Intimate Engagement Party of Sarah & Reza at The Mirah Hotel Bogor

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue The Mirah Hotel Bogor

Catering The Mirah Hotel Bogor

Event Styling & Decor Imagivora

Photography UltraViolet

Photography Lights Photography

Others Hijab by Cottonpatch

Wedding Organizer Dini Puji Sukma

Master of Ceremony Arini Sabila

Bride's Attire Amira Boutique

Tidak pernah terlintas di benak Sarah kalau niatnya untuk foto di salah satu studio foto menjadi awal perkenalannya dengan Reza, pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Memang benar apa kata pepatah, “Kalau jodoh tidak akan kemana” karena sepertinya pepatah itu sesuai untuk menggambarkan kisah cinta Sarah dan Reza yang baru saja melangsungkan acara lamaran cantik yang simple dan intimate.

Suatu hari di tahun 2015 silam, Sarah datang ke salah satu studio foto dengan niat untuk foto, tapi saat tiba di studio foto tersebut, ia bertemu dengan Reza, sang pemilik studio foto yang memberi tahu kalau Sarah harus booking dulu sebelumnya. Obrolan singkat itu ternyata meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagi mereka berdua, “aku dan Reza sama-sama tertarik at first sight, tapi yasudah berlalu begitu saja karena kami tidak saling mengenal dan aku bahkan tidak tahu namanya,” ujar Sarah memulai ceritanya.

Satu tahun berlalu, salah seorang teman Reza tiba-tiba menghubungi Sarah, menawarkan Sarah untuk menjadi model di studio foto milik Reza yang langsung disambut positif oleh Sarah. Pertemuan Sarah dengan Reza saat sesi foto tersebut menjadi momen dimana mereka saling lebih mengenal satu sama lain. Reza bahkan sempat bertanya kepada Sarah apakah Sarah sudah memiliki pacar waktu itu, tapi sayangnya waktu itu Sarah sedang punya pacar.

Tidak ingin mengganggu hubungan Sarah dengan pacarnya, saat itu Reza tidak pernah menghubungi Sarah dan tidak pernah melakukan langkah apapun untuk mulai mendekati Sarah. Sampai suatu hari di bulan Maret 2018, Sarah meng-upload quote di Instastory-nya dan Reza langsung me-reply “cie, wkwk.” Karena Sarah bukan tipe perempuan yang sering meng-upload quote, saat itu Reza langsung memiliki perasaan kalau sesuatu baru terjadi dengan Sarah dan benar saja, ternyata saat itu Sarah sudah berstatus single.

Mengetahui hal itu, Reza pun langsung meminta nomor kontak Sarah dan komunikasi mereka pun berlanjut melalui chat. Tepat dua hari setelah mereka mulai rutin berkomunikasi melalui chat, Reza mulai bertanya mengenai hal-hal yang serius kepada Sarah, seperti tujuan hidup dan sebagainya. Reza juga langsung menyampaikan kalau ia siap melamar Sarah dan beberapa kali juga sempat membahas mengenai pernikahan. Tidak meng-iya-kan dan tidak juga menolak, Sarah awalnya masih ragu-ragu dan mengira kalau Reza saat itu hanya bercanda. Namun ternyata, keesokan harinya Reza langsung mengatakan ke Ayahnya kalau ia serius ingin melamar Sarah.

Melihat keseriusan Reza tersebut, Sarah akhirnya yakin kalau Reza adalah pria yang tepat untuknya. Tanpa menunggu lama, hari itu juga Sarah dan Reza langsung membahas mengenai rencana pernikahan dan mulai menentukan waktu dan lokasi acara pernikahan mereka. Setelah itu mereka pun langsung menentukan rencana untuk menyelenggarakan acara lamaran di akhir tahun 2018 dan melangsungkan acara pernikahan di awal tahun 2019, “and God really make it happen. Tidak menyangka berawal dari stranger, tiba-tiba mengajak nikah hanya dalam waktu dua hari setelah mulai chatting,” kenang Sarah. Uniknya, meskipun Sarah mengaku kalau ia tidak tahu banyak hal mengenai Reza dan begitu pun sebaliknya, “tidak tahu kenapa kami berdua sama-sama yakin kalau kami sudah menemukan orang yang selama ini kami cari,” tambah Sarah.

