Pesta Lamaran Bertema Floral ala Neysa dan Adrie

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Party

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Sekar Lestari

Catering Akasya Catering

Photography Fotologue

Videography Luxio Photo

Kebaya Joko Sutono

Make Up Artist Marlene Hariman

Neysa sudah mengenal Adrie pada saat mereka bersama-sama bersekolah di SMP Negeri 5 Yogyakarta, tetapi pada waktu itu Neysa hanya tahu Adrie sebatas nama saja. Setelah 7 tahun tidak mendengar kabar satu sama lain, tiba-tiba Adrie meng-add Neysa di Path pada Desember 2012. Untungnya Neysa masih ingat tentang Adrie jadi dia meng-accept friend request tersebut. Komunikasi yang diawali dengan saling berkomentar di sosial media tersebut berlanjut hingga komunikasi via telepon karena Adrie meminta nomor telepon Neysa melalui seorang sahabat, Afin. Setelah itu, mereka pun berpacaran dan resmi bertunangan. Dalam pesta lamaran bertema floral, mereka siap untuk melanjutkan ketahap selanjutnya. Yuk, baca kisah lengkapnya!

Pada Januari 2013, Adrie harus ke Jakarta untuk memenuhi panggilan kerja, di moment tersebut Adrie ingin bertemu langsung dengan Neysa. Tetapi Neysa merasa tidak siap untuk menemui Adrie sehingga dia meminta Afin untuk menemaninya. And you know what, she flew all the way from Jogja to Jakarta! So girls, that’s what friends are for. Sebulan kemudian, Neysa berkunjung ke Jogja untuk menghadiri thesis defense sahabatnya dan Adrie menggunakan kesempatan itu untuk mengajak Neysa berpacaran secara resmi.

Di awal masa pacaran, Neysa merasakan bahwa Adrie memiliki kepribadian yang sangat mirip dengan ayahnya. “He is a figure that I fully respect, a tough leader, a great speaker, a humorous, and a kindest lover” ungkap Neysa. Selain itu Adrie juga sangat disukai oleh keluarga Neysa, bahkan sejak minggu-minggu pertama mereka berpacaran. Walaupun Adrie dan Neysa harus menjalani hubungan jarak jauh, tetapi mereka tetapi saling menguatkan satu sama lain.

Selama berpacaran, Adrie sering memberikan sweet surprise seperti rangkaian bunga karena ia ingin Neysa merasakan bahwa dirinya dekat. Oleh karena itu mereka memilih tema flowery untuk acara lamaran ini. Untuk rangkaian acaranya sendiri, Neysa dan Adrie memutuskan untuk tidak mengusung adat tertentu karena mereka memiliki latar belakang adat yang cukup beragam. Akan tetapi, mereka mengadopsi acara tantingan, yaitu prosesi di mana setelah keluarga Adrie menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka, ayah dari Neysa akan menanyakan sekali lagi kemantapan hatinya.

Di prosesi tantingan ini, pada umumnya calon pengantin perempuan menjawab dengan menganggukan kepala atau berkata ‘iya’ saja. Tetapi Neysa merasa bahwa ia harus memberikan alasan kenapa dia menerima Adrie sebagai calon suaminya. Sehingga beberapa jam sebelum proses lamaran itu dimulai, ia mulai menyusun kata-kata dan meminta pendapat dengan sahabat-sahabatnya. Pada mulanya sahabat-sahabat Neysa sedikit tidak yakin karena Neysa adalah orang yang gampang terharu, tapi finally she made it! Walaupun agak terpatah-patah karena menahan tangis, akhirnya ia bisa menyampaikan isi hatinya di acara tersebut. “Saya yakin bahwa Adrie adalah yang terbaik untuk saya, untuk Mama Papa saya, dan saya akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Adrie” jawab Neysa di depan keluarga dan teman-teman terdekat.

Neysa cukup puas dengan pelayanan dari vendor-vendor yang digunakannnya pada acara lamaran ini. Tetapi yang paling berkesan adalah pelayanan dari Akasya Catering karena makanannya enak dan presentasi makanannya yang sangat bagus.

Menurut Neysa, inspirasi untuk lamaran dan pernikahan itu tidaklah susah karena dapat ditemukan di mana-mana. Tetapi hal pertama yang harus dilakukan adalah mematangkan konsep dan harus disesuaikan dengan pasangan dan keluarga, karena apabila konsepnya belum fixed, bisa pusing sendiri karena pasti akan sangat banyak yang diinginkan.

×