Dari Tinder Hingga ke Pernikahan Romantis

By Valeska on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Malam Badaka

Venue Cempaka Room, Istana Sahid Apartment

Event Styling & Decor Mawar Prada

Photography Dekraft

Make Up Artist Vizzya

Wedding Reception

Venue Intercontinental Midplaza Hotel

Event Styling & Decor Mawar Prada Decor

Photography Dekraft

Bride's Attire Jeffry Tan

Make Up Artist Lala Barbie

Wedding Organizer INARA

Wedding Entertainment Major Seventh

Pertemuan dengan pasangan hidup bisa terjadi di mana saja dan kapan saja dengan cara yang tidak terduga, seperti Maqeba dan Irvan yang bertemu melalui Tinder. Dalam wawancaranya dengan tim The Bride Dept, Maqeba bercerita bahwa awalnya ia menggunakan Tinder hanya untuk iseng. “Aku menggunakan Tinder sejak tinggal di Singapura untuk menambah teman. Di Jakarta pun aku hanya iseng saja ingin menambah teman baru, karena aku sama sekali ngga tertarik pacaran,” jelas Maqeba. Melalui aplikasi mobile yang menggunakan sistem location-based ini, Maqeba dan Irvan menjadi “match” (saling klik “like” sehingga memungkinkan untuk berkirim pesan) dan Irvan langsung mengirim pesan kepada Maqeba. Perkenalan tersebut berlanjut dengan obrolan melalui WhatsApp dan keduanya pun sepakat untuk bertemu. Pertemuan mereka adalah titik awal kisah pasangan ini dimulai, siapa sangka dari tinder hingga ke pernikahan romantis yang indah. Yuk, simak perjalanan kisah mereka!

Sebelum bertemu, Maqeba menyangka bahwa Irvan memiliki darah Arab, sedangkan Irvan menyangka Maqeba memiliki postur yang tidak terlalu tinggi. Ketika akhirnya bertemu, keduanya sama-sama kaget karena dugaan mereka salah (Irvan berasal dari Aceh dan Maqeba memiliki postur yang cukup tinggi). Hal tersebut menjadi kenangan lucu yang Maqeba ingat hingga kini. Pertemuan pertama mereka juga berlangsung di luar dugaan, karena mereka mengobrol hingga 3 jam lamanya. “Sejak awal, aku sadar bahwa bisa saja pertemuanku dengan Irvan ngga berjalan lancar, jadi aku ngga ada persiapan khusus. Aku juga ngga merasa nervous, karena niatku juga hanya menambah teman. Ternyata kami mengobrol non-stop sampai 3 jam and we can’t deny the chemistry!” kenang Maqeba.

Hubungan Maqeba dan Irvan bisa dibilang cukup unik, karena, menurut Maqeba, keduanya tidak berpacaran. “Kami saling menyayangi dan saling menghormati, tetapi kami ngga memberikan “label” tertentu pada hubungan kami. Kata orang kan, kalau sudah ketemu jodoh, kita pasti merasa yakin. Nah, itulah yang aku rasakan. Irvan juga mampu membuatku mendekatkan diri kepada Tuhan. Itu yang paling inspiratif dari Irvan dan itu yang membuatku merasa yakin bahwa Irvan adalah jodohku,” cerita Maqeba. Irvan juga tidak mengadakan proposal yang romantis, namun Irvan bertanya kepada Maqeba, apakah terlalu cepat jika Irvan jika Irvan ingin menikahi Maqeba, karena Irvan merasa bahwa Maqeba adalah jodohnya. Irvan bahkan juga bertanya ia terlalu cheesy karena telah menanyakan hal tersebut. So sweet of him, ya!

Sebagai seseorang yang berketurunan Yaman dan Minang, Maqeba mengadakan beberapa prosesi adat dalam rangkaian acara pernikahannya. “Karena ayahku keturunan Yaman, aku mengadakan Malam Badaka. Dalam Malam Badaka, ada ritual pemasangan henna diiringi musik gambus ala Arab. Aku juga dilepas secara adat dalam Malam Bainai dan Irvan menerima gelar Minang saat Tagak Gala,” demikian kata Maqeba. Khusus untuk akad nikah dan resepsi, Maqeba dan Irvan telah sepakat untuk mengambil tema classic black and white, karena kedua warna tersebut adalah warna kesukaan Maqeba dan memiliki kesan elegan saat dikombinasikan. “Kalau kata Irvan sih, sebetulnya tema tersebut terinspirasi dari wardrobe-ku karena aku pakai warna hitam terus hahaha,” ujar Maqeba sembari tertawa.

Akad nikah yang berlangsung di mesjid dekat rumah Maqeba merupakan impian Maqeba sejak kecil, sehingga ia sangat bersyukur karena impiannya terwujud. Prosesi ijab kabul saat akad nikah menjadi momen yang paling dikenang oleh Maqeba, karena Maqeba sangat terharu karena ayahnya masih sanggup melafaskan kalimat ijab dalam Bahasa Arab dan Irvan pun mampu dengan lancar menjawabnya. Maqeba juga sangat bersyukur karena keluarga besarnya dapat berkumpul dalam pernikahannya.

Maqeba juga memiliki beberapa hal yang memorable saat resepsi pernikahannya, antara lain adalah Jeffry Tan, teman baiknya, yang membuatkan wedding dress sesuai dengan kepribadian Maqeba, dan Kevin, sahabat Maqeba yang mengiringi first dance dengan menyanyikan Thinking Out Loud-ya Ed Sheeran.

Bagi brides-to-be, Maqeba berpesan, “Akan ada saat-saat di mana apa yang kita rencanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, tetapi ingat saja bahwa hari pernikahan kamu akan menjadi hari yang kamu kenang selamanya. Ingatlah bahwa sosok yang berada di samping kamu, yang kamu banggakan menjadi suami kamu, adalah the love of your life,”.

Top 3 vendors pilihan Maqeba:

  1. INARA Wedding Organizer, karena kerja mereka sangat well-organized. Mereka bahkan menggunakan timetable sejak hari pertama planning dan menurutku itu krusial. Mereka juga rela melakukan usaha ekstra dengan mendatangi kantorku untuk meminta persetujuanku.
  2. Dekraft, karena mereka berhasil menangkap momen-momen dan detail-detail penting dalam rangkaian acara pernikahanku. Foto-foto candid mereka juga sangat bagus!
  3. Mawarprada, karena mereka mampu mengombinasikan elemen klasik seperti mutiara dan cermin yang membuat venue pernikahanku menjadi sangat indah. Tema classic black and white yang aku minta tidak mudah, tetapi mereka mampu memenuhi permintaanku dengan sangat baik.