Acara Lamaran Suasana Dusty Blue Di Balai Sarwono

By Vonika on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

The Engagement

Venue Balai Sarwano

Bride's Attire Tante Titi (Family)

Groom's Attire Tante Titi (Family)

Event Styling & Decor Kania Astari (illustrasi DIY Fan)

Photography Imaginart Photography

Videography Imaginart Photography

Make Up Artist Allyssa Hawadi

Hair Do Allyssa Hawadi

“Cinta pada pandangan pertama” rupanya sangat cocok untuk menggambarkan kisah cinta Cilla dan Yamani. Bertemu pada tahun 2009, keduanya langsung memiliki ketertarikan antara satu sama lain. “Yamani itu senior aku di kampus. Pertama kali melihatnya, aku langsung tertarik karena dia lebih menonjol diantara senior yang lain. Selain itu, nama dia juga unik “Yamani”, nama yang sangat jarang dipakai sehingga  mudah dihafal,” ujar Cilla.

Di satu sisi, Yamani juga sering curi-curi pandang kepada Cilla. “Kebetulan di kampus aku mengambil jurusan perhotelan sehingga aku menggunakan seragam. Menurut Yamani, aku dan teman-teman sekelasku paling mencolok banding dengan jurusan lain,” tambah Cilla. Satu tahun sudah berlalu, namun tidak ada progress yang signifikan dari Cilla dan Yamani. Keduanya hanya sebatas saling senyum dan curi-curi pandang saja jika berpapasan. “Aku sama dia sering sekali berada di dalam lift yang sama. Hanya saja kami tidak berani untuk menyapa. Sampai di tahun 2011, akhirnya kami pun mulai berkenalan. Hal itu juga disebabkan aku dan dia kebetulan berada di dalam kelas yang sama. Dari situ lah dia mulai intens menghubungi aku dan kami pun semakin dekat hingga akhirnya berpacaran,” cerita Cilla.

Hubungan Cilla dan Yamani terbilang sangat harmonis. Selama berpacaran, keduanya mengaku jarang sekali bertengkar hingga usia pacaran mereka pun bertahan sampai tahun ke-4. “Soalnya aku sama Yamani memiliki tipe yang sama, jadi kita sama-sama saling memahami aja. Pernah sih berantem, Cuma jarang sekali, itu pun penyebabnya karena misscom saja,” ungkap Cilla. Tiba lah di tahun ke-4 dan keduanya pun sudah sama-sama tahu tentang target menikah. Ketika itu Yamani sudah berusia 25 tahun dan dia pun langsung meminta izin kepada Ayah Cilla untuk melamar putrinya. Akhirnya disaat momen lebaran, kedua keluarga bertemu dan membicarakan soal acara lamaran ini. “Yamani juga sempat memberikan proposal romantis untuk aku di H-1 acara lamaran kita. Jadi, ceritanya aku dan dia baru saja menghadiri acara lamaran teman SMA-ku. Tiba-tiba diperjalanan pulang, dia mengeluarkan kotak cincin dan mengucapkan, Will you marry me?“ and of course I said “yes”.

Mempersiapkan acara lamaran ini, Cilla dan Yamani membutuhkan waktu kurang lebih 5 bulan. Alasannya memilih bulan Desember, supaya di tahun 2016 mereka sudah fokus mengurus persiapan pernikahan di bulan April. 5 bulan terdengar cukup lama, namun apabila dikerjakan sambil kerja kantoran, terasa sangat menantang juga, brides. “Kalau pulang kantor rasanya ingin langsung istirahat, jadi kita hanya punya waktu di-weekend untuk mengurus semuanya. Paling aku suka curi-curi waktu kerja untuk browsing inspirasi lamaran, alhasil fokusku untuk pekerjaan kantor jadi berkurang. Selain itu, aku juga sering izin masuk setengah hari demi meeting final dengan vendor. Untungnya bosku pengertian,’ ujar Cilla. Tantangan berikutnya Cilla mengaku ketika dia sedang membuat kipas DIY. Niatnya, kipas itu ingin dijadikan surprise untuk Yamani, tetapi karena waktu persiapan terbatas akhirnya Cilla meminta bantuan Yamani untuk menyelesaikan kipas tersebut.

