Engagement Celebration of Allyssa Hawadi and Candi Soeleman

By Rebebekka on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Daun Daun by Tante Mince

Photography Soe and Su

Make Up Artist Yoga Septa

Catering Akasya Catering

Konon katanya, profesi seseorang bisa menentukan siapa jodohnya. Pasangan yang satu ini pun bertemu karena profesi mereka. Yang laki – laki merupakan a famous wedding photographer dan yang perempuan adalah a talented makeup artist. Wah! Tentu mereka akan sangat klop dan saling melengkap ya. Pasangan tersebut adalah Allyssa Hawadi dan Candi Soeleman. Allyssa dan Candi bertemu saat sedang bekerja menjadi salah satu vendor pernikahan, Sherin, yang tidak lain adalah kakak Allyssa. Allyssa saat itu sedang memoles wajah sang kakak untuk acara lamaran, sedangkan Candi bertugas untuk mengabadikan tiap moment dalam acara tersebut. Allyssa mengaku bahwa waktu itu ia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Candi, hubungan mereka sebatas pihak yang ingin menyukseskan acara lamaran Sherin. Pertemuan mereka kembali berlanjut saat Sherin melakukan prewedding di studio Soe and Su tempat Candi bekerja. “Disitu Mas Candi mulai ajak ngobrol dan tukeran nomor. Akhirnya kita janjian makan keesokan harinya. Kita deket lumayan lama, tetapi on off, sempet ga ada kabar juga dalam beberapa bulan. Tetapi karena kakak memakai Soe and Su dalam rangkaian acara pernikahannya, kita dipertemukan kembali saat akad dan resepsi Kak Sherin kemudian jadian,” cerita Allyssa.

Walaupun Allyssa dan Candi baru berpacaran beberapa minggu, tetapi Candi sudah menunjukkan niat seriusnya dengan mengajak Allyssa untuk menikah. Allyssa pun segera memberitahu kepada orangtuanya. Namun sang ayah sedikit ragu dan berkata, “Tunggu tiga bulan yah, sekarang kamu belum mengenal banyak mengenai Mas Candi, begitu juga Candi terhadap kamu,” respon sang ayah. Mereka berdua pun menuruti kemauan ayah Allyssa dan sabar menjalani syarat tiga bulan yang diajukan sang ayah. Tepat tiga bulan berlalu, Candi pun mantap melamar Allyssa langsung secara gentle di hadapan orangtuanya. Allyssa yang berada di ruangan lain sempat deg – degan karena tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Akhirnya orangtua Allyssa memberikan lampu hijau dan merestui mereka

Sejak awal Allyssa menginginkan acara lamaran yang simple dan intim dengan dihadiri oleh keluarga terdekat saja, tidak lebih dari 80 orang. Allyssa ingin agar pada acara tersebut kedua belah pihak keluarga dapat mingle dan saling mengenal satu sama lain. Acara lamaran outdoor yang dibuat di depan halaman rumah Allyssa sukses menghibur para keluarga dengan band dan makanan – makanan favorit Allyssa dan Candi. Band yang mereka undang adalah AB Band Project yang sering sekali mereka tonton di Street Gallery Pondok Indah. Mereka sejak lama memang telah suka kepada band tersebut.

Makanan yang disajikan dalam acara lamaran tersebut tidak dipesan dari satu vendor catering saja, namun dibeli terpisah sesuai rekomendasi Allyssa dan Candi. Salmon Mayokaki dan nasi goreng dari Akasya menjadi pilihan pertama mereka. Ditambah dengan Mie Kangkung Jangkung dan es krim Orchard Road Singapore yang dipanggil beserta gerobaknya. “Ternyata gerobak es krim membuat dekorasi outdoor menjadi lucu,” ungkap Allyssa. Ada juga Lemper Purnama yang didatangkan khusus dari Bandung serta tidak ketinggalan Siomay Indoguna. Indoguna sendiri sebenarnya adalah toko daging yang juga menjual siomay kesukaan mereka. Awalnya mereka sempat bingung karena siomay tersebut tidak bisa dipesan jauh – jauh hari. Namun mereka tetap ingin menyajikannya, jadilah mereka memesannya tiga jam sebelum acara berlangsung! Hal ini memang sedikit merepotkan, namun memberikan kepuasan tersendiri bagi Allyssa yang ingin menyajikan makanan kesukaan mereka kepada orang – orang terdekat.

