Acara Lamaran Warna Pastel ala Dilla dan Ari

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Pertemuan antara Dilla dan Ari diawali ketika keduanya masih berkuliah di Universitas Trisakti. Ketika itu mereka sedang dalam proses seleksi untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ari juga mengaku ke Dilla bahwa ia sedang menyukai temannya Dilla sehingga Dilla tidak curiga ketika Ari mengajaknya berdiskusi mengenai banyak hal, mulai dari kerjaan hingga personal. “Ternyata ada udang di balik batu haha! Ternyata Ari ada feeling ke aku hihi! Beberapa bulan setelah kita kenalan, kita sedang jalan kaki ke sebuah tempat makan dan tiba-tiba Ari ngomong kalau dia sayang aku. Lucunya ketika itu ada bajaj lewat dan itu berisik banget jadi aku nggak kedengaran dia ngomong apa haha. Nah, aku nanyain lagi dan aku bilang sekali lagi kalau dia sayang aku. Kejadian ini kira-kira 4 tahun yang lalu,” kenang Dilla bahagia. Dalam acara lamarannya, banyak atribut yang dibuat sendiri, loh! Yuk, kita simak selengkapnya tentang persiapan lamaran warna pastel ala Dilla dan Ari!

Cara Ari melamar Dilla juga sangat tidak terduga karena Dilla sempat dibuat sangat jengkel. Di hari ulang tahun ke-23, Ari sudah menjanjikan makan malam tapi tidak memberitahukan secara detail ke Dilla. Ari cuma berjanji untuk menjemput Dilla di kantor yang ternyata ia batalkan last minute karena ada kerjaan mendadak. Akhirnya Dilla pun memutuskan untuk ke kantor Ari dan di sana ia juga masih harus menunggu karena Ari masih ada kerjaan. Kebayang kan betapa jengkelnya Dilla waktu itu?

Setelah Ari menyelesaikan kerjaan-nya, ia pun mengajak Dilla ke rooftop kantornya. Tetapi sebelumnya Ari meminta Dilla untuk mencopot kacamatanya dan menutup dengan tangannya. Sesampainya di rooftop, Ari melepaskan tangannya. “Pada saat itu, aku cuma lihat lampu-lampu dan juga terdengar lampu romantis. Aku juga nggak jelas lihat apa karena nggak pakai kacamata haha. Failed moment! Aku baru bisa melihat jelas ketika aku pakai kembali kacamata aku,” jelas Dilla sambil tertawa.

Tanpa disangka, Ari sudah mempersiapkan romantic dinner di rooftop kantornya. Di sana, ia juga menyediakan sofa untuk tempat mereka mengobrol. Tak lama kemudian, Ari pun melamar Dilla dan Dilla menyambutnya dengan senang.

Untuk acara lamaran ini, Dilla dan Ari memang tidak ingin mengeluarkan biaya yang terlalu besar sehingga ia banyak meminta tolong teman-temannya. Seperti kotak seserahan dan angsul-angsul yang dibuat oleh teman SMA-nya dan juga dokumentasi yang diserahkan kepada Doubleyu Creative Studio yang merupakan teman dari Dilla.

“Aku juga secara khusus menyulap halaman belakang rumahku menjadi arena berfoto karena di sana terang banget jadi nggak butuh lighting tambahan. Area itu juga banyak tanamannya jadi nuansa alamnya kerasa banget. Supaya ada kesan manis, aku gantungin sedikit paper fan warna-warna pastel,” kata Dilla.

Pada acara ini, keluarga Dilla juga menghadirkan organ tunggal karena hal itu memang sudah menjadi tradisi. Pada awalnya, Dilla sedikit concern karena ia takut keluarga Ari terganggu. Tetapi ketakutannya tidak terbukti karena kedua keluarga malah bernyanyi bersama dan bahkan Ari secara khusus menyanyikan sebuah lagu untuk Dilla. Lovely banget ya!

Karena acara ini banyak menggunakan bantuan dari teman-teman Dilla dan Ari, maka Dilla hanya merekomendasi vendor cateringnya, Caterindo. “Makanannya enak dan harganya pun sangat bersahabat!” kata Dilla puas.

Tips Dilla untuk pembaca The Bride Dept adalah “Jangan pernah khawatir dengan budget minim karena yang paling penting adalah konsep yang matang. Kita harus tahu apa yang kita inginkan dan selalu berdiskusi dengan orang terdekat yang paham dengan karakter kita. Persiapkan semuanya dari jauh-jauh hari karena kalimat “ah masih lama” adalah ilusi belaka haha. Ini kejadian di aku karena di H-1 lamaran, aku masih harus begadang untuk menyelesaikan dekorasi!”

×