalui internet, Santy mempertimbangkan dan memikirkan sendiri konsep resepsi pernikahannya sebelum akhirnya memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan yang intimate dan mengusung konsep yang classic juga classy.

Menurut Santy, ia dan Roni mempersiapkan pernikahan hanya dalam 6 bulan. Tantangan terbesar yang Santy rasakan adalah jarak, mengingat domisilinya di Singapura, sedangkan resepsi pernikahan bertempat di Jakarta. Mengorganisir pernikahan dari jarak jauh sama sekali tidak mudah baginya. Santy yang rutin berkunjung ke Jakarta untuk mengurus pernikahannya pun menjadi mudah sakit akibat kelelahan dan stres. Selain itu, Santy juga menghadapi tantangan untuk dapat bersikap netral dalam mengambil keputusan yang adil terkait kedua keluarga dalam pernikahannya.

Santy bahkan mengakui dirinya dapat digolongkan sebagai bridezilla. “Aku pulang ke Jakarta for good hanya 2 bulan sebelum menikah. Jadi, aku punya waktu untuk properly plan the whole wedding hanya 2 bulan. Mengurus pernikahan dari jarak jauh itu beda banget dengan mengurus langsung. I was unsure about everything. Aku bahkan berkonsultasi dengan 10-15 vendor, padahal brides-to-be rata-rata berkonsultasi dengan 3 vendor saja haha,” kenang Santy. Santy juga mengatakan bahwa menjadi bridezilla memberikan dampak positif bagi dirinya, antara lain adalah ia belajar untuk mempertahankan pendapatnya sendiri. “I learned how to stand up for myself and not get swayed by others,” tambah Santy.

Wedding dress yang dipakai oleh Santy dibuat oleh the very talented Yefta Gunawan. Santy memiliki berbagai specific details yang harus ada pada wedding dress-nya dan Yefta Gunawan mampu mengakomodir keinginan Santy tersebut.

I come from a very conservative Chinese family dan kami percaya bahwa pengantin perempuan tidak diperkenankan untuk mengganti ataupun membuka wedding dress yang dipakainya selama hari pernikahan, sedangkan aku menginginkan 4 different looks untuk 4 kegiatan dalam rangkaian acara pernikahanku,” jelas Santy.

Kreativitas Yefta Gunawan yang tinggi berhasil memenuhi keinginan Santy dengan menjadikan tube dress with mermaid silhouette yang simple sebagai main wedding dress. Saat upacara teh, tube dress tersebut ditambahkan long sleeves dan kerah Mandarin. Kerah Mandarin yang dijahit on the spot tersebut kemudian dilepas saat pemberkatan di gereja. Untuk resepsi pernikahan, long sleeves pun dilepas dan Yefta Gunawan menambahkan big skirt yang dibuat overlap dengan main wedding dress.

Dengan demikian, Santy memiliki 4 different looks untuk penjemputan pengantin, upacara teh, pemberkatan, serta resepsi pernikahan. Isn’t Yefta Gunawan amazing? “Yefta Gunawan was willing to listen to me and to make what I wanted came true,” puji Santy yang sangat puas dengan karya Yefta Gunawan dan merasa sangat berterima kasih karena bisa bekerja sama dengan Yefta Gunawan.

Saat ditanya mengenai hal yang paling memorable mengenai pernikahannya, Santy menjawab bahwa ia merasa sangat terharu saat ayahnya berjalan mendampinginya menuju altar. Santy pun menjelaskan bahwa ayahnya bukan penganut Katholik, sehingga kesediaan ayahnya untuk berjalan mendampinginya memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Santy. Tidak hanya itu, raut wajah ayahnya yang penuh dengan kebanggaan saat berjalan mendampinginya juga membuat Santy merasa sangat bersyukur.

Bagi kamu yang tengah mempersiapkan pernikahannya, Santy memiliki banyak tips yang ingin ia share:

  1. Be yourself by making decisions that reflect you and your partner.
  2. Know your priority. Ingatlah baik-bahwa bahwa your wedding is a sacred union between you and your partner.
  3. Don’t rush things, because the more you give it a thought, the clearer your judgment will be.
  4. Never regret the decisions that you already make. Yakini saja bahwa everything happens for a good reason.
  5. You may set your standard high but you have to keep your expectations low, karena kamu akan bekerja sama dengan banyak pihak yang bisa melakukan kesalahan atau kelalaian. Maklumi saja, namanya juga manusia 🙂
  6. Don’t take things too personally. Banyaknya pihak yang terlibat dalam persiapan pernikahan kamu juga berarti ada banyak karakter yang berbeda-beda. Kamu akan berhadapan dengan berbagai situasi. Some will not be pleasant but don’t let them affect you.
  7. Never question your relationship with your partner. Mengalami pertengkaran saat mempersiapkan pernikahan itu wajar. Take it as a practice untuk menghadapi kehidupan sesudah pernikahan.
  8. Do not scrutinize anything on your wedding day. Pasang mind-set kamu bahwa this is your once-in-a-lifetime moment. You have to be excited about it. You have to be happy about it. Embrace every good thing that happens and just enjoy every single moment!

 

×