Pernikahan Nadira dan Yosef di Hotel Royal Bogor

By Ikke Dwi A on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Hotel Royal Bogor

Photography Tommy, Andi Gondi, Gamal Hendro, Indra Kurnia

Bride's Attire Rumah Pengantin

Make Up Artist Rumah Pengantin

Souvenir Wedding Unik

Invitation Nadia Izazi

Wedding Cake Dough Darlings

Others Anggi Sinaga (Sound Engineer)

Wedding Entertainment SASMAYA Entertainment

Pesta kebun yang intimate digabungkan dengan pesta besar? Hal ini sukses diwujudkan Nadira dan Yosef lohh. Big party but with small intimate moments di Hotel Royal Bogor, itulah yang coba disampaikan sang pengantin.

Meet Nadira and Yosef. Pertama kali bertemu di SMP Regina Pacis Bogor, di mana Nadira merupakan adik kelas Yosef. Namun seiring berjalannya waktu, mereka berpisah dan bertemu kembali pada 2012 di Taman Setiabudi Plaza One. Saat itu Yosef dan Nadira bertemu karena Yosef hendak menitipkan CV ke PwC. Dan sampai akhirnya mereka berdua menjadi teman satu kantor dan berpacaran.

The Proposal

Tiga tahun berpacaran sampai akhirnya memutuskan untuk menikah. Dan kisah lamaran mereka berdua bisa dikatakan cukup romantis.

Sebelum Nadira berangkat tugas ke Bengkalis (akhir tahun 2013) untuk bergabung dengan tim Indonesia mengajar, rencana menikah tahun 2015 memang sudah ada. Namun sepulang bertugas (Nadira menghabiskan waktu satu tahun tiga bulan atau sampai Januari 2015 di Bengkalis), Nadira berpesan pada Yosef untuk jangan melamarnya dulu karena belum siap dan baru pulang bertugas. Tapi siapa sangka, seminggu kemudian Yosef benar-benar melamar Nadira.

“Hari itu Yosef lagi cuti dan tumben-tumbenan ajak jalan-jalan ke Taman Suropati, tempat kita jalan bareng pertama. Anehnya aku ga curiga ada rencana-rencana tersembunyi. Waktu lagi duduk-duduk di taman, tiba-tiba ada pemain saxophone yang tiba-tiba mendekat ke arah kita (dan aku mulai curiga karena pemain saxophone terlihat familiar, dan ternyata memang dia dulu yang sering main sax di depan PwC, kantor kita). Lalu mulai memainkan lagu “Kasih Putih” nya Glenn. Baru mulai curiga, Yosef bended on his knees dan popped out the question. Jawabannya tentunya iya, walaupun baru bilang jangan lamar dulu, hehe,” kisah Nadira.

Masa Persiapan Pernikahan

Menjalani masa persiapan pernikahan lima bulan namun efektifnya menjadi tiga bulan. Dan tantangan terbesarnya adalah mencari WO, karena dalam lima bulan itu mereka berganti WO sebanyak dua kali. Tantangan lainnya, yaitu menyelaraskan keinginan kedua keluarga untuk pesta pernikahan ini.

Tema Pernikahan

Hari pernikahan Nadira dan Yosef terinspirasi untuk menjembatani antara keinginan sang pengantin dan kedua orangtuanya. Dan jadilah fusion antara pesta besar serta pesta kebun sesuai keingan sang pengantin juga kedua orangtuanya. It’s a win-win solution.

Resepsi pernikahan memang dilangsungkan di ballroom, tetapi dekor dengan banyak sentuhan tanaman di dalam serta bentuk ruangan ballroom yang tembus ke area kolam renang di hotel turut mensukseskan keinginan sang pengantin dan tentunya kedua orangtuanya. Pinterest menjadi sumber inspirasi, dan tea time namun akhirnya menjadi lunch time-karena masalah logistik, menjadi momen kedua pengantin untuk memiliki quality time dengan keluarga serta para sahabat.

“Seneng banget, for once, kita bisa kumpul semua dan dengerin cerita mereka tentang kita dan harapan mereka untuk pernikahan kita,” ungkap Nadira.

Mom’s Wedding Decoration

Hari pernikahan Nadira dan Yosef dipenuhi dengan hal yang unik, salah satunya adalah dekorasi. Ibunda Nadira yang seorang arsitek turun tangan sendiri untuk mendekor venue pernikahan puteri tunggalnya. Namun Ibundanya tidak bekerja sendiri, karena dibantu oleh sahabat-sahabatnya.

“Tante Vonny, Tante Pingkan, Tante Lani, Inez, Oom Gamal, Oom Indra, Tante Susi, Pak Madun & keluarga yang handle taneman, Oom Ronny yang handle lighting. Semuanya rela begadang-begadang untuk mempersiapkan nikahan ini. Sebelumnya, mama juga udah pernah dekor pameran dan nikahan saudaraku. Seneng banget sih, mama bisa dekor nikahan kita. Mama memang ga pernah “mengiklankan” jasa dekorasi ini sih, tapi mungkin ada berminat? Hahaha.”

Mendekor ini pun menjadi “pengalih stres” sang ibunda dan membantunya untuk menjadikan pesta seperti apa yang sang ibunda inginkan.

Prosesi Adat Istiadat

Di hari pernikahan Nadira dan Yosef memang tidak memasukkan prosesi adat Jawa. Namun mereka menggunakan pakaian adat Jawa pada saat pemberkatan di gereja.

