Dusty Pink and Grey Engagement at Clique Kitchen and Bar

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

International

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

“Aku dan Samuel bersekolah di SMP dan SMA yang sama, tetapi kita tidak saling mengenal satu sama lain ketika itu,” begitulah Adel membuka pembicaraan dengan The Bride Dept. Pada bulan Desember 2011, mereka pun tidak sengaja bertemu di sebuah acara dan semenjak itu hubungan mereka menjadi semakin dekat. Mereka hanya butuh waktu 2 minggu untuk meresmikan pertemanan tersebut menjadi pacaran. “Sejak hari pertama pacaran, aku sudah tahu bahwa dia adalah the one-nya aku,” kenang Adel bahagia.

Sedari awal, Adel tahu bahwa Samuel bukanlah orang yang romantis jadi ia tidak terlalu berharap untuk dilamar secara personal. Yang mereka lakukan hanyalah persiapan acara lamaran antar keluarga, seperti memesan tempat, membeli cincin. Adel tidak tahu bahwa Samuel sudah menyiapkan sebuah kejutan untuknya.

“Sepulang dari mengurus keperluan lamaran, Samuel tiba-tiba memberikan sebuah kotak yang isinya cincin. Tidak lama kemudian, ia pun berkata “will you marry me?” haha. Ternyata cincin tersebut adalah cincin milik almarhumah nenek Samuel yang diberikan ke ibu-nya Samuel. Aku merasa sangat senang dan istimewa karena mendapatkan cincin tersebut,” lanjut Adel.

Acara lamaran mereka diadakan di Clique Kitchen and Bar karena ini merupakan tempat yang sangat disukai oleh mereka berdua. Karena interior-nya restoran yang sudah cantik, maka Adel memutuskan untuk tidak menyewa jasa dekorator. Ia menambahkan sedikit detail untuk membuat acara lamarannya ini lebih istimewa.

Mendekorasi acara lamarannya sendiri menimbulkan kesan dan pengalaman yang tak terlupakan bagi Adel. “Di Hari H, aku bangun subuh-subuh untuk membeli bunga di Rawa Belong. Aku juga datang 3 jam sebelum acara karena aku harus meng-arrange bunga yang aku beli dan juga menambahkan detail-detail. Semuanya terasa seru banget!” cerita Adel antusias.

Untuk acara lamaran ini, Adel dan Samuel ingin bersikap adil untuk semua pihak. Oleh karena itu, mereka mengombinasikan warna kesukaan masing-masing, yaitu abu-abu dan dusty pink, untuk acara ini. Selain itu, Adel memutuskan untuk mengenakan kebaya kutu baru karena mengingat ayahnya yang berasal dari Jawa Tengah. Tidak seperti kebanyakan pasangan pada umumnya, cincin Adel dan Samuel tidak sama bentuknya lho! Nah, ini patut dicontoh ya, brides! Tidak apa-apa kok kalau cincin kamu beda dengan pasangan kamu!

Adel pun memberikan tips kepada pembaca yang juga ingin mempersiapkan acara lamaran, khususnya dekorasinya, sendiri. “Yang paling penting adalah harus siap untuk berepot-repot ria. Tetapi kita acaranya berjalan dengan lancar, kita akan merasa puas banget! Salah satu keuntungannya adalah kamu dapat menghemat biaya yang cukup banyak apabila mempersiapkan semuanya sendiri!”