Ini Caranya Mengurus Pernikahan Dengan Warga Negara Asing

By Penna on under How To

Ini Caranya Mengurus Pernikahan Dengan Warga Negara Asing

Karena cinta tidak memandang perbedaan kewarganegaraan, bukan tidak mungkin jika brides berjodoh dan menikah dengan pria Warga Negara Asing (WNA). Peraturan dan tata cara mengurus pernikahan dengan WNA sudah diatur dalam UU No.1 Tahun 1974 Pasal 57 tentang Perkawinan. Tidak seribet yang anda kira, pahami dulu yuk tata cara mengurus pernikahan dengan WNA berikut ini:

Dokumen Yang Harus Dipersiapkan Untuk KUA

Pengurusan pernikahan di KUA akan membutuhkan sejumlah dokumen awal yaitu :

  • Surat N1
  • Surat N2
  • Surat N4.

Untuk mendapatkan dokumen tersebut, berikut cara- cara yang bisa dilakukan:

  • Via Ketua RT untuk meminta surat pengantar ke Kelurahan
  • Lengkapi surat pengantar dengan fotokopi KTP, akta lahir, dan kartu keluarga.
  • Setelah diproses pihak kelurahan, maka surat N1, N2, dan N4 akan diberikan supaya bisa dibawa ke kecamatan untuk proses lebih lanjut

Dokumen WNI & WNA Untuk Pengurusan Pernikahan

Setelah sukses mendapatkan surat-surat tersebut diatas, brides bisa melanjutkan pengurusan pernikahan di KUA. Siapkan beberapa dokumen berikut ini:

Dokumen dari pihak WNI

  • Surat keterangan belum / tidak menikah yang ditandatangani oleh RT dan RW.
  • Formulir N1, N2, dan N4 dari Kelurahan dan Kecamatan.
  • Formulir N3 dari KUA (surat persetujuan mempelai yang harus ditandatangani oleh kedua mempelai).
  • Fotokopi KTP.
  • Akta Kelahiran.
  • Kartu Keluarga.
  • KTP orang tua.
  • Buku nikah orang tua (jika Anda merupakan anak pertama).
  • Data 2 orang saksi pernikahan, berikut fotokopi KTP yang bersangkutan.
  • Pasfoto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar).
  • Bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi Bangunan) terakhir.
  • Perjanjian Pra Nikah, jika ada

Dokumen dari pihak WNA

  • CNI (Certificate of No Impediment) atau surat izin menikah di negara lain yang dikeluarkan dari kedutaan calon pengantin WNA.
  • Fotokopi akta kelahiran.
  • Fotokopi ┬ákartu identitas (KTP) dari negara calon pengantin WNA.
  • Fotokopi paspor.
  • Surat keterangan domisili (alamat calon pengantin WNA saat ini).
  • Pasfoto 2×3 (4 lembar) dan 4×6 (4 lembar).
  • Surat keterangan mualaf (jika agama sebelumnya bukan Islam dan akan pindah agama).

Note : Seluruh dokumen dari pihak WNA yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh jasa penerjemah tersumpah.

Setelah semua proses dijalani, kamu tinggal menentukan tanggal pernikahan dan siapa penghulunya. Setelah pernikahan tercatat di catatan sipil, pasangan juga harus melaporkan pernikahan tersebut di kedutaan negara pasangan sehingga tercatat juga.

Nah, tidak ribet bukan jika sudah mengetahui persyaratan dan pengurusan pernikahan dengan Warga Negara Asing (WNA)? Selamat mencoba dan good luck!

Shop