Florence dan Jason: Acara Pernikahan Simple dan Elegan Bertema Black & White

Style Guide

Venue Church

The Vendors Who Made This Happen

Holy Matrimony
Reception

Sepuluh tahun bisa dibilang masa pacaran yang cukup lama bagi Florence dan Jason untuk saling mengenal satu sama lain. Menjalani hubungan selama satu dekade membuat mereka berdua yakin bahwa mereka berdua adalah yang terbaik untuk satu sama lain, dan mereka pun tidak ragu untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Mau tahu detail ceritanya? Yuk langsung simak saja ulasan The Bride Dept berikut ini.

Perkenalan mereka diawali dari bangku SMP dimana mereka berdua sama-sama bersekolah di SMP Santa Maria, dan sama-sama menjadi Sekretaris kelas saat mereka berdua duduk di kelas 1 SMP, di kelas yang sama. Setelah perkenalan pertama, Florence dan Jason kemudian menjadi teman baik sampai akhirnya mereka berpisah kelas di kelas 2 SMP. Namun saat naik ke kelas 3, mereka kembali dipersatukan di kelas yang sama dan secara tidak sengaja tempat duduk mereka pun berdekatan. Tidak perlu waktu lama, Florence dan Jason kemudian semakin dekat, semakin menemukan banyak kecocokan satu sama lain, dan mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Setelah lulus dari SMP Santa Maria, Florence dan Jason melanjutkan sekolah ke SMA yang berbeda, tetapi mereka berdua berkomitmen untuk tetap melanjutkan hubungan mereka dan menjaga kepercayaan masing-masing meskipun mereka tidak lagi bersekolah di tempat yang sama. Hubungan mereka pun berlanjut sampai mereka berdua lulus SMA, dan akhirnya sampai di momen dimana mereka memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, yaitu jenjang pernikahan. Keseriusan Jason ditunjukkan melalui kedatangan keluarga Jason ke kediaman keluarga Florence pada bulan Mei 2016 untuk melamar Florence secara resmi, yang juga merupakan bulan dimana mereka merayakan tepat 10 tahun bersama. Merasa yakin bahwa Jason adalah pria yang terbaik untuk menjadi pendamping hidupnya, Florence pun menerima lamaran tersebut tanpa ragu.

Setelah terselenggaranya acara lamaran resmi keluarga, Florence dan Jason langsung melakukan persiapan untuk menyambut acara pernikahan mereka, yang menjadi momen terpenting bagi keduanya untuk memulai kehidupan baru sebagai sebuah keluarga. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah menentukan konsep dan tema acara. Untuk menentukan konsep dan tema acaranya, Florence dan Jason mulai dengan sama-sama mencari tahu apa hal yang mereka berdua sukai sebagai pasangan, dan karena Florence dan Jason menyukai hal-hal yang simple, mereka berdua akhirnya sepakat untuk mengangkat konsep simple dengan sentuhan warna hitam dan putih.

Konsep simple tersebut mereka angkat untuk kedua acara utama, yaitu Holy Matrimony dan juga resepsi. Untuk acara Holy Matrimony, konsep yang diangkat adalah simple dengan dominasi oleh warna putih sehingga memberikan kesan yang lebih natural. Selain itu, Florence juga menambah sentuhan warna hijau dengan bunga-bunga yang didominasi warna putih. Untuk acara Holy Matrimony ini Florence juga meminta vendor dekorasi untuk menambahkan dekorasi berupa lilin-lilin yang memberikan kesan dan membangun suasana yang lebih sakral selama acara berlangsung.

Sedangkan untuk acara resepsi, dekorasi ruangan lebih didominasi oleh warna hitam yang mengangkat tema abad pertengahan untuk menambah kesan mewah dan elegan, tentunya tanpa meninggalkan konsep simple yang menjadi tema utama acara ini. Khusus untuk acara resepsi, Florence juga meminta bantuan dari pihak vendor dekorasi untuk menambah unsur warna gold yang semakin mempercantik suasana, dipadukan dengan warna hitam dan putih. Tidak lupa, Florence juga tetap memasukkan warna hijau pada tanaman dengan bunga-bunga berwana putih yang memberikan kesan natural namun tetap terlihat cantik dan elegan.

Tidak hanya dekorasi ruangan yang berkesan simple namun tetap terlihan cantik dan elegan, wedding dress yang dikenakan Florence juga sangat simple namun terlihat sangat cantik dengan aksen mermaid di bagian belakang. Untuk wedding dress yang dikenakannya, Florence mempercayakannya kepada desainer Soko Wiyanto yang berhasil membuat wedding dress yang sangat cantik dan elegan sesuai dengan impian Florence. Sejak awal, Florence mempercayakan desain dan detail gaunnya pada Soko Wiyanto, yang terpenting baginya adalah ia menginginkan gaun yang simple sesuai dengan konsep keseluruhan acara, namun tetap terlihat elegan dan cantik.

Bagi Florence dan Jason, acara pernikahan mereka bukan hanya sekedar momen perayaan saja, namun yang lebih penting pernikahan ini juga merupakan awal bagi mereka berdua untuk memulai kehidupan baru setelah menjalani hubungan pacaran selama sepuluh tahun. Telah saling mengenal selama kurang lebih satu dekade, Florence tentunya telah mengetahui banyak hal mengenai Jason, termasuk selera musik Jason yang menurut Florence cukup bagus, dan akhirnya Florence mempercayakan pilihan lagu yang diputar selama acara kepada Jason. Menurut Florence, lagu yang dipilih oleh Jason sangat sempurna dan berhasil membuat suasana semakin tidak terlupakan. Salah satu momen yang paling berkesan bagi Florence adalah saat mereka berdua memasuki ruangan resepsi dengan diiringi oleh lagu yang berjudul Everlong dari Foo Fighters, yang bahkan semakin terdengar indah dengan diiringi oleh electric guitar.

Berikut 3 vendor pilihan Florence untuk acara pernikahannya:

  1. Artea Wedding Organizer

“Manajemennya sangat baik dan rapi, di hari-H semua proses dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.”

  1. Vica Decor

“Pihak Vica Decor sangat bisa berkomunikasi dengan baik untuk membahas mengenai hal-hal yang kami inginkan. Selain itu, detail dekorasi juga bagus.”

  1. Dasa Catering

“Menu makanannya unik, rasa makanannya enak dan presentasinya juga bagus”

Selain itu, tidak lupa Florence juga memberikan tips singkat untuk kamu, para brides-to-be yang saat ini sedang mempersiapkan acara pernikahan:

“Dibawa santai saja, tetapi tetap dipersiapkan dengan baik, dan jangan sampai stress.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *