A Classy Wedding at Teuku Umar Mansion

By Ikke Dwi A on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Teuku Umar Mansion

Event Styling & Decor Sentra Bunga

Photography Reza Aditya Photography

Bride's Attire Faith Hope Love by Dhita

Make Up Artist Bubah Alfian

Jewellery & Accessories Mahkota Sriwijaya

Groom's Attire Laxmi Tailor

Catering Akasya Catering

Wedding Organizer Pasoetri WO

Wedding Entertainment DJ Tanzel

Teuku Umar Mansion bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin melangsungkan elegant wedding. Ruangan yang bernuansa klasik dan megah akan membuat kedua pengantin merasa seperti raja dan ratu sehari, seperti Yana dan Thezar. Venue yang tidak sengaja mereka temukan ini ternyata malah menjadikan hari pernikahan mereka sangat indah dan memorable.

Awal perkenalan Yana dan Thezar terjadi pada tahun 2012, saat mereka dijodohkan oleh Anty dan Fachri, dua sahabat mereka yang baru saja jadian. Saat itu, Yana yang belum pernah pacaran dipertemukan dengan Thezar melalui blind date yang disiapkan oleh Anty dan Fachri. Hasilnya? Hanya bertukar nomor telepon tanpa ada kelanjutan. Meskipun demikian, tanpa Yana sangka, Thezar mulai menghubunginya satu bulan kemudian. Sejak saat itu, mereka menjadi kian dekat hingga akhirnya berpacaran. Pada tahun kedua berpacaran, keduanya sepakat untuk membawa hubungan mereka ke tahap yang lebih serius.

 The Proposal

Agar orang tua masing-masing tidak kaget dengan rencana pernikahan mereka, Yana dan Thezar sepakat untuk menginformasikan orang tua mereka dengan apa yang mereka sebut ‘intro’. Kedua keluarga akhirnya bertemu dalam acara ulang tahun Thezar bulan Maret 2015 yang lalu. “Aku pikir Thezar akan mengutarakan niatnya pada papaku di sana, apalagi setelah melihat keluarga kita yang langsung bisa akrab,” kata Yana. Bisa kamu bayangkan, siapa yang tidak gugup saat melamar kekasih di depan keluarganya? Ya, inilah yang terjadi pada Thezar. Ia terlalu gugup hingga mukanya terlihat pucat dan tidak sanggup mengutarakan lamarannya. Akhirnya, sang ibundalah yang menggantikan Theza untuk melamar Yana. “Udahannya sih Thezar memberikan cincin di depan keluargaku, semacam menebus kesalahannya gitu hehehe,” kenang Yana.

Wedding Preparation

Menjalani persiapan pernikahan dalam waktu enam bulan ternyata cukup membuat Yana dan Thezar deg-degan, terutama karena pencarian venue yang cukup sulit. “Pada awalnya, aku dan Thezar fokus mencari gedung yang masih available pada bulan September 2015 dengan kapasitas setidaknya 1500 orang. Bulan September itu kan salah satu bulan favorit untuk mengadakan resepsi, jadinya kita terdaftar di waiting list,” jelas Yana. Untungnya, orang tua Yana mendapatkan informasi mengenai ketersediaan Teuku Umar Mansion pada bulan September.

Tantangan bagi Yana dan Thezar ternyata tidak berhenti di situ. Meskipun Teuku Umar Mansion tersedia untuk tanggal yang keduanya inginkan, kapasitas Teuku Umar Mansion hanya sepertiga dari jumlah tamu undangan Thezar dan Yana. Untungnya lagi, mereka bisa mengatasi masalah ini dengan membagi tamu undangan ke dalam tiga resepsi yang berbeda. “Akad nikah dan resepsi pertama untuk keluarga, kemudian resepsi kedua untuk kerabat orang tua, dan yang terakhir untuk kerabat aku dan Thezar.”

Adapun tantangan terbesar yang dihadapi Yana dan Thezar adalah telatnya pengiriman undangan yang mereka cetak di Yogyakarta. Bayangkan, mereka baru menerima undangan yang telah selesai dicetak hanya dua minggu sebelum hari H! “Kita kesulitan melakukan follow up, untung saja Pasoetri WO sangat profesional dan bisa membantu kita menyelesaikan masalah ini.”

Highlight of the Wedding

Pada awalnya, Yana dan Thezar berencana untuk mengadakan resepsi dengan adat Palembang saja, namun karena melihat karakter Teuku Umar Mansion yang sangat cantik dan cocok untuk resepsi bertema internasional, sehari sebelum melangsungkan pernikahan Yana dan Thezar sepakat untuk menjadikan resepsi yang ketiga bertema internasional. Untuk ketiga resepsi yang berbeda-beda itu, Yana menggunakan sunting yang berbeda agar kepalanya tidak terlalu terbebani. “Aku harus bolak-balik ke ruang rias sampai tiga kali, lho.”

Selain menggunakan tiga sunting yang berbeda untuk tiga resepsinya, momen yang juga sangat berkesan bagi Yana dan Thezar adalah saat melakukan first dance. Yana pun menambahkan, “Kita latihan hanya sepuluh menit sebelum entrance. Alhasil sepanjang dance, kita cuma berdoa supaya lagu pengiringnya cepat selesai. Malu banget, haha!”

Mermaid dress yang Yana kenakan pada resepsi malam hari merupakan karya Faith Hope Love by Dhita. Yana yang memang penyuka mermaid dress awalnya tidak tahu apakah dirinya cocok memakai mermaid dress atau tidak. “Waktu aku fitting pertama untuk kebaya, Dhita menyuruh aku mencoba mengenakan wedding dress yang ada di butiknya. Pilihanku langsung tertuju ke mermaid dress yang ada dan aku suka fit-nya di badanku! Akhirnya aku minta Dhita untuk membuatkan mermaid dress yang simple saja, tetapi timeless,” kisah Yana. What do you think, brides? Yana looks gorgeous in the dress, right?

Tips persiapan pernikahan dari Yana untuk pembaca The Bride Dept

1. Komunikasikan konsep pernikahan yang kamu dan calon suami inginkan dengan keluarga, karena kadang konsep pernikahan yang cenderung unik dan tidak biasa bisa jadi sulit diterima oleh keluarga. Kalau kamu menginginkan konsep pernikahan yang memungkinkan kamu untuk mingle dengan tamu sedangkan keluarga kamu menginginkan konsep pernikahan konvensional yang mengharuskan kamu untuk berdiri di pelaminan sepanjang acara, menggabungkan keduanya sangat mungkin, kok!

2. Tentukan skala prioritas kamu dari budget yang ada. Untuk pernikahanku, keluarga kami berdua mengutamakan kenyamanan para tamu undangan, sehingga pengeluaran utama kamu berkenaan dengan kenyamanan mereka. Untuk mengimbanginya, kami meminimalisir pengeluaran lain yang bukan prioritas.

Top 3 vendors pilihan Yana dan Thezar:

1. Pasoetri Wedding Organizer. Mereka membantu mengurangi stress dalam mempersiapkan pernikahan. Selain itu, kerja mereka cepat dan mereka orang-orang yang seru! Lucunya, karena aku dan Thezar seumuran dengan tim Pasoetri WO, jadinya kami masih saling kontak sampai sekarang.

2. Faith Hope Love by Dhita. A wedding dress in 2 weeks time? Seriously!

3. Reza Aditya Photography. Semua hasil fotonya ngga ada yang mengecewakan, bagus banget!

×