An Intimate and Memorable Wedding Reception at Lucy In The Sky

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

An Intimate and Memorable Wedding Reception at Lucy In The Sky

Style Guide

Style

International

Venue

Church

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Lucy In The Sky

Event Styling & Decor Here Is To

Photography David Christover

Make Up Artist Cindy Kwa

Bride's Attire ENST Couture

Groom's Attire Atham Tailor

Videography Suna

Hand Bouquet Maeve Florist

Wedding Shoes CAVA PRIVÈ

Jewellery & Accessories Ayyara

Invitation GL*TCH

Wedding Organizer Metta Paramita

Others Hair Vine & Boutonniere by Caelesca Circlets

Gissella pertama kali berkenalan dengan Ritchie saat sama-sama kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual di Binus University. Di hari pertama masa orientasi mahasiswa, Ritchie bertanya kepada Gissella, “Pernah ke Mall X ya? Kayaknya kemarin liat kamu disana.” Awalnya Gissella kaget ditanya seperti itu oleh seseorang yang belum ia kenal sama sekali, ia pun menjawab pertanyaan Ritchie dengan singkat, “mungkin pernah.” Tapi justru momen itulah yang membuat mereka jadi saling tertarik satu sama lain, karena tidak lama setelahnya mereka berdua resmi berkenalan dan jadi sering berada di kelas yang sama, sampai pulang ke arah yang sama setiap hari. “Kami cocok dan akrab seperti layaknya sahabat, dan akhirnya kami pun resmi berpacaran di akhir semester kedua,” ujar Gissella.

Setelah sekian lama menjalani masa pacaran dan merasa cocok satu sama lain, tidak perlu waktu lama bagi Ritchie untuk memutuskan melamar Gissella. Mengenai sweet proposal, saat itu Ritchie melakukan proposal yang menurut Gissella sederhana namun sweet. Suatu hari Ritchie mengajak Gissella ke salah satu restoran yang memang ini dikunjungi oleh Gissella. Ritchie sudah siap dengan membawa bunga dan cincin yang dikaitkan ke bunga menggunakan pita. “Saat itu posisi Ritchie duduk, jadi sebelum saya memberikan jawaban, saya meminta Ritchie untuk berlutut. Reaksi saya saat itu tertawa geli karena melihat Ritchie malu karena harus berlutut di depan orang banyak. Alhasil dia jadi berulang kali berlulut dan bangun seperti bermain jungkat jungkit,” kenang Gissella.

Setelah sweet proposal Gissella dan Ritchie langsung merencanakan acara pernikahan. Sejak awal, mereka berdua menginginkan acara pernikahan yang intimate dan memorable, dimana acaranya dikemas dengan santai dan hanya dihadiri oleh keluarga dan teman terdekat mereka saja. Gissella juga sudah bertekad untuk mencari venue yang cantik dan outdoor, sehingga menyatu dengan alam bebas dan cocok untuk mendukung konsep acara pernikahan mereka.

Mengaku sempat kesulitan mencari venue yang sesuai keinginannya di Jakarta, Gissella sempat memutuskan untuk menyelenggarakan acara pernikahannya di Bali, karena Bali memang dikenal memiliki banyak venue pernikahan outdoor yang sangat cantik. Namun karena satu dan lain hal, mereka akhirnya harus tetap menyelenggarkan acara di Jakarta. Setelah mencari beberapa tempat, Gissella akhirnya memutuskan untuk memilih Lucy In The Sky sebagai venue acara pernikahannya. Menurutnya, dekorasi rumah kaca di atas rooftop yang dihiasi banyak tanaman hijau yang sangat menggambarkan mimpi Gissella akan venue pernikahan idamannya.

