Pernikahan Adat Sunda Bertema Classic White

By Friska R. on under The Wedding

The Bride Dept pernikahan sunda jawa Denissa Sadikin Ivan nita kabul

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Kreasi Indo Tent - Tenda

Photography Fotologue Photo

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Nita Kabul

Catering Akasya Catering

Wedding Entertainment Deo Entertainment

Wedding Organizer Rina Gunawan

Wedding Reception

Venue Birawa at Bidakara Hotel

Event Styling & Decor Rumah Kampung Decor

Photography Fotologue Photo

Bride's Attire Tari Donolobo

Make Up Artist Tari Donolobo (Paes)

Wedding Entertainment Deo Entertainment

Wedding Organizer Rina Gunawan

Kisah cinta antara Denissa dan Ivan berawal ketika keduanya masih berkuliah di Sydney, Australia. Pada saat itu mereka berkenal di acara buka puasa bersama yang diadakan di Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia. Keduanya pun semakin dekat ketika sering bertemu di library kampus UNSW, tempat di mana mereka berkuliah. Mereka mengadakan pernikahan adat Sunda dengan nuansa warna classic white. Yuk, simak kisah mereka selengkapnya!

Setelah berpacaran selama 2 tahun 2 bulan, Ivan pun memberikan sebuah surprise untuk melamar Denissa. Untuk menyukseskan acara ini, Ivan pun bekerja sama dengan keluarga Denissa.

“Aku diajak keluar oleh keluargaku pada sore itu. Pas pulang, sekitar jam 8, aku melihat ada merah-merah menyala di kebunku dan aku pikir itu kebakaran! Ternyata pas aku cek lagi, di sana sudah ada lilin dan taburan bunga yang membentuk pathway seperti landasan pesawat. Di tengahnya ada susunan lilin berbentuk hati dan di dalamnya sudah ada Ivan yang memainkan saxophone dengan lagu janji suci. Aku berjalan ke arah Ivan dan beberapa teman mengabadikan momen tersebut. Sesampainya di ujung, ia pun melamarku dengan memasangkan cincin ke jari manisku.”

Denissa mengaku ia membutuhkan waktu sekitar 5 bulan dalam persiapan pernikahan ini. Konsep untuk acara akad nikah dan resepsi pernikahan mereka adalah dedaunan. Pada akad nikah, ia memilih sesuatu yang simple dengan nuansa Sunda. Pelaminannya didekor menyerupai rumah Sunda klasik dengan hiasan pohon bambu, sedangkan untuk foyer dipenuhi oleh dedaunan dan bunga-bunga. Inspirasi akad nikah ini ia peroleh dari diskusi antara mereka berdua dan Fradhea dari Airy Designs.

Sedangkan untuk acara resepsi, ia pun memilih konsep dedaunan yang rindang. Untuk warna yang mendominasi, Denissa pun memilih putih untuk akad dan merah untuk resepsi.

Dalam persiapan pernikahan ini, Denissa mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah menyatukan pikiran dan keinginan antara dirinya, Ivan, dan pihak keluarga. Tidak hanya itu, mereka juga masih harus berurusan dengan pekerjaan masing-masing yang memberi tantangan tidak kalah banyaknya.

Bagi Denissa, yang menjadi highlight dari pernikahannya ini adalah pada saat kru WO mengantarkan saxophone ke pelaminan secara tiba-tiba. Ternyata Ivan sudah mempersiapkan surprise lainnya yaitu memainkan saxophone dengan lagu Kamu Yang Kutunggu dan Just The Two of Us diiringi musik dari Deo.

Untuk top three vendors yang ia pilih adalah Airy Designs, Fotologue, dan Nita Kabul. Hal ini dikarenakan mereka sangatlah mudah ketika berdiskusi dan bertukar pikiran. Tidak hanya itu, team-team ini juga selalu memberikan masukan sehingga konsep yang Denissa dan Ivan tentukan sejak awal dapat dikembangkan menjadi lebih baik dan sesuai dengan keadaan. Mereka juga sangat cepat dan tanggap dalam pekerjaan.

Tips yang ingin Denissa share ke pembaca adalah untuk selalu memiliki timeline dan milestone di setiap aktifitas, terutama yang berkaitan dengan vendor. Selalu follow up untuk memastikan apa yang diinginkan sudah dikerjakan oleh parah vendor. Namun yang paling utama adalah memasrahkan segala urusan kepada Yang Maha Kuasa.