Heavenly Wedding of Vina and Cipta at Tirtha Uluwatu

By Valeska on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Tirtha Uluwatu

Event Styling & Decor Butterfly Event Styling

Photography Axioo

Videography Axioo

Bride's Attire Esthada Couture

Make Up Artist Jengky Jason

Groom's Attire Atang Tailor

Catering Tirtha Uluwatu

Wedding Organizer Kenisha WO

Wedding Entertainment Eka Acoustic

Wedding Cake Tirtha Uluwatu

Vina pertama kali bertemu Cipta dalam acara pernikahan sepupunya, Nana, yang menikahi kakak laki-laki Cipta pada tahun 2011. Saat itu, Nana bersemangat untuk menjodohkan Vina dengan Cipta, namun karena Vina masih memiliki kekasih dan Cipta masih tinggal di Amerika Serikat, rencana Nana kandas. Dua tahun kemudian, Vina menginap di rumah Nana. Setelah mengetahui bahwa Vina telah berstatus single, Nana kembali bersemangat menjodohkan Vina dengan Cipta. Rupanya, Cipta telah kembali menetap di Indonesia. “Sebetulnya waktu saya menginap di rumah Nana, Cipta udah pesan tiket pesawat ke Bali sama teman-temannya. Surprisingly, dia membatalkan rencananya ke Bali demi ketemu saya. Akhirnya kami ketemu lagi dan sejak saat itu makin dekat.” jelas Vina lebih lanjut.

Vina juga bercerita mengenai cara Cipta melamarnya yang sama sekali tidak ia duga. “Waktu itu saya menghabiskan Malam Natal di rumah Cipta. Kami sedang menonton kartun dan saya menontonnya sambil makan popcorn. Tiba-tiba Cipta berlutut dan melamar saya. Saya sangat terkejut dan tidak menyangka sama sekali sampai-sampai saya langsung menitikkan air mata,” paparnya. Tidak lama setelah dilamar, Vina dan Cipta pun mulai mempersiapkan pernikahan mereka. Vina dan Cipta juga menyepakati untuk menyelenggarakan dua resepsi dengan tema yang berbeda di Solo, kota tempat Vina tinggal, dan di Bali yang sesuai dengan konsep pernikahan yang Vina inginkan.

Sejak dulu, Vina memimpikan pernikahan yang sederhana, intimate, dan memberikan suasana yang heavenly. Maka dari itu, ia menambahkan banyak ornamen unik yang jarang digunakan sebagai dekorasi pernikahan. “Dengan adanya chandelier, sequins, crystal, feather, dan angel’s wings, tentunya suasana terasa lebih heavenly, kan? Meskipun bukan ornamen yang umum digunakan sebagai dekorasi pernikahan, tetapi ornamen-ornamen ini memberikan suasana yang saya inginkan,” tandas Vina. Pemilihan warna putih dan abu-abu yang mendominasi dekorasi pernikahannya juga memiliki makna tertentu. “Putih melambangkan cinta, sedangkan abu-abu melambangkan mendung atau permasalahan. Dalam suatu hubungan, pasti ada permasalahan, tetapi jika kita berhasil menjaga cinta kita, permasalahan yang ada justru memperkuat dan memberi warna pada hubungan kita. Jadi, saya mengaplikasikan warna abu pada stationery, pita-pita, dan dress code untuk memberikan sentuhan bagi putih yang menjadi warna utama dekorasi dan bunga,” kisah Vina. Tanpa Vina sangka, semua tamu datang mengenakan pakaian berwarna abu-abu. Hasil foto dan video pernikahan Vina dan Cipta pun sangat cantik karena keseragaman tersebut.

Tirtha Uluwatu dinilai Vina dapat merepresentasikan konsep pernikahan yang Vina inginkan, terutama lokasi kapelnya yang menghadap laut bebas. “Memasuki kapel rasanya seperti memasuki surga!” ucap Vina bersemangat. Vina mengakui bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama dan langsung meyakini bahwa Tirtha Uluwatu adalah wedding venue yang tepat baginya.

