Hidup Terpisah Dari Orangtua Setelah Menikah

Satu hal yang paling berubah setelah menikah adalah kita tidak lagi bergantung kepada orangtua. Meninggalkan rumah orangtua untuk hidup bersama suami menjadi suatu pengalaman baru yang sungguh mendebarkan. Di awal pernikahan saya sempat takut dan khawatir bagaimana menjalani hidup saya tanpa mama yang selalu mendampingi dan memenuhi kebutuhan saya. Membedakan antara lada dengan ketumbar saja saya masih sulit, bagaimana saya bisa memasak untuk suami saya. Masih banyak lagi kekhawatiran yang berkecamuk dalam diri ketika akan hidup berpisah dari orangtua setelah menikah.

Meskipun begitu, hidup berpisah dengan orangtua setelah menikah memiliki keuntungan dan banyak pelajaran hidup, antara lain :

1. Bebas Berekspresi

Dengan tidak tinggal bersama orangtua/mertua setelah menikah, kamu bebas melakukan apa yang kamu inginkan sekaligus belajar memainkan peranan kamu sebagai istri. Bebas mengatur menu masakan, bebas mengatur letak furniture di dalam rumah dan lainnya. Selain itu, seperti kita ketahui, sebagai pengantin baru tentu kamu sedang mesra – mesranya dengan suami. Kamu tentu lebih bebas berekspresi jika tinggal berdua saja dengan suami dibanding saat tinggal di rumah orangtua yang ramai.

2. Belajar Mandiri

Sebagai dua orang dewasa yang sudah memutuskan untuk berumah tangga, mandiri adalah satu hal mutlak yang menjadi bagian dalam diri kalian. Mencicil rumah dan kendaraan, membayar sewa rumah, membayar utilities atau berbagai kewajiban lainnya sudah harus menjadi tanggung jawab kamu dan suami tanpa harus melibatkan orangtua lagi.

3. Memainkan Peran Sebagai Suami – Istri

Kamu akan sulit memainkan peran sebagai istri ketika masih tinggal di rumah orangtua/mertua, begitu pula dengan suami kamu. Rasa sungkan membuat kamu dan suami jadi tidak bisa bebas bergerak. Suami tidak leluasa karena masih ada ayah kamu dirumah yang harus dihormati keputusannya. Kamu tidak bebas mengabdi kepada suami karena ada ibunya yang masih memberi perhatian penuh kepada anaknya dirumah. Situasi – situasi tersebut menyulitkan peran kalian berdua sebagai suami – istri.

4. Memberi Keringanan Untuk Orangtua

Dengan menikahkan anaknya, sebenarnya tugas seorang orangtua sudah selesai. Mulai dari merawat sejak kecil, membimbing ke jalan yang benar, menyekolahkan hingga menikahkannya. Sudah saatnya orangtua beristirahat dan tugas kita sebagai anak membuat mereka bahagia di masa tua-nya. Kalau kita masih tinggal bersama dengan mereka, bisa saja ternyata kita menjadi beban untuk mereka. Tanpa mereka atau kita sadari.

5. Supaya Bisa Kangen

Tidak tinggal berdekatan bisa meminimalisir konflik antar keluarga dan justru memberi rasa kangen. Percayalah, lebih nikmat tinggal berjauhan dan sesekali berjumpa sambil melepas rindu. Asal ingat, jangan lupa untuk menelepon dan mengunjungi mereka secara rutin.

Situasi setiap keluarga mungkin berbeda – beda. Mungkin saja salah satu orangtua dari pasangan sedang sakit atau sudah tua lalu membutuhkan anaknya untuk merawat sehingga tidak bisa hidup terpisah. Apapun itu kondisinya, masalah akan tinggal bersama orangtua atau tidak harus kamu bicarakan dengan pasangan secara jelas. Lantas bagaimana mau hidup terpisah jika rumah saja belum punya? Kalian bisa tinggal di rumah kontrakan, sewa apartemen atau kost – kostan. Hal seperti ini akan menjadi kenangan indah buat kalian dan suami di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *