Didiet Maulana, The Designer Behind Andien’s Kebaya

By Friska R. on under How To

Terkesima, itulah kata yang bisa menggambarkan ekspresi tim The Bride Dept ketika melihat Andien pada upacara akad nikah. Bagaimana tidak, ia tampil begitu anggun bak putri dari Kerajaan Jawa. Busana yang dikenakan pun sangatlah cantik, sederhana dan tidak berlebihan. Ternyata busana tersebut merupakan buah pemikiran dari seorang perancang muda berbakat, yaitu Didiet Maulana. Yuk kita simak bagaimana Mas Didiet mendapatkan inspirasi dari busana tersebut.

Selamat siang, Mas Didiet. Boleh tahu apa yang menjadi inspirasi di balik kebaya akad nikah Andien?

Selamat siang, The Bride Dept. Inspirasi kebaya Andien adalah kecantikan klasik pengantin Jawa

Mengapa memutuskan untuk membuat kebaya yang simple sedangkan akhir-akhir ini banyak orang yang memilih untuk men-design kebaya yang bisa dibilang sangat extravaganza?

Andien sudah sering memakai berbagai macam kebaya dan di hari spesialnya ini saya menghadirkan sesuatu yang memang membuat semua menjadi berbeda dan unik. Ketika saya membuat sesuatu yang simple secara look, namun sebetulnya memunculkan konsep yang effortless. Ternyata menampilkan sesuatu yang effortless itu membutuhkan riset dan effort yang sangat banyak. Mengapa saya tampil berbeda di antara trend yang ada? Karena memang begitulah saya ingin mencerminkan setiap pengantin yang memercayakan busana pengantinnya kepada saya. Mereka berhak terlihat berbeda dan unik dan menjadi simple di antara yang lain adalah tantangan tersendiri.

Mas Didiet melakukan proses research selama 3 bulan. Boleh di-share apa saja prosesnya dan ke mana saja Mas Didiet harus melakukan research ini?

Riset dibutuhkan agar totalitas presentasinya mantab dan saya puas ketika menghadirkannya ke publik. Andien yang sudah menjadi icon fashion memang worth it untuk mendapatkan sebuah karya yang melalui beberapa proses eksplorasi konsep. Saya melakukan riset dengan mengunjungi perpustakaan nasional, museum tekstil, sampai mendapatkan bahan dokumen dari buku kuno, dokumen kebaya di Amsterdam, Singapore.  Saya juga mengunjungi Keraton Mangkunegaran dan mendapatkan foto-foto dokumen dari beberapa sumber saya ini. Tidak hanya riset tentang kebaya namun aksesoris dan jewelleries, serta kain yang akan dipakai.

Untuk kain batiknya juga kan milik mas Didiet. Boleh tolong diceritakan kah mas sedikit mengenai sejarah kain batik tersebut?

Kain batik ini adalah kain antik tahun 1940an yang saya dapatkan beberapa tahun terakhir lewat perjalanan saya. Senangnya mendapatkan kain kuno dalam kondisi yang masih sangat layak pakai dan saya merasa pasangan ini memiliki privilege untuk mengenakan kain koleksi saya dengan motif Wahyu Tumurun ini.

Apakah challenge-nya membuat baju pernikahan untuk sahabat sendiri?

Bukan sembarang sahabat karena ini Andien. Dia memiliki suatu standard presentasi tersendiri apalagi ini untuk hari spesial dan prosesi pertama dalam pernikahannya yaitu momen sakral Akad nikah dimana sah menjadi suami istri baik secara agama maupun sah secara hukum negara. Sehingga saya memiliki kesan mendalam ketika dipercaya mendesain kebaya akad nikah-nya. Tantangannya ya standard saya sendiri yaitu menuntut diri saya menghadirkan sesuatu yang berbeda dan inspiratif.

Apakah hal tersebut membuat pembuatan baju ini lebih mudah atau justru lebih “beban”?

Beban pastinya. tapi semua dibawa santai saja. karena kami menikmati setiap jengkal persiapannya.