Foto Prewedding yang Menampilkan Ragam Budaya Indonesia dan Tetap Terlihat Modern

By Pravita Hapsari on under How To

Belakangan ini banyak para calon pengantin yang mengangkat budaya Indonesia dalam acara pernikahannya termasuk pasangan Alex dan Avina. Untuk foto prewedding ini, mereka berdua ingin menampilkan kebudayaan Indonesia yang tetap terlihat muda dan modern tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia. Didiet Maulana, seorang desainer yang lekat dengan kreasinya dalam membuat busana tradisional Indonesia ini dipilih sebagai stylist untuk membantu mewujudkan konsep mereka dalam foto prewedding ini.

Konsep foto secara keseluruhan adalah ingin memperlihatkan tampilan busana Indonesia dengan berbagai macam gaya, dan Didiet Mauluna membawa empat tampilan busana berbeda yang terlihat sangat Indonesia dan modern.

Pertama, inspirasi tampilan busana klasik yang datang dari foto-foto zaman kakek atau nenek kita ditahun 1940 – 1950 atau retro Indonesia. Dimana yang pria memakai jas dan wanita memakai kebaya bercorak dipadukan dengan kain dan selendang, tahun ini selendang coba diangkat oleh Didiet sebagai salah satu elemen pelengkap berbusana saat mengenakan kebaya.

Lalu tampilan busana Jawa, dimana Avina mengenakan kebaya putih dengan potongan kutu baru dipadukan dengan kain batik prada dengan tampilan klasik. Sanggulnya dibuat seperti sanggul ala kraton pada masa silam hasil dari riset yang dilakukan Didiet pada budaya Indonesia, dimana bagian atasnya tidak terlalu disasak tinggi dan sanggul dibiarkan besar jatuh diatas bahu.
Tampilan untuk Alex, beskapnya sendiri terinspirasi dari para bangsawan di Jawa. Dengan warna putih gading yang dalamnya dibuat seperti tuxedo shirt yang merupakan ciri percampuran kebudayaan antara Eropa dan Jawa. Ia juga mengenakan topi klasik yang biasa digunakan oleh para pengantin zaman dulu bernama kuluk, tapi saat ini juga masih digunakan karena sentuhan klasiknya sangat indah. Semuanya dipadukan dengan sangat baik, agar tampilannya tetap maskulin dan indah.

Avina menggunakan kebaya bukaan belakang yang terinspirasi dari baju kurung, dengan tampilan peranakan. Dipadukan dengan kain jumputan, yang mana zaman dulu sering digunakan serta menggunakan aksesoris seperti gelang, kalung berbentuk biji-bijian yang terbuat dari emas ditambah dengan sanggul yang disesuaikan agar tampilan terlihat fresh.
Alex menggunakan jas luar potongan panjang warna merah maroon agar serasi dengan Avina yang terinspirasi dari Sumatera, dengan belt sebagai aksen.

Tampilan terakhir, Avina dan Alex menggunakan kain Tenun yang berasal dari Kalimantan dan Sumba. Tampilannya sendiri dibuat sangat Indonesia, lalu padu padannya merupakan hasil riset dari Didiet beberapa tahun belakangan ini ke berbagai daerah di Nusantara. Tampilan ini memberikan kesan “power couple“, dengan tampilan fresh dan young.

Didiet Maulana juga menjelaskan untuk menampilkan budaya tradisional Indonesia agar terlihat lebih modern ini bisa diwujudkan dengan proses padu-padan yang baik.

“Kalau ingin menampilkan Indonesia ini tidak harus sesuai pakem, tetapi bisa juga kita mix & match dengan berbagai twist. Twist-nya ini memang harus dipelajari, sehingga bisa tahu apa yang ditampilkan menjadi terlihat berbeda. Contohnya, modifikasi dari angkin pada kebaya kutu baru yang biasanya menggunakan kain jumputan bisa diganti dengan bahan lain. Tetapi ketika kita memadupadankan modifikasi ini juga jangan sampai melanggar aturan yang sudah pakem,” kata Didiet.

Didiet juga memberikan saran yaitu untuk mengetahui hal tersebut, seorang desainer atau stylish memang harus mempelajarinya. Karena ketika kita berbicara tentang budaya Indonesia, maka kita akan berhadapan dengan cerita-cerita zaman dahulu sebagai awal mulanya dan pakem apa yang boleh atau tidak digunakan. Jangan sampai salah atau maknanya menjadi berbeda seperti membuat satu tampilan dengan menggunakan kain yang motifnya dipilih asal malah bertujuan untuk kematian atau kedukaan yang  harusnya memilih motif yang melambangkan kebahagiaan dan memiliki makna baik untuk foto prewedding seperti ini atau pun untuk acara pernikahan. Di Indonesia ini, banyak sekali harapan-harapan dan doa-doa yang dituangkan dari motif-motif kain baik itu untuk batik atau tenun ikat.

Shop