Fun Engagement Session ala Junior Lim dan Putri Titian

By Rebebekka on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Bantu Dekor

Photography RYM Photography

Kebaya Dieva Ipeh

Make Up Artist Apriliza Neosevituri

Catering Umara Catering

Seserahan Rose Arbor Seserahan

Wedding Organizer Bantu Manten

Tentu kalian sudah tidak asing bukan melihat pasangan jenaka ini. Kabar bahagia baru saja datang dari Putri Titian dan Junior Lim yang baru saja melangsungkan acara lamaran di kediaman Putri Titian.

Tian dan Jun, begitu panggilan mereka, bertemu pertama kali di lokasi syuting. Tian sendiri sudah lupa bagaimana cerita pertemuan pertama mereka. Namun yang Tian ingat adalah mereka semakin dekat ketika Tian secara tidak sengaja memberi “like” pada salah satu postingan Jun di Line dan kemudian Jun mengajak Tian ngobrol via Line. Dari situ mereka semakin dekat dan kemudian pacaran sampai dua tahun lamanya hingga acara lamaran yang baru saja berlalu.

Tian bercerita bahwa Jun bukan tipe pasangan yang romantis, namun ternyata tanpa sepengetahuan Tian, Jun sudah mempersiapkan cincin untuk melamar Tian secara personal.

“Sebenarnya sebelum Jun propose aku, kita habis berantem dan diem – dieman. Selama masa pacaran, kita tidak pernah diem – dieman selama itu karena setiap ada masalah pasti langsung diselesaikan. Tadinya aku pikir Jun bakal menyerah dengan hubungan kita. Ternyata besoknya, pagi – pagi sekali dia sudah ada di depan rumah. Jun cerita kalau selama kita diem – dieman, dia beli cincin buat lamar aku. Dulu, Jun pernah minta foto aku yang kelihatan jarinya. Waktu dia minta foto itu, aku ga ngeh foto itu buat apa. Ternyata foto itu dipakai Jun untuk menunjukkan mba toko emasnya seberapa besar jariku, hahaha. Jun melamar aku di dalam mobil. Saat Jun propose dan memasukkan cincinnya ke jari, cincinnya malah jatuh ke bawah jok mobil! Akhirnya kita malah repot mencari cincinnya dan saling menyalahkan siapa yang bikin cincin itu bisa sampai jatuh. Sweet momennya jadi buyar, hahaha!!” kenang Tian.

Setelah Jun melamar Tian, keluarga besar mereka mengadakan pertemuan dan sepakat untuk menggelar acara lamaran sebulan setelah pertemuan tersebut. Tian dan Jun sepakat untuk meminta bantuan dari WO Bantu Manten. Hal ini didasarkan pada ketidaktahuan mereka bagaimana proses lamaran harus berlangsung karena dari kedua belah pihak keluarga baik Tian dan Jun baru pertama kali menggelar acara lamaran. Semua kelangsungan acara maupun detail dekorasi sudah dipersiapkan oleh Bantu Manten. Namun ada satu detail dekorasi yang sangat cantik serta menyita perhatian yaitu white flower wall yang ternyata dibuat sendiri oleh Tian.

“Ini adalah bagian paling drama. Aku suka sekali dengan hal yang berbau DIY jadi aku putuskan untuk membuat paper flower wall sendirian. Dari awal Arvy, sahabat aku dari tim Bantu Dekor dan Jun sudah kasih tahu kalau tidak akan mungkin bisa membuat paper flower wall sebanyak itu dalam waktu 10 hari.  Aku tetap kekeuh untuk buat paper flower wall sendiri tanpa bantuan orang lain maupun dari tim Bantu Dekor. Jadilah dalam 10 hari aku mengejar target untuk membuat 100 paper flowers. Aku browsing via Pinterest dan tutorial di Youtube. Jun temanin beli kertas kartonnya  di grosir pasar pagi Mangga Dua, seru sih bisa ke pasar bareng pacar! Bikinnya itu lumayan ribet karena pake alat seadanya dan ada kegiatan shooting yang menyita waktu. Akhirnya aku sering bohong ke Jun, bilangnya tidur padahal begadang sampai pagi ngerjain flower wall. Alasan aku bikin flower wall sendiri karena aku mau tunjukkan kepada Jun kalau aku bukan orang yang malas. Jun suka sekali bilang kalau aku itu pemalas, hahahaha, ga deng! Aku bikin itu supaya bisa diingat terus sampai kakek nenek lamarannya seperti apa,” cerita Tian bersemangat.