Balai Sarwono dipilih Cilla sebagai venue acara lamarannya. Hal ini dikarenakan dia dan Yamani memiliki keluarga yang besar sehingga jika diselenggarakan di rumah Cilla, takut tidak mencukupi. Selain itu, Balai Sarwono juga memiliki dekor yang sangat cantik dengan detail gebyoknya. “Jadi kami tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk dekorasi, walaupun aku bukan orang Jawa, tetapi aku senang dengan gebyok tradisional, cantik, dan klasik,” ujar Cilla.

Acara lamaran Cilla dan Yamani berjalan sangat lancar. Terlihat sekali dari senyum bahagia yang mereka pancarkan. Meskipun sempat terjadi pergeseran tanggal dikarenakan Make Up Artist yang Cilla inginkan tidak bisa ditanggal sebelumnya, tetapi semuanya pun bisa terselesaikan dengan baik. “Awalnya kami sudah sepakat untuk menggelar acara lamaran pada tanggal 19 Desember 2015 dan kami pun sudah booking Balai Sarwono. Namun, setelah aku konfirmasi ke Allyssa (Make Up Artist), ternyata tanggal tersebut dia tidak bisa dan hanya available ditanggal 13 Desember saja. Aku pun langsung panik. Bagaimana jalan keluarnya untuk masalah ini? Sedangkan aku hanya ingin di make up sama Allyssa saja. Akhirnya aku telepon Balai Sarwono untuk mengganti tanggal menjadi 13 Desember. Alhamdulillah untungnya tanggal segitu masih available dan keluarga Yamani pun sangat pengertian,” jelas Cilla.

Sebagai penutup, Cilla memberikan tips untuk para bride-to-be yang sedang merencanakan lamaran.

“Jangan terlalu banyak mencari inspirasi di internet sehingga kita lupa mengajak Ibu untuk sharing ide dan berbagi tugas dengannya. Karena Ibu akan lebih senang jika dibutuhkan dan dilibatkan untuk mengurus acara tersebut. Selain itu, pilihlah orang yang tepat untuk kita sharing perihal persiapan ini karena tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Selanjutnya, banyaklah bertanya pada teman/saudara yang sudah menikah karena mereka lebih berpengalaman mana yang perlu dan tidak perlu. Kehidupan setelah menikah jauh lebih penting sehingga jangan terlalu terbuai oleh kemewahan yang hanya 4 jam saja.”

3 vendor favorit pilihan Cilla dan Yamani.

1. Allyssa Hawadi

Selain karena make up-nya yang flawless dan tahan seharian, aku juga suka sekali dengan cleanliness yang diterapkan Allyssa. Untuk kuas maskaranya pun dia sediakan yang baru. Selain itu, Allyssa juga orangnya easy going, jadi bisa mencairkan suasana 1 ruangan.

2. Balai Sarwono

Selain tempatnya yang sudah cantik tanpa banyak dekor, ternyata makanannya juga enak-enak. Mbak Zulia dan rekannya sangat helpful dan respon yang diberikan sangat cepat. Ruangan rias yang disediakan cukup besar dan dingin sehingga sangat nyaman. Selain itu, letaknya pun di atas, jadi tidak banyak tamu yang bisa sembarang masuk ke tempat riasku.

3. Imaginart Photography

Aku mendapatkan rekomendasi vendor ini dari temanku Marfa dan ternyata memang hasilnya sangat memuaskan. Mereka tidak pernah bosan memotret aku dan Yamani sehingga kita punya banyak stock foto berdua yang bisa ditampilkan untuk foto pre-wedding.