Intimate and Fun Wedding at Gedung Arsip

By arinda.p on under The Wedding

the bride dept wedding gedung arsip gea carlo outdoor jakarta

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Gedung Arsip Jakarta

Event Styling & Decor Butterfly Event Styling

Lighting Lightworks

Catering Popcorn Stall - Gambrengan

Catering Tjobian Authentic Cuisine

Photography Team from Edward Suhadi

Videography Cameo

Bride's Attire Windy Savosa Couture

Make Up Artist Gorgeous by Sue

Groom's Attire Atung Tailor

Souvenir Teh Tongji

Wedding Cake Shinta Sugiarto

Invitation Gifted Hands

Wedding Entertainment Dance - KOKOBA Crew & Street Disciples

Intimate and fun.. That’s the kind of wedding that Gea and Carlo wanted for their wedding. And you guys can see it from the pictures here. They finally achieved their dream wedding. So intimate, so fun.

Gea dan Carlo yang sama-sama menyukai Gavin DeGraw ini pertama kali bertemu di sebuah event gereja. Dari sanalah perasaan itu tumbuh yang membuat mereka merasa nyaman satu sama lain hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran. Setelah berpacaran selama setahun barulah mereka memutuskan untuk menikah. They said they have so many things in common and could not stop talking when they are together so marriage is definitely the perfect idea. Persiapan menikah pun dilakukan selama 8 bulan.

They decided to have an intimate, warm, fun, and relaxing wedding. Mereka merasa mereka akan lebih enjoy dengan pernikahan yang kecil namun menyenangkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat wedding party dengan jumlah 350 tamu atau 175 undangan saja.

Konsep pernikahan kecil ini tentu bukanlah konsep yang biasa di Indonesia. Seperti yang kita semua tahu, pernikahan di Indonesia biasanya sangat megah dan mengundang tamu hingga ribuan. Di sinilah salah satu challenge untuk Gea dan Carlo. Yaitu untuk bisa berkompromi dengan orang tua.

Hai Gea, first of all, kita harus bilang kalau wedding kamu cantik sekali! What was actually the concept? And how did you get inspiration for this wedding?
Thank you! Temanya sendiri adalah Rustic & Vintage. Sedangkan color themenya adalah kuning. Karena kuning itu sangat cerah dan bisa mengekspresikan rasa fun dan warm yang kami mau. Untuk pilihan flower arrangement nya, kami memang tidak ingin sesuatu yang megah sehingga jenis bunga dan rangkaian yang kami pilih pun simple sehingga bisa menciptakan kesan yang sederhana namun tetap manis.

Untuk inspirasi, sejujurnya saja nggak mudah untuk menuangkan apa yang kami inginkan ke kertas. Tapi untungnya kami mendapat banyak ideas dari Pinterest. So brides-to-be, browse a lot! Ini nantinya akan memudahkan untuk mengkomunikasikan ide kamu ke vendor nantinya.

Apa sih alasannya memilih Gedung Arsip untuk wedding party kamu? Adakah alternative venue lainnya?

Awalnya kami menginginkan venue lain yang semi-outdoor di area Kemang. Tempatnya tidak terlalu besar dan cocok dengan tema yang kami ingin. Tapi orang tua menolak karena lokasinya terlalu jauh dan sulit dijangkau oleh para tamu. Setelah browsing di internet, barulah kami menemukan Gedung Arsip. Awalnya sempat takut karena lokasinya agak panas karena sangat terbuka. Tapi ternyata setelah datang ke Gedung Arsip, kami langsung jatuh cinta. Selain lokasinya di Pusat, harganya juga sesuai dengan budget.

Wedding kamu kan memang intimate sekali ya.. Bisa cerita nggak apalagi detail yang mendukung konsep ini terwujud?

Hampir semua detail dalam wedding ini kami personalized. Contohnya untuk souvenir tamu, kami memberikan a bag of tea and coffee. Kebetulan aku suka sekali dengan kopi dan Carlo pecinta teh. Jadi kami berpikir, lucu ya kalau kasih souvenir yang memang represent kami berdua tapi tetap bisa dinikmati oleh tamu. Kopinya specially roasted by our friend di Giyanti Coffee, my favorite coffee place. Sedangkan teh yang kami pilih itu jenis teh kesukaan Carlo.

Selain catering, kami juga memiliki coffee stall dan popcorn booth di acara. Hal ini dikarenakan dua hal tersebut memang merepresentasikan kami banget! Coffee stall di-provide oleh ABCD (A Bunch of Coffee Dealers) sedangkan popcorn booth disiapkan oleh Gambrengan.

Any recommended vendors?

Jujur, semua vendor sangat-sangat recommended. Karena buat kami, mereka semua punya attitude dan service yang excellent. Mereka sangat mendengarkan keinginan kita, memberikan ide-ide dan solusi yang terbaik dan bekerja sangat profesional. We felt like they really and sincerely want to give the best for us. So, yeah, thumbs up for all vendors!

So, what do you love the most from the wedding reception?
We really enjoyed the whole atmosphere and fellowship at our wedding. Semua tamu pun menikmati semua suguhan yang ada dari awal hingga akhir. Dan hampir semua tamu stay sampai acara selesai, bahkan waktu beres-beres saja masih pada ngobrol satu sama lain.

Adakah tips untuk pasangan lain yang ingin menikah dengan intimate wedding reception seperti wedding mu ini?
Ya, menurut kami ada 2 hal yang sangat krusial.

  1. Berkomunikasilah dengan baik dan jelas dengan kedua belah pihak orang tua.
    Kita perlu lebih dulu banyak mendengar orang tua kita dan mencoba mengerti mereka sebelum kita mencoba untuk menyampaikan keinginan kita kepada mereka. Setiap ide perlu dijelaskan alasannya berkali-kali karena kebanyakan orang tua sama sekali tidak ada bayangan dan pengalaman seperti apa sih resepsi intimate yang kita maksud karena hal tersebut tidak sama dengan resepsi pada umumnya di Indonesia.
  2. Saling berbesar hati.
    Pada akhirnya yang lebih penting adalah hubungan kita dengan orang tua/keluarga kita, dibanding pestanya. Pesta hanya berlangsung beberapa jam saja, tetapi hubungan berlangsung selamanya. Dengan ide kami, kami harus banyak bersabar dalam memberikan pengertian dan mengatur ekspektasi kami sendiri. Bersabar untuk mencari jalan tengah dalam hal-hal kecil, dari dekorasi, makanan, dan hal-hal perintilan lainnya. At the end of the day, semua orang tua pasti ingin anaknya bahagia. Jadi, bangunlah hubungan yang baik dengan mereka dan cobalah mencari jalan terbaiknya bersama-sama.
×