An Intimate Wedding with a Touch of Classical Javanese Culture by Andhita and Quincy

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Pernikahan Lamaran

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue The Dharmawangsa

Event Styling & Decor Stupa Caspea

Event Styling & Decor Gaia Nata

Photography Soe&Su

Make Up Artist Marlene Hariman

Make Up Artist Husein Yunior

Hair Do Ambar Paes

Bride's Attire Merras

Groom's Attire Sundjoyo

Groom's Attire Merras

Catering Al's Catering

Perkenalan pertama Andhita dengan Quincy terjadi di US, tepatnya di LA, karena kebetulan mereka berdua memang menetap disana. “So basically Tante aku yang juga dokter gigi aku, sempat main ke LA dan mengenalkan aku dengan Quincy’s mom,” ujar Andhita memulai ceritanya. Saat itu Quincy kebetulan sedang menyelesaikan pendidikannya di Phoenix, Arizona dan baru mulai menghubungi Andhita saat ia kembali ke LA setelah menyelesaikan kuliahnya. Awalnya Quincy add Adhita di Facebook, dan sejak itu mereka pun mulai ngobrol-ngobrol, sampai akhirnya mereka janjian untuk bertemu di Arts District di Downtown LA, “and we’ve been together since then,” kenang Andhita.

Setelah menjalani masa pacaran dan merasa bahwa Andhita is the one that he has been looking for, Quincy akhirnya melamar Andhita di LA, yang diresmikan melalui momen lamaran kedua di Jakarta, di depan keluarga besar mereka. Menurut Andhita, momen lamaran yang paling berkesan untuknya adalah saat Quincy melamarnya di Jakarta, pada saat mereka berdua sedang menghabiskan liburan di Jakarta, di depan keluarga besarnya. 

Setelah momen lamaran, Andhita dan Quincy mulai memersiapkan acara pernikahan yang digelar di Jakarta. Konsep pernikahan yang diangkat adalah Jawa Klasik dengan suasana yang Intimate. Untuk lebih membuat suasana acara lebih intimate, mereka berdua sengaja tidak menggunakan pelaminan atau stage seperti acara resepsi pernikahan pada umumnya, karena menurut mereka suasana akan menjadi lebih cair dan akrab tanpa mereka harus berdiri di pelaminan selama acara. “Selain sebagai acara wedding, kami juga ingin membuat acara ini sebagai family and friends reunion,” tambah Andhita. Kebetulan, mereka berdua sudah 8 tahun menetap di LA jadi mereka memiliki ide untuk menjadikan acara pernikahannya sebagai acara kumpul-kumpul keluarga dan teman-teman juga.

Sejak lama Andhita bercita-cita untuk menyelenggarakan acara pernikahan dengan mengangkat konsep yang sama dengan acara pernikahan kedua orang tuanya dulu. Mulai dari menjalankan seluruh prosesi adat Jawa, mengenakan pakaian pengantin yang sama, sampai aksesoris yang dikenakan oleh kedua mempelai-pun ia upayakan untuk bisa sama dengan apa yang dikenakan oleh kedua orang tuanya dulu. “We’re glad semua keinginan bisa kesampaian dan hasilnya beyond our expectations!” ujarnya.

Pernikahan Jawa

Tantangan terbesar yang mereka hadapi saat sedang mempersiapkan acara pernikahan ini adalah perbedaan waktu, karena mereka mempersiapkan semuanya dari LA. Mulai dari proses mengatur waktu untuk kordinasi dengan vendor dan keluarga, sampai proses detail seperti pemilihan warna dan bahan untuk pakaian. Semua dilakukan dari jarak jauh dan terkadang membuat proses persiapan mengalami kendala. “Tapi untungnya ada keluarga dan WO yang always been there for us,” kenang Andhita.

Dari semua rangkaian acara dan prosesi adat yang dijalankan, Andhita mengaku sulit untuk menentukan momen apa yang paling berkesan. Semua momen benar-benar memberikan kesan mendalam untuk mereka berdua, tapi jika ditanya, momen yang paling tidak terlupakan bagi Quincy adalah momen saat ia pertama kali melihat Andhita di acara (acara temu), dan momen lempar sirih yang diikuti oleh prosesi sungkeman kepada kedua orang tua.

Pernikahan Jawa

Sedangkan untuk Andhita, momen first dance dengan sang Ayah, dimana Quincy took over dan menggantikan sang Ayah untuk berdansa dengannya, merupakan momen yang paling berkesan baginya, “berasa banget itu symbolize kalau Ayah dan Bunda sudah menyerahkan aku ke Quincy,” ujar Andhita.

Mempersiapkan acara dari jarak jauh sampai akhirnya berhasil menyelenggarakan acara pernikahan dengan lancar dan sukses tentunya tidak lepas dari campur tangan banyak pihak, termasuk para vendor. Sampai-sampai Andhita kesulitan memilih vendor yang menurutnya paling berjasa, karena semua vendor yang ia inginkan untuk membantu acara pernikahannya, yang ia impikan sejak ia masih SMA, berhasil diwujudkan di acara pernikahannya.

Berikut top 6 vendor pilihan Andhita:

  1. Stupa Caspea
  2. The Dharmawangsa
  3. Soe&Su
  4. Gaia Nata
  5. Husein Yunior & Marlene Hariman (MUA)
  6. Royal Kenzie