Haruskah Menceritakan Masalah Keluarga Kepada Wedding Organizer?

By alandakariza on under How To

Setiap keluarga tentu memiliki masalahnya sendiri. Tidak jarang, masalah ini memiliki efek tertentu terhadap pernikahan. Misalnya, orangtua sudah bercerai dan masing-masing sudah menikah lagi, sehingga ada keluarga yang jadi menyelenggarakan dua macam acara resepsi — atau masing-masing orangtua tidak nyaman berdiri dengan satu sama lain di pelaminan. Bisa juga, calon mempelai memiliki perbedaan keyakinan atau latar belakang budaya dan ada anggota keluarga yang kurang setuju soal pernikahannya.

Haruskah menceritakan masalah keluarga seperti yang disebutkan kepada wedding organizer? Menceritakan hal seperti ini bisa menjadi sangat menantang, apalagi terhadap pihak yang belum kita kenal dekat seperti vendor. Padahal mungkin teman dekat kita pun belum tentu bisa kita ceritakan soal masalah keluarga ini.

Memang tidak semua masalah keluarga harus diceritakan. Namun, jika masalah ini memiliki potensi untuk menimbulkan efek tertentu terhadap acara pernikahan, kita harus menceritakannya kepada wedding organizer.

Wedding organizer harus mengetahui masalah seperti ini agar bisa mengetahui cara untuk berinteraksi dengan keluarga. Masalah keluarga, apapun itu, pasti sifatnya sensitif jika dibicarakan. Wedding organizer akan menghabiskan banyak waktu dengan beberapa orang dari keluarga kita, baik sebelum Hari H, maupun di Hari H. Dengan mengetahui latar belakang masalah yang ada, meski tidak detil, mereka jadi bisa mengetahui apa yang harus dilakukan.

Kita tidak harus menceritakan masalah ini secara detil. Wedding organizer juga pasti maklum jika kita tidak nyaman dalam membicarakan hal ini. Namun, alangkah baiknya jika mereka tetap mengetahui garis besarnya agar bisa menanggapi situasi dengan baik.

Diskusikan dengan pasanganmu soal apa saja hal-hal yang perlu kalian bagi kepada wedding organizer. Jika saudara jauhmu tidak bisa atau tidak berkenan hadir di pernikahanmu, mungkin hal ini tidak perlu diceritakan. Tetapi, jika yang tidak berkenan adalah keluarga dekat seperti saudara kandung atau salah satu orangtuamu, tentunya wedding organizer harus mengetahui hal ini agar tidak ada kesalahan dalam komunikasi, baik dari mereka, maupun dari vendor lain seperti MC pernikahan, misalnya.

Kamu juga bisa berdiskusi dengan wedding organizer jika memiliki masalah yang sulit untuk dihadapi. Misalnya, jika salah satu dari orangtuamu sudah wafat, apakah sebaiknya dilakukan sungkeman dengan kakak kandung, atau mungkin dengan oom/tante? Wedding organizer memiliki berbagai pengalaman serupa dan bisa dibilang lebih tahu bagaimana harus menanggapi masalah-masalah keluarga seperti ini.

Untuk itu, jangan sungkan untuk bersikap lebih terbuka terhadap mereka soal isu-isu yang mungkin akan memberikan “efek” tertentu terhadap acara pernikahanmu.