Intimate Rustic Elegant Wedding ala Lita & Godhil

By NSCHY on under The Wedding

Intimate Rustic Elegant Wedding ala Lita & Godhil di Suasana Restaurant, Aston Kuningan Jakarta

Style Guide

Style

International

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Suasana Restaurant

Event Styling & Decor Atira Decora

Photography Visuel Project

Make Up Artist Decha Veronica

Hair Do Fajri

Bride's Attire Rika Wirtjes

Others Aksesoris dan Baju Adat Palembang by Vienna Gallery

Groom's Attire Elegante Tailor

Florist KAIA

Wedding Shoes Marista Santividya

Invitation Tixxy Design

Catering Suasana Restaurant

Kalau kilas balik ke masa-masa SMA, orientation week atau MOS adalah salah satu momen yang paling menyenangkan untuk setiap siswa, mulai dari bisa berkenalan dan bahkan “menandai” siswa yang pas untuk didekati,  begitu juga untuk siswa baru, ada banyak momen-momen seru, memalukan namun tidak terlupakan saat masa-masa MOS.

Inilah yang dialami oleh Lita dan Godhil, siswa seangkatan SMAN 3 Setiabudi Jakarta.

“Dulu, katanya, Godhil sudah memperhatikan aku sejak MOS saat seluruh siswa dikumpulin di lapangan dan dipanggil namanya satu per satu.”

Sayangnya, waktu itu Lita masih berpacaran dengan orang lain sampai akhirnya hubungan tersebut berakhir saat ia memasuki kelas dua SMA.

“Berita putusku langsung sampai ke Godhil, kebetulan aku sekelas dengan sahabatnya.”

Tanpa menunggu waktu lama, Godhil langsung melakukan pendekatan kepada Lita. Tidak sampai dua bulan, mereka memutuskan untuk berpacaran.

Sejak 2006, setelah 11 tahun 8 bulan pacaran, sudah banyak rintangan dan halangan, namun nggak pernah terlintas bagi keduanya untuk mengakhiri hubungan, break pun nggak pernah.

Waktu itu malam tahun baru menjelang 2018, momen yang manis untuk berganti tahun dan berganti status dari berpacaran ke bertunangan.

“Waktu selesai makan malam, seperti biasa, Godhil ke toilet. Aku nggak curiga sama sekali karena itu memang kebiasaannya. Ternyata, selain ke toilet, dia ke parkiran untuk ambil cincin yang udah disimpan di mobil.”

Sesaat setelah itu, Godhil langsung kembali ke meja makan, lalu meletakan kotak cincin di meja, persis di depan Lita.

“Waktu itu aku lagi sibuk main HP, masih nggak sadar sampai akhirnya dia pegang tangan aku, panggil aku dan mengarahkan matanya ke kotak cincin tersebut. Singkat, deep, dan to the point.”

Keesokan harinya, Godhil langsung menemui orang tua Lita dan menyatakan keinginannya yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh kedua pihak keluarga ini. Akhirnya, pernyataan keinginan menikah pada tanggal 22 April pun dinyatakan.

Persiapan pernikahan mereka memakan waktu kurang lebih 2,5 bulan. Walaupun waktu yang dimiliki sangat singkat, beruntungnya Lita sudah mengetahui konsep dan keinginannya untuk pernikahannya. Akad, resepsi, dan acara malam dilakukan dalam waktu hari yang sama dengan nyaman dan kasual.

“Untuk akad, aku mengenakan kebaya dan aksesoris adat. Kebaya yang aku pilih cukup sederhana, namun menonjolkan detail payet. Sedangkan, untuk resepsi, aku mengenakan pakaian yang flowy.  Yang nggak terlupakan adalah proses final fitting karena aku harus berdiri 2,5 jam di atas heels setinggi 15cm karena di bagian bawah dress berupa tumpukan potongan-potongan kain yang hanya bisa dijahit di posisinya dan harus dipasang saat aku pakai.”

Untuk acara malam sendiri memang dikhususkan untuk keluarga inti, teman-teman dekat dan sepupu muda untuk mingle dan bersantai. Dimulai dari sambutan, acara mingle dan menikmati musik R&B pun dilanjutkan.

Lita dan Godhil sama-sama menyukai tema rustic elegance, makanya keduanya memilih dominan warna earth tone dengan dekorasi dedaunan, bunga kering dan ranting-ranting.

“Buat aku, momen yang paling berkesan adalah saat aku keluar ruangan setelah Ijab Kabul, Godhil membisikkan aku, ‘Sayang, kita udah suami istri?’. Simple, tapi ngga bisa digambarin happy-nya.”

Top 3 vendor:

1. Visuel Project

“Semua orang di tim ini bisa dibilang sangat profesional. Hasil foto masing-masing fotografer keren banget. Videonya selain bagus juga berkelas. Vendor yang banyak aku temuin seringkali nggak seimbang, hasil fotonya bagus tapi videonya kurang. Visuel Project ini punya kualitas foto dan video yang sama-sama bagus. Dari proses pre-wedding sampai big day semuanya  bersemangat.”

2. Rika Wirtjes

“Enak banget diajak tukar pikiran dan sharing, mendengarkan apa yang kita mau tapi tetap memberikan saran yang terbaik. Kak Rika, dan Vienna sangat passionate dan bener-bener keliatan ingin membuat kliennya terlihat maksimal sesuai kepribadiannya. Best quality & reasonable price.”

3. BeautybyDecha

Hands down untuk make up yang paling kece sekarang ini. Dibandingin yang lain, tone-nya sangat bercirikhas. Contohnya, meski aku liat foto random di Instagram, aku bisa tebak kalau ini di-make up-in sama Mba Decha. Harga masih OK dibandingin dengan MUA ternama lainnya. As a person, Mba Decha juga menggemaskan, baik sekali.”

Tips untuk brides to be,

“Jaga kesehatan! Komunikasi terus dengan pasangan dan keluarga itu sangat perlu. Jangan ambil pusing semuanya. Intinya, kalau udah ada yang bikin ribet, kurangin sifat perfeksionisnya dan ambil langkah simpelnya. Bahkan, untuk yang belum brides to be, ada baiknya untuk cari-cari vendor yang cocok dengan hati, jadi pas waktunya tiba, udah nggak pusing lagi karena terlalu banyak pilihan.

×