Satu hal yang menyentuh saat acara lamaran mereka adalah busana yang mereka kenakan. Apabila pasangan lainnya memilih untuk menjahit khusus busana untuk acara lamaran mereka, tidak demikian dengan Allyssa dan Candi. Ada satu baju batik peninggalan almarhum ayah Candi dan merupakan baju kesayangan beliau. Candi masih menyimpannya dan sangat ingin memakainya kembali, terutama di momen spesialnya saat melamar Allyssa. Allyssa pun kepikiran untuk memakai kebaya yang dikenakan ibunya saat akad nikah dulu. Kebaya tersebut masih sangat cantik, Allyssa hanya perlu memperbaiki bagian – bagian yang bolong karena dimakan waktu serta mengecilkannya sehingga sesuai dengan ukuran badannya. “Kita sengaja tidak bikin baju baru karena walaupun kami mengenakan baju yang dalam kondisi tidak sempurna, namun artinya sangat special untuk kami dan juga orangtua kami,” jelas Allyssa.

Baju yang mereka kenakan tidak hanya spesial dan penuh kenangan, tetapi juga membawa cerita lucu bagi mereka. Sebelumnya baju batik ayah Candi memang sudah bolong – bolong seperti kebaya ibu Allyssa tetapi Candi tidak berniat memperbaikinya karena takut terlihat tambalan. Namun saat dipakai sholat sebelum berangkat kerumah Allysa, bolongan di baju tersebut malah robek besar sehingga terpaksa dijahit. Allyssa dan Candi yang sadar akan tambalan tersebut lantas tertawa terus sepanjang acara. Highlight dari acara lamaran mereka berdua adalah momen dimana Candi melakukan on bended knee purpose kepada Allyssa di hadapan para keluarga. Sontak saja Allyssa menangis terharu dan para tamu pun ikut terbawa suasana haru.

Top 3 vendors pilihan Allyssa :

1. Soe & Su

“Jauh sebelum kenal dengan Candi (yang juga bergabung dalam team Soe & Su), Kakak bilang bahwa mereka salah team photography yang baik dan sangat sopan. Dan itu terbukti, semua team-nya sangat profesional, baik, sopan dan tidak menggangu atau menghalangi tamu – tamu saat mereka foto dan tentu saja hasil fotonya sangat bagus!”

2. Akasya Catering

“Selain makanannya enak, Akasya juga profesional. Aku mengenal kak Alya Latief (anak dari pemilik Akasya, Tante Enny), dan dia baik banget. Saat persiapan acara lamaran, aku salah menginformasikan tanggal acara, seharusnya 29 Agustus, malah dibilang 29 September. Tiga hari sebelum acara aku baru ingat dan mengkoreksinya. Namun Kak Aliya masih mau mengusahakan walaupun mereka juga sedang full pemesanan. Bener – bener luar biasa deh effort-nya Kak Alya bantu aku untuk acara ini.”

3. Yoga Septa Make up

“Hebatnya Kak Yoga, Make up-nya natural dan tahan lama, sampai malam masi sama seperti awal di make up. Selain hasil kerja yang memuaskan, Kak Yoga dan team juga sangat baik dan lucu. Aku sangat puas dengan hasil kerjasama team Kak Yoga Septa.”

Allyssa juga membeberkan tiga point penting sebagai tips untuk pembaca The Bride Dept dalam mempersiapkan acara lamaran, sebagai berikut :

1. “Penting banget untuk semua CPW mempersiapkan semua peralatan dari mulai baju, bross, sepatu, aksesoris di tempat kamu akan di make up. Jad by the time kamu selesai make up kamu sudah tidak pusing mencari perintilan – perintilan kesana kemari.”

2. “Seminggu sebelum acara sebaiknya sudah diadakan briefing dengan orang – orang yang akan bertanggung jawab atas acara kamu. Mulai dari masalah sound system, makan sudah tersaji atau belum, nama – nama keluarga di kursi dan lain – lain. Sehingga saat hari H kita tidak ikut pusing memikirkan hal – hal tersebut.”

3. Saat hari H akan ada banyak orang yang datang untuk bekerja mempersiapkan acara, entah itu band, tim dekor, petugas genset, keamanan, make up artist dan lain – lain. Jangan lupa persiapkan nasi box untuk mereka, terkadang kita lupa bahwa mereka sudah datang selama berjam – jam sebelum acara dan pasti kelaparan atau kehausan. Tanya kepada masing – masing vendor berapa orang team mereka yang akan hadir sehingga kalian bisa mempersiapkan makanan dari jauh – jauh hari.

×