Floral Pastel Engagement of Deatsa & Terry

By NSCHY on under The Engagement

Lamaran

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Luminor Hotel

Event Styling & Decor Mitra Flower

Photography All Seasons Photo

Make Up Artist DAT Make Up

Videography Motion Addict

Wedding Organizer Celtic Creative

Master of Ceremony Amal Bastian

Bride's Attire Lim Kiem Lan Boutique

Souvenir Karya Kelana

Seserahan Reni Kartika

Berawal sebagai teman les, ternyata lama-lama perasaan Deatsa dan Terry berubah jadi lebih dalam dan serius. Yuk simak cerita floral pastel engagement of Deatsa & Terry ini!

“Waktu SD, kita sekelas EF, mamanya Terry adalah dokter kulit mamaku. 8 tahun kemudian, kita ketemu lagi di bimbel Primagama dan sama-sama suka pada pandangan pertama. Setelah kenalan, ternyata kita tetanggaan. Nggak lama, kita jadian karena cinta monyet tapi putus gitu aja.” cerita Deatsa.

Kala itu, mereka merasa hubungan cinta monyetnya sangat berkesan karena sama-sama menjadi hubungan pertama masing-masing. 8 tahun berlalu, Terry dan Deatsa mulai menjalin hubungan lagi lewat sosial media. Awalnya hanya basa-basi tanya kabar lewat Instagram, lama-lama semakin dalam.

Perasaan cinta monyet itu ternyata serius. Dari situ, mereka mulai semakin yakin satu sama lain, dan tepat saat mereka liburan dengan keluarga Deatsa di Bali, Terry mengutarakan keseriusannya ke orang tua Deatsa. 

“Setelah jalan bareng, tiba-tiba Terry bilang kalau dia sering mikirin, stalking dan memantapkan hati untuk serius sama aku, di saat itu, dia langsung tanya, ‘kira-kira kamu mau ngga jadi istriku?’, cerita Deatsa.

Sebagai seorang antophile atau pecinta bunga, Deatsa memilih konsep floral di hari lamarannya. Dekorasi backdrop dihiasi dengan mawar putih, baby’s breath, dan perpaduan bunga lainnya. Untuk suvenir pun juga berupa toples kue dengan hiasan kain floral dan bunga. 

“Kita pakai perpaduan warna putih, rose gold dan peach-coral di hari lamaran kemarin. Pink to rose gold jadi dress code keluargaku, sedangkan peach to coral untuk keluarga Terry, dan putih untuk teman-teman. Warna ini juga yang kita gunain untuk seserahan. Seserahan dari Terry didominasi dengan warna pink, sedangkan dariku ke Terry peach.” kata Deatsa.

Acara lamaran Deatsa dan Terry berjalan dengan santai, penuh canda namun hangat. Acara diawali dengan games kecil yang mencairkan suasana dan membuat Deatsa tau lebih dalam mengenai Terry.

Games pertama itu Terry disuruh menebak colekan dari seseorang apakah dari aku atau bukan, di situ jawaban Terry benar. Lalu, ada 3 pertanyaan untuk Terry dan dia bisa menjawab semuanya, salah satunya mengenai tanggal jadian waktu SMP lalu, aku kira Terry akan lupa, ternyata aku salah.” cerita Deatsa.

Setelah games, acara berlanjut ke sesi lamaran, mulai dari jawaban Deatsa dari lamaran Terry, dan pernyataan mereka berdua mengenai perasaannya di depan tamu undangan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemberian seserahan, penyematan kalung, ramah tamah, perkenalan keluarga, foto-foto dan makan-makan.

“Pas Terry menyampaikan isi hatinya, semua tamu dibuat haru, soalnya dia orangnya pendiam dan cuek, jadi ngga nyangka kalau Terry bisa kayak gitu,” kata Deatsa.

Top 3 vendors:

1. All Seasons Photo

“Aku dan Terry bukan orang yang fotojenik, jadi untuk mengarah gaya saat beauty shot itu cukup sulit untuk kita, tapi mereka sangat profesional untuk bantu mengarahkan kita. Selain itu, momen candid-nya juga sangat cantik.”

2. Celtic Creative

“Mereka sangat profesional dalam menyiapkan semuanya, bahkan sampai keperluan kita yang sangat detail. Acara berjalan on time dan sangat tertata dengan baik.”

3. Reni Kartika Hampers

“Aku suka semua hasil kerjanya, apalagi paduan warna bunga dan kain tenun sebagai alas boks seserahan yang senada dengan tenun yang kita gunakan. Hasilnya sangat rapih dan cantik, sampai ngga tega mau buka.”

Tips untuk brides to be,

“Menyelaraskan tema dekor dan konsep mulai dari warna, nuansa dan semacamnya itu penting karena mungkin kalian punya selera yang beda, jadi harus dibicarakan supaya bisa menggabungkan keinginan semua pihak. Untuk persiapan, meskipun hanya lamaran, tapi bisa bikin stres juga lho, apalagi kalau kita dan pasangan sama-sama sibuk dengan rutinitas sehari-hari, jadi seringlah menenangkan diri dan ngobrol satu sama lain saat mood-nya sama-sama enak. Kalau ada yang bingung, diskusiin dengan orang terdekat atau WO, karena sekecil apapun opini dan masukan akan sangat berguna.”