Selebihnya, hari pernikahan tersebut diwarnai dengan prosesi adat Batak (mengingat Yosef bersuku Batak). Salah satunya acara Mandok Hata atau momen berkumpulkan seluruh keluarga untuk mengkomunikasikan pesan dan kesan kepada sesama keluarga. Mandok Hata ini biasanya dilakukan pada acara-acara penting seperti Tahun Baru, Natal, duka cita, kelahiran, perkawinan, dan lainnya.

Di acara Madok Hata ini, Yosef dan Nadira mengundang masing-masing keluarga satu nenek-kakek, bridesmaid, groomsmen, dan kolega dekat. Masing-masing perwakilan akan memberikan pidato di acara ini. Tetapi tidak ada ornament batak pada acara Mado Hata ini.

About The Wedding

Dimulai dari bridesmaids dan groomsmen yang masing-masing berjumlah tujuh orang. Ke-14 orang ini menurut Nadira dan Yosef benar-benar berjasa untuk membuat pesta pernikahan lebih hidup dan hangat. Mereka merupakan sahabat-sahabat dekat kedua pengantin dan menjadi perekat antara keluarga juga tamu, terutama saat sesi “joget”.

Delman as wedding transportation! Ide ini muncul dari Ayah sang pengantin pria. Selain jarak antara gereja ke hotel tempat resepsi tidak terlalu jauh, dan menyewa mobil sepertinya berlebihan. Andong pun menjadi ide briliant.

“Sejak pernikahan ini kami tau kalau andong adalah kereta beroda dua dan delman beroda empat. Hahaha. Itu adalah ide papa saya, papa pikir itu ide yang menyenangkan.” ungkap Yosef.

Satu lagi yang unik di hari pernikahan Nadira dan Yosef… doughnut wedding cake! Nadira seorang pecinta donat dan sudah bercita-cita untuk menjadikan donat sebagai kue pengantin. Dan hasilnya? Memberikan sentuhan unik tersendiri di hari pernikahan ini.

Bridal Make Up by Nadira

Berawal dari pengalaman beberapa kali didandani dan menjadi terlihat beda sekali, akhirnya Nadira belajar make up sendiri. Dan akhirnya di hari pernikahannya ini, sang pengantin make up sendiri.

“Karena aku tetap ingin terlihat seperti Nadira di hari spesial ini, cuma hopefully Nadira versi yang agak lebih cantikkan, haha. Tapi alasan lain jugaa karena limited budget, rasanya prioritas masih ada pada hal-hal lain saat itu karena MUA yang aku bener-bener suka cukup out of reach, hehe,” ucap Nadira yang memang hobi dandan ini.

Highlight from The Wedding Day

Mulai dari acara di gereja, Mandok Hata, sampai resepsi menjadi moment berkesan bagi kedua pengantin. Setiap persiapan yang dilakukan pun selalu berkesan dan selalu teringat sampai sekarang. Mengingat persiapan WO kurang maksimal, sehingga Yosef dan Nadira pun mempersiapkan tujuh bridesmaid dan tujuh groomsmennya menjadi WO dadakan dalam waktu 12 jam sebelum acara.

Surprisingly, mereka semua kompak dan cocok satu dengan yang lain sampai malah berlanjut cinta lokasi beberapa orang. Hahaha. Mereka sangat memeriahkan acara dari awal hingga akhir hari itu.” ungkap Yosef yang diiyakan Nadira.

Siapa yang menjadi top 3 vendors pilihan sang pengantin?

1. Sound engineer + Band (Anggi Sinaga + Sasmaya Entertainment)

Awalnya kami sudah menyewa band untuk di acara resepsi yang mendadak H-1 bulan ternyata berhalangan untuk tampil. Kami kenal Anggi dari seorang teman, dan Anggi yang bantu kami untuk cari band baru melalui kenalannya. The band really brought the mood to our party, dan Anggi benar-benar bisa mengatur supaya suara dari musik bisa menguasai ruangan tanpa jadi terlalu keras dan menghalangi para tamu untuk saling ngobrol.

2. Dekor (by Mama and the Gang)

Mungkin karena Ibu sendiri, jadinya mau minta ini itu untuk jadi dekorasi pernikahan kami lebih enak, hehehe. We love the indoor garden-ish party concept, the beautiful corsages and boutonnieres, dekorasi meja tamu yang unik, pelaminan yang cantik tapi tetap “membaur”, and every little thing.3. 

3. Wedding donut (top donut cake by BravoBakehouse, donut tower by Dough Darlings)

They are pretty and they taste heavenly. Enough said.

4. Wedding Unik

Vendor souvenir yang sangat akomodatif dalam mendesain souvenir kami dan bersedia untuk work around our budget.

Tips dari Nadira dan Yosef untuk pembaca The Bride Dept

Yosef, the groom : It just wedding, not marriage. Hal yang paling berharga dalam pernikahaan adalah perjalanan persiapannya, instead of hari-Hnya. Banyak pelajaran berharga dalam dinamika persiapannya. Selalu harus mensyukuri apa pun yang terjadi karena pasti selalu ada alasan yang baik dalam setiap kejadian. Dan selalu percaya kalau segala sesuatu akan indah pada waktuNya.

Nadira, the bride : Setuju sama Yosef. Kalau untuk mempersiapkan wedding, enjoy every moment of it because you’ll miss it.Closely engage your family and best friends in the process, then you’ll write a new story together.