Pernikahan Di Rumah Jessica dan Aldo

By Friska R. on under The Wedding

pernikahan sunda jessica sadikin

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Make Up Artist Mia

Pemandu Adat Nita Kabul

Kebaya Susy Luzon

Groom's Attire Sundjojo

Photography Jacky Suharto

Catering Culture Royale

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Lighting Lumens

Wedding Organizer Artea Organizer

Others Sound System: Peplus

Others AC and genset: Quality Technic

Reception

Make Up Artist Adi Adrian

Pemandu Adat Ibu Jus Nurdin

Photography Jacky Suharto

Catering Culture Royale

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Lighting Lumens

Wedding Entertainment Teza Sumendra

Wedding Organizer Artea Organizer

Bride's Attire Sundjojo

Groom's Attire Sundjojo

Others Sound Sytem: Peplus

Others AC & Genset: Quality Technic

Memang kebanyakan pernikahan biasanya diadakan di gedung ataupun hotel. Tetapi ada juga pasangan-pasangan yang memilih untuk menggelar pernikahan di rumah sendiri. Tentu saja ada pro dan kontranya, tetapi jika lebih banyak pro-nya, menikah di kediaman sendiri ternyata seru juga lho! Yuk simak kisah Jessica dan Aldo di sini!

“Rumah” mungkin adalah tema dari hubungan dari Jessica dan Aldo. Karena berbeda dari pasangan lainnya yang memilih untuk melamar pacarnya di restoran romantis, Aldo memutuskan untuk melamar Jessica juga dirumahnya. Awalnya, Aldo mengajak Jessica untuk pergi keluar makan malam untuk merayakan ulang tahun Jessica. Akan tetapi nggak disangka-sangka, semua makanan yang Jessica sukai sudah Aldo siapkan dirumahnya tersebut. Akhirnya pada saat itulah Aldo mengutarakan niatnya untuk melamar Jessica. Setelah Jessica menerima lamaran Aldo dan membicarakan hubungan mereka, barulah teman-teman mereka datang untuk ikut merayakan. “Aku senang banget karena Aldo memutuskan untuk melamar aku ketika kita hanya berdua saja. Karena menurut ku hal seperti ini memang lebih baik dibicarakan berdua dulu.” ujar Jessica.

Sedari awal Jessica dan Aldo memilih untuk mengadakan seluruh rangkaian pernikahan mereka (akad dan resepsi) di kediaman Jessica. Ada beberapa alasan dibalik pemilihan itu. Yang pertama adalah berdasarkan keinginan mereka untuk bisa menyajikan berbagai jenis makanan di acara tersebut. Jika diadakan di rumah, mereka bisa memesan dan menyajikan makanan dari mana saja tanpa ada batasan tertentu. Sedangkan jika di gedung atau hotel, pasti banyak sekali halangan yang membuat mereka tidak bisa menyajikan makanan kesukaan mereka. Alasan kedua adalah kalau dirumah, Jessica bisa menuangkan kreatifitasnya di dekorasi karena tidak ada ketentuan yang mengikat. “Dekorasi dirumah membutuhkan waktu 10 hari. Karena harus meratakan tanah, membangun tenda dan lainnya. Tapi aku puas banget karena hasilnya maksimal!” ujar Jesssica. Alasan terakhir nya adalah tidak ada batasan waktu untuk pelaksanaan acara.

Untuk pernikahan ini, Jessica dan Aldo mencampurkan dua adat yaitu Sunda untuk akad dan Minang (Solok) untuk resepsi.

“Menikah dengan menggunakan adat adalah impianku sejak kecil dulu. Walau dulu belum tahu suamiku berasal dari adat apa tapi memang sudah niat akan menggunakan adat suamiku itu di pesta pernikahanku” ujar Jessica.

