Lamaran Adat Jawa dengan Sentuhan Keemasan

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Classy Decoration

Catering Lastri

Photography Fotologue

Kebaya Agung Tailor

Ayu selalu berkata bahwa lamaran-nya ini adalah lamaran dengan modal nekad. Hal ini dikarenakan kedekatannya dengan Hendra baru berlangsung selama 3 bulan. Mereka bertemu di rumah sakit yang sama, di mana keduanya sedang menjalani co ass. Sebelumnya Hendra sudah pernah menyatakan cinta hingga 4 kali tetapi selalu ditolak oleh Ayu, sehingga akhirnya Hendra pun memutuskan untuk langsung melamarnya!

Ketika mengajak Ayu menikah, Hendra tidak mempersiapkan apapun. Ajakannya pun sangat simple, yaitu di dalam mobil. Seperti yang dilakukan oleh pria-pria biasanya, Hendra juga meminta restu dari kedua orang tua Ayu. Sayangnya, permohonan itu ditolak karena orang tua Ayu merasa bahwa mereka belum cukup dewasa untuk ke jenjang pernikahan. Tetapi Hendra berhasil meyakinkan orang tua Ayu bahwa mereka sanggup dan mampu untuk ke tahap selanjutnya. Ayu sendiri mengaku bahwa ia sangat kaget dengan keberanian Hendra untuk langsung berbicara kepada sang mama papa.

Untuk acara lamaran ini, Ayu dan Hendra kompak untuk menggunakan busana bewarna emas.  Tidak hanya itu, mereka juga menambahkan sesuatu yang bernuansa Jawa, sesuai dengan asal kedua belah pihak. Ayu mengenakan kebaya dengan model kutu baru dan Hendra mengenakan beskap dengan blankon. Agar acara ini terlihat lebih meriah, mereka pun memberikan warna-warna tertentu kepada teman-teman mereka. Seperti kuning untuk teman SMA Ayu, biru dan batik untuk teman kuliahnya, sedangkan warna putih dikhususkan untuk teman-teman Hendra. Hal ini membuat banyak tamu mengira bahwa ini merupakan resepsi pernikahan mereka.

Bagi Ayu, acara lamaran ini sangatlah spesial baginya karena selain ini adalah tahap awal menuju pelaminan, hari lamaran juga jatuh tepat pada hari ulang tahunnya. Ia mengaku proses pertukaran cincin adalah highlight dari lamaran mereka ini. Selama ini dirinya selalu merasa risih dengan cincin, akan tetapi perasaan risih itu hilang seketika ketika Hendra menyematkan cincin ke jari manisnya.

Dari seluruh vendor yang ia gunakan untuk acara lamaran, Ayu sangat merekomendasikan Lastri Catering. Selain makanan yang enak, Ayu pun mengaku pihak Lastri Catering pun sangat sigap dalam menangani tamu. “Pokoknya top banget deh!” ungkap Ayu.

Pesan Ayu untuk para calon pengantin yang sedang menyiapkan acara lamaran adat Jawa adalah untuk tidak menunda-nunda meeting dengan vendor karena waktu berjalan dengan sangat cepat. Ia pun berpesan untuk selalu memohon restu dari orang tua.

×