Tidak hanya dekorasinya yang cantik, namun kebaya yang dikenakan Tian juga tidak kalah menawan. Walaupun pada awalnya Tian tidak ingin memakai kebaya karena merasa akan ribet dan sesak, namun pada akhirnya Tian ditemani Jun pergi ke Pasar Majestik untuk mencari bahan kebaya. Psst! ternyata Junior Lim selalu setia menemani Tian kemanapun dalam persiapan lamaran ini ya brides! Sweet banget ya! “Setelah mencari – cari bahan yang aku mau, aku malah ketemu dan jadi suka sama bahan tempelan bunga bunga 3D. Walaupun belum tahu bisa atau tidak dan jadinya akan seperti apa, aku nekat membelinya dan membawanya kepada Mba Dieva. Mba Dieva pun akhirnya menambahkan bahan untuk dasarnya dan ditempel dengan bunga – bunga yang aku beli tadi. Alhamdulillah setelah jadi aku senang lihat hasilnya, tetap playful walaupun itu kebaya,” kata Tian lagi.

Dalam acara lamaran ini, Jun tidak lupa membawa seserahan untuk Tian. Lucunya dalam seserahan tersebut Jun menyertakan banyak makanan karena Jun tahu kalau Tian itu suka sekali makan. Selain makanan dan barang kesukaan Tian lainnya, Tian sangat senang menerima karakter Bing Bong dalam film Inside Out dalam salah satu seserahannya. Sudah lama Tian mengidamkan boneka Bing Bong yang bisa bersuara. Setelah menerima seserahan dari Jun, Tian pun memberikan seserahan balik kepadanya. Tian memberikan satu set jas dengan kacamata dan sepatu bola yang sudah lama diincar oleh Jun beserta bola kecil dengan logo tim bola kesayangannya.

Tian bahagia karena semua rangkaian acara berjalan lancar dan banyak yang datang untuk mendoakan mereka lancar sampai ke jenjang berikutnya. Walaupun pada persiapannya Tian merasa cukup heboh sampai – sampai pada jam 10 pagi Tian belum juga mandi padahal jam 11 acara lamaran akan dimulai. Bocoran dari Tian juga, bahwa sebenarnya pada saat acara lamaran Jun agak mengantuk dan “mengawang – awang” karena sebelum acara Jun sempat meminum obat batuk.

Menutup cerita, Tian dan Jun tidak lupa memberikan pesan kepada pembaca The Bride Dept dalam mempersiapkan acara lamaran.

Junior Lim:

“Dalam mempersiapkan lamaran, buatlah keputusan pada saat sudah benar – benar siap serta yakin that she’s the one dan jangan minum obat batuk saat acara lamaran.”

Putri Titian:

“Persiapan lamaran ini sebenernya ini tes awal kalian membangun rumah tangga bersama pacar. Karena dalam persiapan lamaran ini saja aku dan Jun banyak berantemnya untuk memutuskan ini dan itu. Karena persiapannya kami atur berdua. Jadi disini akan ketahuan kalau pasangan itu bisa kerja sama atau tidak. Kalian akan banyak melakukan keputusan berdua dan secara tidak sadar hubungan kamu sama pasangan kamu semakin dekat. Yang terakhir, cobain deh main ke pasar bareng sama pasanganmu untuk sekedar cari-cari kebutuhan lamaran. Ternyata pasar bisa juga jadi tempat nge-date yang seru!”

Top 3 vendor pilihan Tian dan Jun

1. Bantu Dekor dan Bantu Manten

“Dari awal memang aku sudah memilih Bantu Dekor untuk membantu dekor acara lamaran ini karena mereka punya sesuatu yang unik dan tidak pasaran. Ide mereka selalu bikin aku tersenyum, sederhana namun cantik. Untuk Bantu Manten sendiri mereka bisa menjadi penengah untuk mencari solusi saat keinginan aku dan Jun bentrok.”

2. Umara catering

“Selain rasanya enak, dekorasi meja mereka itu tidak jadul menurutku. Jadi bikin selera makan nambah. Dan kemarin waktu lamaran mereka kasih bonus beberapa pilihan puding, jadi seneng deh!”

3. Rym photography

“Mereka bisa komunikasi dengan baik dan hasil fotonya mendekati apa yang kita mau. Mereka mau untuk dibaweli sama ide ide kita.”

×