Colorful Engagement Party of Runny and Dhana

Style Guide

Color Dark Green

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Runny dan Dhana bisa saling mengenal karena diperkenalkan oleh salah seorang teman mereka. Mereka bertemu pertama kali di Pacific Place, Agustus 2015 lalu. “Jujur, itu pertama kalinya aku dikenalin sama cowok dan kita sama-sama tahu niatnya untuk jadi pacar. Hahaha. Nothing unique in the meeting. It was just his voice while answering a phone call.. that made me “bzzzt” in the stomach. Lumayan bikin naksir,” kisah Runny. Sebulan dekat, mereka pun langsung jadian.

Selama masa penjajakan tersebut, mereka memang telah sama-sama tahu tujuan dari hubungan tersebut. Runny memang menyampaikan bahwa dia ingin hubungan ini ke tahap yang serius, tetapi bukan berarti harus langsung ke jenjang pernikahan secepat mungkin. Tetapi harus dijalani secara serius dan tidak main-main lagi. Dhana pun menanggapinya dengan sebuah kalimat yang cukup membuat luluh, “Loh, bukannya sebuah hubungan harus seperti itu, ya?”

Hal itu dibuktikan Dhana selama mereka 2 tahun berpacaran. “Dhana has been a man of actions. Dia mau diajak berdiskusi, bekerja sama, dan selalu menjadi partner yang senang berkegiatan seru. Misalnya, nonton di bioskop dan nongkrong bareng. Aktivitas kayak camping, masak, olahraga aneh, bahkan clubbing juga kami lakukan berdua.”

Lamaran yang Mengejutkan

Hingga 17 Juni 2017, Dhana akhirnya melontarkan pertanyaan, “Will you marry me?” kepada Runny. “Yang bikin aku yakin sama Dhana adalah dia pria yang bisa diandalkan untuk mengayuh roda kehidupan berdua denganku, sekarang dan nanti. Kami sama-sama belajar, sama-sama berusaha, dan sama-sama membangun kehidupan,” ucap Runny.

Sebenarnya, momen lamaran itu tidak disangka-sangka oleh Runny. Karena Dhana diterima untuk kuliah di salah satu kampus di Belgia, mereka berdua sudah merencanakan lamaran secara formal. “Jadi, walaupun dari dulu aku sudah mendambakan lamaran yang “unyu-unyu” itu, aku langsung mengubah mindset 180 derajat. Aku nggak expect sama sekali mendapatkan pertanyaan seperti itu kayak orang-orang biasanya. Aku mengerti banget kalau persiapan lamaran dan sekolah saja udah mepet. Bahkan, Dhana juga udah ngomong, “Yang, aku nggak ada surprise-surprise-an. Langsung aja nanti acara ke rumah.”

Hingga suatu hari, teman-teman Dhana mengajak Runny untuk membuat surprise di Fat Shogun. Alasannya untuk merayakan keberhasilan Dhana diterima kuliah. Saat itu, Runny pun excited banget. Jadi, ia ikut heboh diem-diem berkoordinasi menyediakan balon.

Nah, saat ia dan Dhana sampai di Fat Shogun, Dhana tiba-tiba ditarik temannya yang sudah standby untuk dipakein blindflod. “Dhana waktu itu sok-sok kaget dan aku merasa puas banget karena Dhana nggak tahu. Aku sudah bawa kue, tapi pas mau masuk ke ruangan, ‘Surpriseeeee…’

“Ternyata, di sana sudah ada sahabat-sahabat Dhana dan sahabat-sahabatku. Ada confetti dan balon cincin yang besar serta balon bertuliskan Will You Marry Me. Dhana lalu bawa kue di piring, berlutut, dan bilang “Mau nggak menjadi istri aku?”

I was speechless. Antara haru, bahagia, dan kaget, sampai bingung harus apa karena mood-nya sebelumnya mau buat surprise ke Dhana. Eh, ternyata, kebalik,” kata Runny tertawa.

Kombinasi 3 Warna

Acara lamaran dipersiapkan secara singkat, kurang lebih sebulan. Saat itu, Dhana dan keluarganya sudah datang pagi-pagi sementara Runny sudah siap di lantai atas rumahnya bersama sahabat-sahabatnya. Namun, Runny mengaku bahwa momen yang tak terlupakan adalah pidatonya.

“Saat itu, Dhana bercerita bagaimana dia pertama kali kenal aku dan kenapa dia memilih aku. Dia bilang, aku partner yang selalu nyenengin, nggak ngebosenin. Beda dengan yang sebelum-sebelumnya (mantan-mantannya). Pas ini, semua keluarga ketawa ngakak. Aku juga membalas pidato Dhana dengan pengakuan kalau hubungan kita itu selalu berlandaskan “mutual giving” Kondisi di mana kita selalu fokus untuk memberi, bukan menuntut. Jadi, kedua pihak selalu saling membahagiakan satu sama lain.”

