Andra Alodita: 6 Things to Discuss Before Getting Married Pt. 2

By The Bride Dept on under How To

Nah kemarin kan kita sudah membas 3 dari 6 hal penting untuk dibahas dengan pasangan sebelum menikah. Hari ini kita juga akan membahas hal lainnya yang nggak kalah penting untuk dibahas! Ya, 3 hal lainnya ini juga masih merupakan hasil cerita Andra Alodita, sang lifestyle blogger yang cerita hidupnya sangat  inspiring dengan The Bride Dept lho! Yuk let’s hear what Andra has to say for this topic!

Pssst.. Kalau kamu belum baca yang 3 hal pertama kemarin, langsung klik di sini ya!

4. Rencana Jangka Panjang

Tanyakan kepada pasanganmu, how do you see yourself in 5 years or 10 years? Lewat pertanyaan ini, Anda bisa mengetahui rencana dan mimpi pasangan Anda, dan juga bisa mendiskusikan bagaimana cara mencapainya. Dengan mengetahui rencana jangka panjang pasangan Anda, tentunya Anda bisa mem-supportnya untuk mewujudkan rencana-rencana tersebut. Dan begitu juga sebaliknya. Tentu saja, pasti ada rencana-rencana yang mungkin tidak sejalan dengan Anda – but it’s okay to disagree.

Waktu yang paling tepat untuk mendiskusikan rencana jangka panjang dengan pasangan saya biasanya setelah pergantian tahun baru dan kami selalu meluangkan waktu seperti ini sejak berpacaran. Kami meluangkan waktu untuk berdiskusi berdua, sambil mengeluarkan catatan-catatan mengenai rencana kami untuk tahun-tahun ke depan. Tujuan kami membahas rencana jangka panjang adalah saling membantu satu sama lain untuk mewujudkan rencana tersebut, sekaligus berdiskusi apakah rencana tersebut bisa tercapai dengan segala kemampuan dan keadaan kami. Memang rencana hanya rencana, Tuhan yang menentukan. Tapi lewat diskusi ini tentunya masing-masing bisa

Diskusikan hal ini dan cari solusi agar kedua belah pihak mendapatkan solusi yang baik.

5. Tempat Tinggal

Ingin tinggal dimana setelah menikah? Apakah tinggal sendiri atau masih bersama orang tua? Jika tinggal sendiri, bagaimana dengan pengelolaan uang untuk menyicil rumah? Tentunya dengan mempunyai tempat tinggal sendiri, lebih banyak lagi yang harus dipersiapkan dalam hal materi, fisik dan mental. Tapi jika tinggal dengan orang tua/mertua, apakah Anda siap untuk berbagi dengan orang lain? Memang ada baiknya untuk pasangan yang baru menikah untuk langsung ‘lepas’ dari rumah orang tua. Tapi banyak juga yang menikah sampai 5 tahun pun, masih tetap tinggal dengan orang tua. Saya dan suami punya tempat tinggal sendiri, tapi kami sepakat untuk menginap bergantian untuk menemani orang tua kami setiap 2 hari dalam seminggu. Hal ini bagi kami sangat adil, berhubung orang tua kami dari pihak masing-masing sering kesepian. Saat kami menginap, kami bisa membantu orang tua mulai dari menemani ngobrol, beres-beres rumah dan yang paling penting, mengobati rasa kangen dengan orang tua.

6. Anak

Masalah anak bukanlah hal yang harus dibicarakan ‘nanti-nanti’ atau setelah menikah, tapi justru sebelum menikah. Wajar saja kok bila kita memikirkan soal anak sebelum menikah. Apakah Anda dan pasangan menginginkan momongan? Kalau iya, ingin punya anak berapa? Hal ini juga berpengaruh ke poin-poin di atas, tentunya dengan punya momongan, semua akan berubah. Mulai dari waktu, finansial, karier sang istri hingga quality time untuk berdua. Tak ada salahnya juga untuk sedikit ‘menunda’ agar pasangan suami-istri juga bisa beradaptasi dengan dunia pernikahan. Soal anak tentunya harus dibicarakan dengan detail, jangan sampai salah satu dari pasangan merasa keberatan karena kehadiran si kecil. Tentunya persamaan prinsip, prioritas dan pembagian tanggung jawab sangat berpengaruh nantinya untuk mengurus dan membesarkan anak.

Kira-kira dari poin-poin di atas, sudahkah Anda mendiskusikannya dengan pasangan? Jika belum, jangan ditunda-tunda ya. Good luck!