Hal yang Harus Dibahas Sebelum Menikah

By Rebebekka on under How To, Relationship

“We need to talk.”

Konon katanya, kalimat tersebut merupakan ucapan yang paling takut didengar dari pasangan. Ketika mendengarnya kita selalu berasumsi akan ada hal yang tidak enak untuk dibicarakan, dan memang biasanya seperti itu. Namun sebenarnya, setelah terjadi lamaran atau proposal yang romantis, kita wajib mengajak pasangan kita untuk ngobrol dan berdiskusi tentang banyak hal sebelum pernikahan itu sendiri. Hal – hal yang dibahas bukan lagi perihal yang manis – manis namun juga pahit – pahitnya yang mungkin akan terjadi dalam kehidupan rumah tangga kelak. Walaupun pahit namun tetap harus dibicarakan secara jelas dan terbuka. Apa saja poin – poin pembicaraannya, berikut 4 hal yang harus dibahas sebelum menikah.

1. Tinggal Di Mana dan Dengan Siapa

Setelah menikah, mau tinggal di mana? Hal tersebut adalah pertanyaan yang harus jawab bersama pasangan. Sebelumnya The Bride Dept pernah membahas pilihan-pilihan tempat tinggal, beserta keuntungan dan kelebihannya. Mungkin kamu bisa menjadikan artikel tersebut sebagai guideline saat kamu berdiskusi dengan pasangan kamu.

Masalah yang biasanya timbul adalah ketika ada pihak, seperti orang tua atau saudara, yang ingin ikut menetap bersama kamu setelah menikah. Nah, hal tersebut juga harus dibicarakan sedari awal lho karena biasanya bisa menimbulkan konflik.

2. Pengaturan Keuangan

Sebelum memasuki tahap pernikahan, sebaiknya kita dengan pasangan sudah terbuka mengenai masalah ini. Kamu dan pasangan sudah harus tahu dengan jelas berapa jumlah pendapatan masing – masing dan akan seperti bagaimana pengaturannya kelak. Bicarakan juga kapan kalian akan memiliki rumah, mobil dan urusan lainnya yang menyangkut masalah finansial. Apabila ada keluarga yang setelah terjadi pernikahan masih menjadi tanggungan biaya juga harus dikemukakan dari awal.

3. Anak

Dengan adanya pernikahan, kamu dan pasangan sudahlah lengkap. Namun kehadiran anak akan memperluas kebahagiaan kalian sebagai pasangan. Di sini kalian bisa membicarakan dan memutuskan apakah akan memiliki anak atau tidak? Kapan kalian ingin menghadirkan anak dalam pernikahan? Berapa jumlah anaknya? Apakah kalian akan mengadopsi jika ternyata tidak bisa memiliki anak? Semua itu harus dibicarakan secara terbuka di awal pernikahan ya.

4. Perbuatan yang Tidak Dapat Ditorelir

Ini bisa menjadi semacam perjanjian pernikahan antara kalian berdua. Tidak akan ada pasangan yang membayangkan apalagi menginginkan sebuah perpisahan. Namun setiap individu memiliki batas – batas atau prinsip hidup yang merupakan “harga mati” bagi mereka. Seringkali ketika batas itu dilewati maka seseorang bisa memutuskan untuk berpisah dengan pasangan. Ada baiknya hal – hal yang menjadi batasan kita diutarakan sejak awal. Begitu juga batasan dari pasangan yang harus kita ketahui dengan jelas. Misalkan saja dalam pernikahan kalian tidak boleh sedikitpun ada kekerasan atau perselingkuhan dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan perpisahan. Utarakan sejelas – jelasnya dengan pasangan kita.

Semua bahasan tersebut memang sensitif dan tidak menyenangkan untuk dibicarakan. Seringkali kita menghindarinya agar semua terlihat damai – damai saja. Namun hal ini harus dilakukan agar semua menjadi jelas sebelum memulainya. Lebih baik pahit di awal namun manis saat menjalaninya. Tetapi satu yang harus kamu ingat ya, brides, yaitu bicarakanlah semuanya dengan kepala dingin! Good luck!

Shop