An Intimate and Memorable Wedding Reception at Lucy In The Sky An Intimate and Memorable Wedding Reception at Lucy In The Sky

Konsep yang diangkat untuk acara pernikahan Gissella dan Ritchie adalah konstelasi perpaduan bintang mereka yaitu Capricorn dan Taurus, yang juga didukung oleh venue yang memiliki dekorasi seakan-akan mereka berada di langit, dimana mereka berdua adalah bintangnya. Mereka sampai sengaja membuat hashtag #GieChieInTheSky untuk merayakan hari bahagia mereka di social media bersama orang-orang terdekat. Warna yang diangkat adalah rose gold dan warm grey dengan mengangkat banyak elemen bintang yang diterjemahkan ke dalam detail dekorasi seperti adanya fairylights dan gallery foto yang khusus mereka cat sendiri dengan menggunakan stardust berwarna rose gold diatas kain berwarna abu-abu. Warna yang konsep yang sama juga tidak lupa mereka aplikasikan ke dalam busana acara, desain undangan, sampai aksesoris yang mereka gunakan.

Momen unik dari rangkaian acara pernikahannya dan Ritchie menurut Gissella adalah momen dimana ia menjadi pusat perhatian seluruh tamu yang hadir di hari itu, “karena belum pernah menjadi pusat perhatian sebelumnya, saya pun gugup karena dilihat oleh banyak orang, terutama saat momen dimana kami berdua harus melakukan wedding kiss,” ujar Gissella. Lucunya, Gissella mengaku kalau setelah momen wedding kiss, ia merasa kalau posisinya tadi kurang nyaman dan kurang natural, jadi ia langsung berinisiatif untuk mencium Ritchie lagi, yang menjadi momen lucu yang akan terus mereka kenang. “Entah apa yang sapa pikirkan saat itu, semua terjadi dengan cepat,” kenang Gissella.

Ia juga sempat bercerita mengenai momen yang paling berkesan dari acara pernikahannya, yaitu momen dimana Ritchie masuk ke dalam ruangan dan menyanyikan lagu berjudul All of Me dan John Legend khusus untuk Gissella. “Saat itu saya belum tahu apa yang akan ia nyanyikan, jadi momen itu merupakan momen surprise untuk saya,” cerita Gissella.

Ia juga tidak lupa sharing mengenai tantangan yang ia dan Ritchie hadapi dalam mempersiapkan acara pernikahan ini. Menurutnya, tantangan terberat adalah kompromi dan manajemen waktu, karena hampir semua persiapan mereka kerjakan sendiri dengan membagi waktu di sela-sela pekerjaan mereka masing-masing. Selain itu, di keluarga mereka berdua, mereka adalah pasangan yang pertama kali menikah dan terkadang membuat mereka berdua kesulitan untuk mengambil keputusan sendiri. “Tapi kami tahu bahwa dengan mengerjakan semua persiapan bersama keluarga dan teman-teman, justru membuat acara pernikahan ini menjadi acara yang memorable, dan kami bisa belajar banyak dari proses ini,” kenangnya.

Berikut top 3 vendor pilihan Gissella:

ENST Couture, GL*TCH, dan Caelesca Circlets.

“Saya berkolaborasi dengan ENST Couture untuk mewujudkan dream wedding dress sesuai dengan karakter saya, chic dan modern. Saya menggunakan dua variasi dress dengan sentuhan manis di bagian lengan untuk pagi hari dan sentuhan sexy di bagian perut untuk malam hari. Dan sesuai konsep, gaunnya diaplikasikan dengan beads yang membentuk perpaduan konstelasi bintang saya dan Ritchie.“

“GL*TCH adalah studio desain grafis milik kami berdua. Semua materi cetak dan digital kami desain dan produksi sendiri seperti undangan, souvenir, galeri foto, dan website RSVP.

“Caelesca Circlets menyediakan custom made hairpiece dan boutonniere bernuansa rose gold untuk semua anggota keluarga kami.”

Gissella juga memberikan tips untuk kamu, para brides-to-be yang sedang mempersiapkan acara pernikahan:

“Pernikahan setiap pasangan itu unik, karena kita diciptakan sebagai pribadi yang berbeda-beda. Jangan memikirkan atau membandingkan pernikahan kalian dengan orang lain karena hari itu adalah hari kalian. Apapun pilihan kalian dalam memilih bentuk pernikahan, pastikan kalian dapat menikmatinya. Tidak ada yang sempurna dalam dunia ini, begitupun pernikahan. Tidak perlu merasa kesulitan sendiri atau malu bertanya karena ada keluarga dan teman-teman terdekat kita yang selalu siap mendukung kita.”