Intimate Peranakan Wedding at Tugu Kunstkring Paleis

By The Bride Dept on under The Wedding

the bride dept laksari eko peranakan kuntskring

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Tugu Kunstkring Paleis

Event Styling & Decor Sentra Bunga

Photography Dekraft

Bride's Attire Rama Dauhan

Make Up Artist Hair Do - Tedza Syahrial

Lighting MRT Production

Wedding Entertainment Jempol Jenthik Orkestra Keroncong

Invitation Pola Artistry

Teman-teman Laksari dan Eko sudah lama ingin menjodohkan mereka berdua karena menurut mereka, Laksari dan Eko akan menjadi pasangan yang cocok. Sayangnya, pada saat itu keduanya masih menikmati being single dan merasa cukup hanya berteman saja. Namun ternyata seiring dengan berjalannya waktu, mereka berdua mulai berkomunikasi dengan cukup intense dan merasa cocok satu dengan yang lainnya hingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk berpacaran. Tak lama hanya sekitar satu tahun berpacaran, mereka pun memutuskan untuk menikah. Menurut Laksari, “Dari awal kita sudah saling tahu tujuan dari hubungan ini apa, jadi kami memang tak ingin berlama-lama pacaran. Apalagi usia kami berdua sudah tidak muda lagi tapi Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk menemukan cinta lagi.” Ya, memang pernikahan ini merupakan pernikahan kedua bagi Laksari dan Eko.

Dalam merencanakan pernikahan ini, Laksari dan Eko memang sudah sepakat untuk melangsungkan pesta pernikahan yang intimate dan personal. Menurut Laksari, dengan pesta yang intimate, mereka jadi bisa berbaur dengan tamu dan bukan hanya menjadi pajangan saja di pelaminan. Beruntungnya, ide pernikahan intimate ini didukung oleh orang tua mereka berdua. Mereka setuju bahwa pernikahan ini adalah acara yang sepatutnya dirayakan dengan orang-orang terdekat saja. Selain itu, orang tua mereka yakin bahwa dengan acara yang lebih intimate, mereka bisa lebih fokus kepada kualitas vendor.

 

Hal ini kemudian membuat mereka untuk mengundang tamu hanya sebanyak 250 undangan atau 500 tamu saja. Hal ini jugalah yang membuat Laksari tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan di ballroom hotel. Ternyata mencari venue yang sesuai tidaklah semudah yang mereka kira. Hingga suatu hari, ketika mereka sedang berkeliling daerah Menteng, mereka melihat Tugu Kunstkring Paleis dan langsung jatuh hati dengan bangunan tersebut. Terlebih lagi ketika mereka masuk ke dalam restoran ini, mereka langsung suka dengan dekorasinya yang memiliki kesan kuno dan percampuran budaya Indonesia, Cina, dan Belanda.. Hal ini cocok sekali dengan personality mereka yang memang menyukai segala sesuatu yang terkesan jaman dulu dan juga budaya Peranakan.

Tapi pernikahan dengan tema jaman dulu bukan berarti acaranya membosankan. Banyak hal yang membuat pernikahan ini sangat memorable. Salah satunya adalah ketika anak-anak dari Eko menyanyikan lagu dan memberikan speech. Laksari mengakui bahwa momen itu adalah momen yang paling lucu sekaligus mengharukan untuk mereka berdua. Untuk membuat acara pernikahan mereka semakin meriah, Laksari dan Eko memutuskan untuk mengadakan acaraafterparty di lantai dua Tugu Kunstkring pada malam harinya. Kebetulan mereka berdua pecinta musik dan punya banyak teman yang juga DJ, jadi mereka minta teman-teman terdekat mereka untuk mengisi acara di acara afterparty tersebut. Hal ini sangat mencerminkan spirit informal dari mereka berdua yang tidak ingin acaranya terlalu resmi dan kaku. Mereka berdua mengaku sangat senang melihat keluarga dan teman-teman mereka, dari yang muda sampai yg muda, get down on the dancefloor.

Ketika kami bertanya siapa 3 top vendors menurut mereka, Laksari justru memberikan 4 karena menurut mereka 4 vendor ini betul-betul total dalam menjalankan peran dan tugas mereka di pernikahan ini. Keempat vendor tersebut adalah:

1. Sentra Bunga

Design-nya yg amat cantik dan tidak berlebihan. Laksari sangat puas dengan service-nya! Mulai dari siraman hingga resepsi, tidak ada yang kurang!

2. Pola Artistry

Design studio ini sangat tanggap dan mengerti keinginan mereka berdua. Laksari dan Eko hanya memberikan konsep dan juga meminjamkan buku-buku tentang Peranakan dan Pola Artistry langsung bisa membuat kan design yang sesuai. Padahal menurut Laksari, mereka ini termasuk pasangan yang cerewet lho mengenai design!

3. MRT Productions

MRT Productions juga sangat tanggap dalam memberikan saran untuk lighting dan sound-nya. Mereka tidak usah repot minta ini itu, mereka sudah sangat professional dalam melakukan pekerjaannya.

4. Jempol Jenthik Orkestra Keroncong

Mereka memang sengaja memilih musik keroncong sebagai pengiring resepsi karena ternyata  jaman dulu Eyang Kakung Laksari & Alm. Ayah mas Eko suka kongkow bersama sambil mendengarkan keroncong bareng. Jadi memang ada emotional connection disana.Tapi JJOK bisa juga  membawakan beberapa lagu disco, pop & lagu Indonesia jaman dulu yang Laksari minta. Mereka sangat akomodatif dengan permintaan mereka dan kualitasnya memang patut diacungi jempol.

Menurut Laksari dan Eko, jika menginginkan pernikahan yang intimate dan personal, pasangan tersebut harus get their personality out there! Cari tahu apa yang betul-betul kamu suka dan ekspresikan itu dengan sebaik-baiknya. Your guests will always remember your wedding and how the party was very “you”.