Javanese Engagement at Roemah 7A

By Rebebekka on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Jodoh merupakan salah satu misteri dalam hidup kita. Setuju ya brides! Seperti yang dialami pasangan yang The Bride Dept liput kali ini, Titi dan Lukman. “Lukman itu sepupunya sahabatku Rani. Jadi Rani inisiatif untuk ngenalin aku ke temennya Lukman. Saat itu Lukman datang menenami perjodohan itu. Entah kenapa, justru aku sangat nyambung ketika bicara dengan Lukman. Namun saat itu Lukman sudah ada pacar jadi aku tidak berpikir apa – apa,” cerita Titi saat ditanya awal pertemuannya dengan Lukman.

 

Sehabis kejadian itu mereka lama tidak bertemu. Kemudian saat Titi sedang berkunjung ke sebuah mall di kawasan Senayan, Titi kembali bertemu dengan Lukman. Setelah pertemuan itu Lukman menghubungi Titi dan kali ini dengan status single-nya. Selang satu bulan pendekatan mereka pun memutuskan untuk pacaran. Titi dan Lukman memiliki jarak umur yang cukup jauh yaitu 8 tahun. Dari awal Lukman sudah menyatakan bahwa dirinya tidak lagi main – main namun menginginkan hubungan yang serius. Titi pun setuju akan hal itu dan bertekad menyelesaikan kuliahnya untuk segera mempersiapkan pernikahan.

 

Akhirnya, setelah Titi lulus kuliah, Lukman langsung meminta restu kepada orangtua Titi dan mendapatkan respon yang positif. “Karena dari awal hubungan kami memang sudah serius dan Lukman pernah bilang kalau dia tidak akan melamar dengan cara yang lucu – lucu gitu. Jadi aku ga berharap apa – apa. Namun aku ga nyangka banget di di ulang tahunku yang ke-22, dia propose aku dengan cara yang sweet. Dia membawa aku ke private movie theatre dan ternyata bukan film yang diputar namun video yang isinya ucapan ulang tahun dari sahabat- sahabatku. Kemudian di akhir video dia mengeluarkan cincin dan melamar aku saat itu juga,” kenang Titi.

Setelah itu Titi dan Lukman menggelar pertemuan keluarga sekaligus saling berkenalan satu sama lain. Di momen itu juga, para orangtua mencari tanggal baik sesuai dengan tanggalan Jawa untuk acara lamaran dan hari pernikahan. Awalnya mereka sepakat untuk mengadakan acara lamaran di rumah Titi. Namun dua minggu sebelum hari H, ayah Titi berubah pikiran dan menugaskan Titi untuk mencari venue lamaran mereka. “Jujur saja waktu ibuku pertama kali ngasih kabar aku langsung lemas, karena akan susah mencari venue di H-2 minggu. Lagipula vendor – vendor sudah dikabari untuk acara dirumah. Alhamdulillah Roemah 7A masih available untuk mengadakan acara di tanggal tersebut dan semua vendor tidak keberatan pindah lokasi. Selama persiapan lamaran aku dibantu sama Ibuku untuk segala urusan. Aku berikan konsep dan warna yang aku mau seperti apa, lalu beliau komunikasikan ke vendor. Inspirasi untuk lamaran ini aku peroleh dari The Bride Dept dan Pinterest. Sahabatku juga membantu membuatkan e-invitation. Di undangan ada QR code location untuk memudahkan tamu mencari lokasi venue,” papar Titi.

Titi merasa beruntung karena Roemah 7A masih available dengan waktu booking yang mendadak. Titi senang akan pilihannya, karena Roemah 7A dirasa Titi sangat homey dan dekorasinya sesuai dengan tema lamaran Titi dan Lukman yang bernuansa adat Jawa. Prosesi adat Jawa pun mewarnai serangkaian acara lamaran Titi. Dimulai dari perwakilan keluarga Lukman yang menyampaikan maksud kedatangannya. Lalu keluarga Titi yang menyambut kedatangan mereka kemudian dilanjutkan prosesi Tantingan yang mengharukan, di mana Titi ditanyakan kesediaanya untuk menikah dengan Lukman. Suasana haru langsung terasa karena Titi tak kuasa menahan air mata menjawab pertanyaan ayahnya. Acara berlanjut dengan pemasangan tali kasih, penyerahan seserahan dari Lukman dan ditutup dengan doa. Titi mengaku bahwa Tantingan merupakan highlight dari serangkaian acara lamarannya. “Saat ayah menanyakan kesiapanku menikah, aku langsung menangis karena terharu rasanya. Campur aduk sekali perasaannya, karena aku tahu aku akan dilepas oleh orang tuaku tetapi disaat yang sama aku juga bahagia karena mau menikah dengan pria yang aku sayangi,” kata Titi.

Menutup pembicaraan, Titi tidak lupa memberikan pesan kepada brides to be, “jangan jadi deadliner alias jangan mepet waktu dalam mempersiapkan semuanya. Diskusikan dengan orangtua, pasangan dan calon mertua mengenai konsep lamaran yang diinginkan. Minta bantuan dari para sahabat. Saat hari-H, sebaiknya tenang saja dan enjoy your day karena hari itu akan kamu kenang sampai hari tua nanti,” pesan Titi.

Titi menjawab 5 vendor ketika ditanyakan top 3 vendor pilihannya, antara lain :

1. Maharani Nilla Makeup

“Riasannya bagus, flawless, glowing dan bikin pangling tapi tetep natural tidak berlebihan. Mba Nilla nya juga baik dan enak diajak ngobrol jadi selama dirias aku ga awkward. Riasannya juga awet banget!”

2. Akasya Catering

“Makanannya enak banget. Sudah jaminan sih kalau Akasya pasti makanannya enak. Semua tamu memuji makanannya. Penyajiannya juga cantik, selain itu pelayanannya bagus sekali. Waktu acara makan, banyak yang ajak foto sampai aku tidak sempat makan. Ternyata waiter Akasya sudah menyiapin makanan aku supaya tidak kehabisan, top!”

3. Rumah Kampung Elite Decor

“Dekorasinya super cantik dan bisa menginterpretasikan keinginanku. Tepat waktu dan cepat bekerjanya”

4. Roemah 7A

“Tempatnya sangat unik dan cantik. Aku seperti mengadakan acara dirumah karena sangat homey. Untuk masalah parkir juga tidak ribet karena ada fasilitas valet

5. Melanes Bintang Photography

“Kak Bintang kerjanya rapih dan bisa meng-capture momen – momen penting di lamaranku”

×