Ada beberapa prosesi yang sudah wajib dilakukan sebelum pernikahan yaitu pengajian dan siraman. Tetapi satu prosesi yang menarik dan jarang dilakukan oleh pasangan Minang yaitu malam babako. Ya, malam babako adalah salah satu rangkaian adat Minang di mana keluarga pihak pria memberikan barang-barang untuk pengantin baru. Satu hal lagi yang menarik pada pernikahan ini adalah penggunaan adat Solok, Sumatera Barat. Ya, jika kita melihat pernikahan Minang, biasanya pasti identik dengan penggunaan suntiang gadang. Tetapi karena Jessica dan Aldo menggunakan adat Solok, ia menggunakan suntiang pisang saparak.

“Aku dan Aldo menggunakan adat Solok karena kebetulan ibu Aldo berasal dari Solok. Aku juga sempat melihat dulu ibunya Aldo ketika menikah memakai adat Solok dan aku suka sekali! Jadi kita memutuskan ya pakai adat Solok saja. Untuk pakaian dan aksesoris pernikahan aku langsung pesan dari Solok karena kebetulan ibunya Aldo juga ingin mengkoleksi pakaian adat Solok ini,” jelas Jessica kepada tim The Bride Dept. Menurut Jessica, pakaian dan aksesoris adat Solok ini sangat nyaman. “Aku sering mendengar teman-temanku banyak yang benjol karena pakai suntiang gadang. Tapi untungnya suntiang pisang saparak ini nyaman banget dipakainya. Kayak pakai topi saja. Yang berat justru adalah di bajunya karena banyak banget aksesoris yang aku pakai disana,” ujarnya menjelaskan.

Di acara resepsi pernikahan ini juga terdapat prosesi Pedang Pora. Tradisi ini dilakukan karena profesi Aldo sebagai polisi. Di prosesi ini, junior-junior dari Aldo akan menghunuskan pedang untuk membentuk gapura dan kedua mempelai harus berjalan di bawahnya. Makna dari acara ini adalah untuk memperkenalkan pengantin wanita kepada kehidupan militer dan perlambang solidaritas, persaudaraan, dan perlindungan dari Yang Di Atas. Menarik banget ya prosesi-prosesi di pernikahan ini!

Menurut Jessica pun banyak sekali momen-momen yang tak terlupakan pada pernikahannya ini, dimulai dari siraman, tarik-tarikan ayam setelah akad dengan adat Sunda, hingga penutupan acara oleh Slank. Ya! Salah satu pengisi acara pernikahan mereka adalah Slank karena Jessica, Aldo, bahkan seluruh keluarga sangat suka dengan Slank.

Jessica pun berbagi tips untuk para pembaca The Bride Dept yang ingin mengadakan pernikahan yaitu untuk selalu sabar karena pernikahan yang diadakan di rumah jauh lebih complicated! Kita sebagai tuan rumah harus memikirkan banyak hal lainnya seperti mulai dari lokasi parkir, valet service hingga keamanan, kelancaran jalan raya di sekitar rumah dan juga kebersihan rumah (terutama toilet!).

Ketika ditanya siapa saja top 3 vendor nya, Jessica memberikan 4 vendor yang menurutnya sangat recommended!

1. Stupa Caspea

“Menurutku Tante Eka dan tim bisa mewujudkan apa yang ada di dalam kepala aku. Pas aku lihat hasil dekorasi Tante Eka dan team, aku senang banget karena aku nggak nyangka bahwa hasilnya bisa sebagus itu.”

2. Artea Organizer

“Aku senang banget sama Artea Organizer karena mereka sangat membantu, mulai dari mengkoordinasi keluarga dan juga para vendor. Artea juga kalau meneruskan info ke kita sangat lengkap sehingga tidak ada yang kelewatan sedikitpun. Sampai selesai acara sekarang pun kita masih berhubungan baik.”

3. Culture Royale

“Servicenya sangat luar biasa! Pegawainya juga sangat ramah dan baik semua! Kalau biasanya di catering lain harus DP dulu 50% di awal sebelum test food, tetapi kemarin aku bisa test food dulu baru milih makanannya. Jadi kita nggak khawatir mengenai kualitas dan rasa makanannya.”

4. Jacky Suharto

“Aku puas sekali dengan hasil fotonya mas Jacky! Semua bagus dan artistik! Two thumbs up deh buat mas Jacky and team”

×