Bagi Vina, mempersiapkan dua resepsi pernikahan memberikan kesulitan yang dua kali lipat pula, terutama karena ia mengatur segala sesuatunya sendiri. “Baik mama saya maupun mama mertua saya tidak ikut campur dan menyerahkan pengaturan semua hal kepada saya. Cipta apalagi, dia cuek banget dan lebih excited mengurus honeymoon. Yang ada di pikirannya cuma showing up di Tirtha Uluwatu pada tanggal 25 April dan showing up di Solo seminggu kemudian. Kami bahkan sering bercanda bahwa pernikahan ini 98% dikerjakan saya dan 2% dikerjakan Cipta hahaha.”

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi Vina akhirnya terbayar dengan kebahagiaan yang ia rasakan pada hari pernikahannya. Tidak hanya bahagia yang ia rasakan karena telah menerima karuna dari Tuhan, tetapi juga sedih karena akan hidup terpisah dari ibunya dan rindu terhadap ayahnya yang telah tiada. “Perasaan saya rasanya campur aduk. Saya sampai menangis saat mendengarkan paduan suara menyanyikan lagu-lagu gereja,” kenang Vina.

Vina juga menceritakan hal lucu yang menimpanya saat ia sedang dirias. “Tiba-tiba mama saya masuk ke ruang rias dalam keadaan panik. Katanya, setelan pakaian untuk keponakan saya yang menjadi pageboy tertinggal di Solo. Saya kecewa karena apa yang sudah saya siapkan malah tertinggal. Saya juga jadi ikutan panik dan pucat. Eh, setengah jam kemudian, Mama masuk lagi ke ruang rias. Ternyata setelan pakaian keponakan saya tidak tertinggal di Solo dan sudah ketemu. Saya spontan menangis bahagia hahaha.”

Sebelum menutup wawancaranya dengan The Bride Dept, Vina berbagi tips-tips persiapan pernikahan bagi pembaca The Bride Dept:

  • Fokuslah pada hal-hal yang krusial terlebih dahulu dan kesampingkan detail-detail yang berpotensi membuat budget bengkak. Always stick to the budget!
  • Buatlah acara yang hangat dan fun, misalnya dengan melibatkan anggota keluarga kalian atau teman-teman untuk memberikan speech atau mengadakan interactive games agar tamu undangan tidak bosan. Kamu juga bisa mingle dengan tamu undangan agar suasana menjadi lebih intimate.
  • Abaikan hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi kamu pada hari H, karena kalau kamu pikirkan malah kamu jadi stress dan tidak menikmati hari pernikahanmu. Ingat, tidak ada yang wedding reception yang 100% sempurna, yang sempurna adalah kamu dan pasanganmu yang berhasil menjadi suami-istri!

Top 3 vendors pilihan Vina:

Esthada Couture

Saya mempercayakan bridesmaid dress, flowergirl dress, wedding dress, dan mother’s dress kepada kakak saya yang merupakan pemilik Esthada Couture dan kakak saya berhasil menyelesaikannya tepat waktu. Tidak hanya itu, semuanya kakak saya kerjakan sendiri dan hasilnya sesuai harapan saya. Saya sangat tersentuh dan bahagia karena saya mempunyai kakak yang sangat berbakat. Saya juga percaya bahwa kakak saya membuatkan semuanya itu dengan cinta.  Dibuatkan dress untuk pernikahan oleh kakak sendiri itu kesempatan langka yang bisa bikin iri banyak orang hahaha.

Axioo

Axioo memiliki tim yang sangat fun! Mereka sangat bersahabat dan bisa membuat klien merasa nyaman. Berbeda dengan vendor lain yang hanya mengarahkan pose, tim Axioo membangun hubungan dengan klien layaknya seseorang membina hubungan dengan sahabatnya. Post-wedding service mereka juga sangat profesional. Ada beragam pilihan layout dan album yang tampilannya sangat kreatif. Orang tua kami bahkan mendapatkan album khusus yang berisikan tiap-tiap highlight dari pernikahan kami.

Butterfly Event Styling

Butterfly Event Styling berhasil membuat wedding reception saya terlihat sangat cantik! Saya benar-benar merasa di surga! Mereka sangat cepat menangkap keinginan dan maksud klien dan bisa memberi masukan juga ide-ide kreatif. Timnya bekerja dengan sangat profesional dan cepat. Komposisi dekorasinya sangat pas, manis, dan cantik. Pokoknya saya sangat puas dengan Butterfly Event Styling!

×