Dusty Blue & Gold Sundanese Engagement by Inda & Rino

By NSCHY on under The Engagement

Dusty Blue & Gold Sundanese Engagement by Inda & Rino

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Photography Katha Photography

Make Up Artist Maharani Nilla

Hair Do Fajri Salon

Beauty Preparation Dasa Catering

Bride's Attire Teeas Rubismo

Groom's Attire Negarawan

Kain Tenun Gaya

Master of Ceremony Griya Seni Ekayana

“Klik sejak pertama bertemu” adalah ungkapan yang pas untuk mewakili hubungan Inda dan Rino. Keduanya berkenalan dan langsung klik sejak momen berkenalannya saat masa orientasi kampus, tepatnya saat mereka berdua mencari barang-barang orientasi berdua, “baru kenalan, tapi rasanya kayak udah kenal lama, karena ngobrolnya nyambung banget!”.

Dari situ, kedekatan mereka berlanjut sampai tiga tahun kemudian Inda meminta Rino untuk menjadi model clothing line kakaknya yang membuka jalan untuk mereka berdua.

It felt really right and Rino had always said that he wanted to marry me”.

Setelah lebih dari lima tahun berpacaran dan dua kali LDR, pertama Inggris – Australia dan Waingapu – Kupang dengan total 2 tahun LDR, mereka akhirnya benar-benar yakin bahwa sudah jalannya untuk mereka membangun rumah tangga.

“Yang membuat kita yakin adalah kita sama-sama sudah menerima baik dan buruknya masing-masing, dan kita juga punya jalan pikir dan impian yang sama, serta keinginan untuk membangun keluarga bersama.”

Seperti pasangan lain, meski sudah sama-sama berkomitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, proposal romantis pasti diinginkan. Namun, sampai H-1 lamaran, Rino sama sekali belum terlihat tanda-tanda akan mewujudkannya.

“H-1, lagi mengatur dekorasi, Rino datang ke rumah, berlutut di depan keluarga besarku dan melamarku. Si cuek ini memang ngga disangka-sangka bisa romantis. Bukan hanya itu, di hari lamaran keesokan harinya, dia membuat speech panjang mengenai perjalananan kita, and did the sweet proposal one more time in front of the huge family.”

Adat Sunda menjadi highlight dan konsep utama lamaran mereka, karena 75% keluarga Inda berasal dari Sunda. Berdasarkan adat Sunda, ada tiga hal yang harus dibawa saat melamar perempuan, yaitu pakaian, perhiasan dan sirih pinang.

“Sirih pinang punya makna unik. Saat melamar, sirih pinang akan dikasih ke orang tuaku. Lalu, kalau sirih pinangnya dimakan, berarti lamaran diterima. Makna sirih pinang pun juga mendalam, yaitu memberikan rasa pahit saat awal mengunyah, namun memberikan rasa manis setelahnya. Seperti pernikahan, sulit di awal, namun bahagia di akhir.”

Lamaran dengan konsep Sunda bersentuhan nuansa dusty blue and gold ini pun berjalan dengan hangat dan lancar dengan penutup dari Rino, “Inda, thank you very much for everything you have done. I love you very much and I cannot wait for you to be my wife.”

Top 3 vendor:

1. Katha Photography

“Semua vendor harus bisa ambil contoh dari Katha; timnya ramah dan sangat membantu. Aku bersyukur telah memilih Katha, dokumentasinya cantik, apalagi untuk yang suka soft tone.”

2. Maharani Nilla & Fajri

“Ini harus sepaket! Make up dan hairdo-nya dewa! Aku hanya perlu bilang make up dan gaya rambut yang aku mau tanpa bawel, mereka langsung bisa mewujudkannya sesuai bayanganku. Banyak yang suka dan memuji hasil make up dan gaya rambutku saat lamaran!”

3. Teeas Rubismo

“Mba Teeas sangat mengerti model baju yang aku inginkan dari dulu. Kebaya loose-nya benar-benar seperti keinginanku; anggun dan girly!”

Tips untuk brides to be:

“Coba tanya dengan detil ke keluarga dan teman-teman yang udah pernah mengurus lamaran atau nikahan, apalagi untuk masalah pro kontra vendor yang krusial, mulai dari katering, dekorasi, tenda dan segala macamnya. Jangan kaget kalau akan banyak masalah, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Dinikmatin aja prosesnya, banyak doa, ibadah dan nurut dengan orang tua.”

×