Baru-baru ini, Sarah dan Reza melangsungkan acara lamaran keluarga dengan konsep simple tanpa menggunakan adat dan acara tambahan lainnya. Acara lamaran ini bisa dibilang sebagai acara intimate engagement yang fokus dilakukan untuk mempertemukan kedua keluarga dalam suasana yang nyaman untuk saling mengenal satu sama lain. Sarah sengaja memilih lokasi indoor yang memiliki pencahayaan yang warm untuk bisa menjamu semua keluarga dan sahabat yang hadir dengan suasana yang nyaman.

Rangkaian acara juga dibuat secara simple mulai dari penyampaian maksud kedatangan oleh keluarga Reza, penerimaan dari keluarga Sarah dan jawaban pribadi Sarah atas tujuan kedatangan Reza dan keluarganya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan prosesi tukar cincin, seserahan dan foto bersama, “as simple as that, dan setelah itu dilanjutkan dengan acara silaturahmi dan ngobrol-ngobrol. Bagi kami, yang terpenting dari acara lamaran adalah penerimaan dari maksud lamaran itu secara formal dan proses perkenalan kedua keluarga,” ujar Sarah.

Pembawaan MC yang seru dan kedua belah keluarga yang santai dan humoris juga berhasil membuat suasana menjadi cair dan bisa menyatukan kedua keluarga saat itu. Ada satu momen dimana Reza diminta untuk berpantun oleh kakeknya saat acara berlangsung, “tapi sayang aku masih belum ada di ruangan jadi tidak bisa melihat langsung kepanikan Reza waktu membacakan pantun saat itu, hehe..” kenang Sarah.

Sarah juga mengaku kalau pada saat ia dipanggil oleh keluarganya untuk memasuki ruangan dan memberi jawaban atas lamaran keluarga Reza, awalnya Sarah sudah berniat untuk santai dan siap untuk menikmati acara dengan penuh canda tawa. Tapi ternyata setelah ia memasuki ruangan acara, niat untuk santai langsung sirna saat ia melihat ekspresi para tamu dan keluarga yang sedang terharu bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Seketika Sarah pun jadi tidak bisa menahan perasaannya dan jadi ikut terbawa suasana haru.

Selain itu, ada satu momen lain yang menurut Sarah juga berkesan, yaitu saat keluarga besar Reza datang ke lokasi acara satu jam lebih awal, yang sukses membuat keluarga Sarah panik karena belum siap untuk menyambut kedatangan keluarga Reza. Tapi dari semua momen dan cerita dari acara lamaran Reza dan Sarah, Sarah pribadi merasa sangat bersyukur karena seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar sesuai yang direncanakan.

Berikut top 3 vendor pilihan Sarah:

  1. Vendor photo @ultraviolet_ina: “Menurut aku yang bagus dari pengambilan foto oleh Ultra Violet ini adalah pengambilan momen dan angle. Ultra Violet dengan sangat bagus dan pas dapat ngambil semua momen berharga dari acara lamaran kami. Pengiriman fotonya juga cepat banget, hehe..”
  2. Vendor make-up @beautybykalza: “Proses make-up sangat cepat dan rapi. Aku juga tidak perlu menyampaikan make-up seperti apa yang aku mau, karena sepertinya vendor ini sudah tahu persis make up yang cocok untuk wajah aku.”
  3. Event Organizer @dinipujisukma: “Sebenarnya EO ini masih tergolong start-up, tapi keren banget! Benar-benar detail dalam mengurus segala hal mengenai acara dan aktif menanyakan banyak hal untuk acara lamaran kami. Harganya juga sangat terjangkau, hehe..”

Sarah juga tidak lupa memberikan tips buat kamu yang sedang mempersiapkan acara lamaran. Yuk simak tips dari Sarah berikut!

“Persiapkan acara lamaran dan pernikahan dengan suasana happy. Tidak perlu dibawa pusing karena sebenarnya mengurus acara seperti ini mudah dan cepat kok. Tentukan konsep acara yang kalian inginkan seperti apa sejak awal, dan langsung fokus mencari segala hal yang sesuai dengan keinginan kita. Tidak perlu melihat referensi dengan tema lain, karena malah akan membuat kita ‘galau’ mengenai konsep yang kita inginkan, dan bisa membuat proses persiapan kita jadi semakin ‘ribet’. Memperbanyak hal-hal yang bisa kita kerjakan dan urus sendiri juga seru lho, seperti aku dan Reza yang membuat dan men-desain ring box kami sendiri. Bangga dan ada kepuasan tersendiri saat melihat hasilnya, hehe..”

Shop