Pada hari-H, acara berlangsung lancar dengan dukungan para vendor, mulai dari dekorasi hingga pakaian. Untuk kebaya, Runny sebenarnya sudah menyiapkannya sejak lama. Kebetulan pada September 2016 lalu, sang Kakak menikah dan mereka sekeluarga menjahitkan kebaya ke Tante Vera (Vera Kebaya).

“Aku dan Mama bikin stok kebaya banyak banget. Percaya nggak percaya, the green kebaya I wore for this engagement adalah salah satu stok kebaya itu! Pas aku fitting tahun lalu, aku ngomong, “Fixed ini kebaya lamaran aku” Hahaha. Truly a love at first sight and my wish came true! Being able to wear the kebaya that I had been keeping for almost a year in an event I had been waiting for is such a blessing.”

Sementara itu, bunga-bunga cantik yang digunakan di dekorasi acara terinspirasi dari corak warna kain bawahan yang dikenakan Runny. “Pokoknya, pas tahu kita bakal lamaran soon dan memutuskan untuk pake kebaya hijau dan tenunnya, aku langsung memilih nuansa warna dekorasi (bunga dan tenda) percampuran hijau botol, oranye, dan magenta. Aku request supaya background fotonya penuh bunga dan daun. Bunganya didominasi warna oranye dan magenta. Jadi, pas banget kayak warna kainku. Kebetulan di tempat background foto juga ada air mancur batu di rumahku (aslinya kayak teras). Ajaibnya, si air mancur kayak hilang karena disulap penuhhhh dengan bunga.”

Top vendors yang direkomendasikan Runny adalah:

1. Stupa Caspea

“Stupa Caspea selalu menjadi andalan keluargaku. Bukan karena salah satu pemiliknya adalah tanteku, tetapi simply karena kualitas dan selera Stupa yang nggak ada duanya. Mulai dari pemilihan kursi, warna tenda, bunga, dan sebagainya. Semua selalu cocok dengan seleraku dan keluarga. Timnya juga keren banget. Pada weekend itu, Stupa mengerjakan beberapa wedding besar di tempat lain, tapi acaraku nggak luput dari perhatian mereka. Aku tuh awalnya cuma WA tanteku dan memberitahu ingin 3 warna yang tadi kusebut, memberi foto inspirasi, dan voila! The result is never disappointing.”

2. Vera Kebaya

“Aku sudah ketok palu jika Vera Kebaya adalah kebaya dengan pembentuk lekuk badan terbaik! Yang bikin aku senang adalah nama besar Tante Vera. She’s still very humble and easy to coordinate with. Walaupun Mama beli kebayaku tahun lalu, Tante Vera tetap mau kirim timnya ke rumahku hanya untuk pakein kebayaku. Pemakaian bustier dan kebaya memang nggak bisa sembarang tangan sih. Hands with magic only.”

3. Little Story Photo

“Ini adalah vendor yang pasti akan aku rekomendasikan. Walaupun baru pertama kali pake jasa mereka, aku suka banget kualitas foto yang dihasilkan dan tim yang super friendly. Selain itu, kecepatan pengiriman hasil foto juga aku acungin jempol sih. Baru H+1 aku sudah dikirimin beberapa hasil foto dan seminggu setelahnya aku sudah terima semua soft copy via flashdisk.”

4. Als Catering

“Als Catering juga pantes dapat tepuk tangan dariku. Semua tamu memuji makanannya, terutama es krim alpukatnya yang Oh My God, you can’t find such delicacy elsewhere.”

Nah, bagi para brides to be yang hendak mempersiapkan lamaran, Runny memberi tips, “Jaga kesehatan dan get enough beauty sleep. Kayaknya saran ini relevan untuk mempersiapkan rentetan acara pernikahan. Tapi, yang relevan dalam lamaran adalah tidak menyepelekan acara tersebut karena secara makna pun sama pentingnya. Walaupun durasi dan ukuran acara jauh lebih kecil dari resepsi nikah pada umumnya, lamaran adalah momen pertama ketika bride to be bertemu dan diperkenalkan ke seluruh keluarga besar groom. Jadi, yang namanya stamina, wajah cerah, dan senyum yang datang dari tubuh yang bugar itu super penting. H-1 aku nyalon seharian mulai dari creambath sampe menipedi. Terus, aku yang biasanya keluyuran jadi stay di rumah karena mau tidur cepet supaya besoknya tetap fit dan segar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *