Inspirasi Bulan Madu ke Jeju Island

By Rebebekka on under How To

Pulau Jeju adalah Bali bagi orang Korea, begitu pendapat saya setelah mengunjungi Pulau Jeju yang terletak di selatan semenanjung Korea ini. Pulau ini sudah memberlakukan bebas visa, lho. Jadi, kalian bisa menggunakan visa on arrival jika ingin datang ke Pulau Jeju. Untuk mencapainya dengan bebas visa, pilihlah penerbangan via Hongkong yang juga bebas visa lalu lanjutkan ke Pulau Jeju. Suasananya yang romantis, pemandangannya yang indah, serta penduduknya yang ramah adalah beberapa daya tarik pulau ini. Tidak heran jika pulau ini selalu menjadi tujuan para pengantin baru yang ingin berbulan madu. Yuk simak ulasan mengenai Pulau Jeju!

Where to Stay

Luxurious Hotel

  • Luston Villa

Luston Villa menawarkan pemandangan laut langsung dari jendela kamar. Sepertinya menarik sekali ya, brides? Tidak hanya itu, Luston Villa juga memiliki lokasi yang terpencil. Cocok bagi kamu yang menginginkan privasi lebih dan suasana sunyi saat berbulan madu agar bisa lebih mesra dengan suami hehe.

  • Shilla Hotel atau Lotte Hotel

Kedua nama hotel ini tentunya sudah tidak asing lagi dalam industri pariwisata Korea Selatan. Kualitas pelayanan maupun fasilitas yang ditawarkan sangat luar biasa. Di Pulau Jeju, kedua hotel ini lokasinya juga sangat strategis.

Budget Hotel

Jika kalian memiliki dana yang terbatas, kalian bisa memilih penginapan dengan tipe hostel atau guesthouse. Tenang saja, kebersihan dan kenyamanannya tetap terjamin kok meskipun murah. Beberapa hostel dan guesthouse yang terkenal di kalangan para backpacker adalah The Forest Hostel & Guesthouse, Hostel Lyndon, You and I Guesthouse, dan Backpacker in Jeju.

What to Do

  • Melihat haenyeo

Haenyeo adalah sekumpulan ibu-ibu (ahjumma) yang sangat ahli menyelam di lautan lepas. Para ahjumma ini hanya bisa ditemukan di Pulau Jeju dan tidak di bagian Korea lainnya. Mereka juga dikenal sebagai wanita-wanita tangguh seantero Korea. Saking uniknya, mereka bahkan digolongkan sebagai warisan budaya Korea versi UNESCO.

  • Mengunjungi Jeju Loveland

Museum yang unik ini adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi. Isi dari museum ini adalah patung-patung artistik yang berukuran besar dan menggambarkan perkembangan seks sejak dulu hingga kini. Konsepnya yang unik juga menjadikannya sebagai tempat yang menarik untuk banyak berfoto.

  • Mengunjungi Teddy Bear Museum

Kalau kamu termasuk pecinta boneka beruang, kamu wajib mengunjungi museum ini, karena di sini kamu bisa menemukan segala macam bentuk boneka beruang. Tidak hanya bentuknya yang bermacam-macam, ukurannya pun juga bermacam-macam.

  • Melihat matahari terbenam di Pantai Hyeopjae

Pada dasarnya, semua pantai di Pulau Jeju memiliki karakteristik yang serupa: berukuran luas, berpasir putih, lautnya dangkal, dan ombak yang tidak begitu besar. Semuanya juga menarik untuk dikunjungi, namun Pantai Hyeopjae adalah pantai yang menawarkan pemandangan matahari terbenam yang akan menjadi kenangan paling berkesan bagi kamu dan suami.

  • Menaiki Gunung Halla

Gunung Halla adalah gunung yang tertinggi di Korea Selatan. Di puncaknya, terdapat sebuah kawah yang dikenal dengan nama Baengnokdam. Di gunung ini juga terdapat kuil Buddha tertua di Pulau Jeju. Gunung Halla sangat cocok dikunjungi oleh pasangan pecinta alam yang gemar naik gunung.

  • Mengunjungi Jeju Folk Village

Kalau kamu ingin merasakan atmosfer kehidupan orang Korea di masa lampau, kamu harus mengunjungi Jeju Folk Village. Desa buatan ini dibangun semirip mungkin dengan konsep pedesaan Korea pada tahun 1800-an. Di sini juga terdapat berbagai barang antik untuk menyempurnakan suasana pedesaan tempo dulu. Pecinta drama Korea pasti familiar dengan tempat yang juga dijadikan lokasi syuting Sageuk.

What to Eat

  • Jeonbokjuk

Jeonbokjuk adalah makanan khas penduduk Pulau Jeju yang berupa bubur abalon. Konon, makanan ini merupakan makanan yang sering disajikan untuk raja-raja. Meskipun berwarna cokelat kehitaman, rasanya enak dan gurih, apalagi kalau ditambahkan kimchi.

  • Ikan mentah dan hasil laut lainnya

Jangan sia-siakan kedatangan kamu ke Pulau Jeju dengan tidak menyantap hidangan laut, karena semua hasil laut Pulau Jeju dijamin segar. Beberapa makanan yang wajib kamu coba adalah sora (siput hijau), obunjagi ttukbaegi (sup seafood), galchi (ikan layur), mulhoe (ikan mentah yang dicampur ke dalam bumbu berkuah dengan es batu di dalamnya) dan godeungo (ikan mackerel).

  • Street food

Street food di Pulau Jeju tentu tidak boleh ketinggalan untuk dicoba. Semuanya enak dan harganya pun murah. Di sepanjang jalan, kamu dapat dengan mudah menemui cemilan seperti tteokpokki, odeng, hot tteok, dan lainnya.

  • Heukdwaeji

Daging babi merupakan makanan yang biasa dikonsumsi di sini dan salah satu makanan yang wajib dicoba adalah heukdwaeji atau babi hitam. Nah, apabila kamu dan pasangan tidak mengonsumsi babi, jangan lupa untuk selalu menanyakan kepada pelayan di tempat makan mengenai adanya olahan daging babi dalam masakan mereka. Untuk menanyakan apakah masakan mereka mengandung olahan daging babi, tanyakan ‘dwaejigogi isseoyo?’ atau langsung saja beritahukan bahwa kamu tidak mengonsumsi daging babi dengan mengucapkan ‘dwaejigogi anmogoyo’.

When to Go

Waktu terbaik untuk pergi ke Pulau Jeju adalah musim semi (Maret-April) atau musim gugur (September-November), karena cuacanya sejuk. Dengan cuaca yang sejuk, bermain di pantai pun akan lebih menyenangkan, kan? Hindari untuk berkunjung pada bulan Agustus ya, brides. Bulan Agustus adalah puncaknya musim panas dan musim panas di Pulau Jeju cenderung tidak bersahabat. Rasanya lembab sekali seperti sedang dikukus hehe. Musim dingin di Pulau Jeju juga menggigil, namun jumlah salju yang turun cenderung sedikit sehingga tidak memungkinkan untuk bermain salju.

Tidak seperti Seoul yang sebagian penduduknya mampu berkomunikasi dengan turis dalam Bahasa Inggris dasar, mayoritas penduduk di Pulau Jeju hanya mampu berkomunikasi dalam Bahasa Korea. Ada baiknya kamu mempelajari beberapa frasa umum dalam Bahasa Korea untuk memudahkan kamu dalam berkomunikasi sehari-hari selama berbulan madu di sana. Berikut beberapa frasa yang dapat kamu gunakan sehari-hari:

  • Anyeonghaseyo: Halo
  • Cheogiyeo/yeogiyeo : Cara memanggil pelayan saat berada di rumah makan
  • Olmayeyo: Berapa harganya?
  • Mul juseyo: Minta air putih
  • Kamsahamnida: Terima kasih
  • Cheoseonghamnida: Minta maaf
  • Chamsimanyo: Mohon tunggu sebentar
  • Kaka juseyo: Boleh kurang tidak harganya?
  • Dwaejigogi isseoyo: Apakah ada babinya?
  • Dwaejigogi anmogoyo: Saya tidak makan daging babi

Featured image – courtesy of Lonely Planet

×