Pernikahan Tradisional Adat Jawa Di Sasana Kriya

Style Guide

Venue Hall
Color Gold

The Vendors Who Made This Happen

Holy Matrimony
Wedding Reception

Satu setengah tahun merupakan waktu yang cukup matang untuk menyiapkan pernikahan. Ya, seperti sempurnanya pernikahan Maria dan Morits yang disiapkan sejak Juli 2014 lalu. Dengan jumlah undangan 1.500, Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indahlah yang memesona mereka. “Waktu itu, gedung ini masih terbilang baru, punya ballroom yang besar dan lokasi cukup strategis. Pas untuk kami.”

Salah satu bentuk persiapan mereka di 1,5 tahun tersebut adalah penyewaan gedung. Tentu, untuk waktu selama itu mereka bisa mendapatkan tempat sesuai dengan tanggal yang mereka mau. Setelahnya, baru mereka bergerak untuk menentukan panitia, vendor serta konsep pernikahan yang rupanya membawa tantangan dalam menentukan konsep dan tema.

“Kita ingin pesta yang simple namun intim, tapi kedua orang tua ingin pesta yang cukup besar dengan banyak tamu. Aku dan Morits ingin tema Internasional, tapi kedua orang tua maunya tradisional Solo,” curhat Maria.

Untuk mencapai titik tengah, akhirnya Maria dan Mortis serta orang tua sepakat untuk mengundang tamu berjumlah cukup banyak dan pakaian adat Solo seperti permintaan orang tua. Namun sebagai pengantin, Maria dan Morits tidak hanya sepakat begitu saja, mereka minta untuk tidak menjalani atau menggunakan adat yang bertele-tele yang hanya digunakan pada saat siraman dan resepsi. Untuk pemberkatan, Maria dan Morits menang suara untuk menggunakan tema internasional.

Gold adalah warna kombinasi untuk pakaian pengantin, sebagai bentuk warna yang simple namun elegan, baik di pemberkatan dan resepsi. Fyi, sejak jauh jauh lalu, Maria mempunyai impian untuk punya baju nikah sendiri.

“Impianku punya baju nikah yang bisa dimiliki sendiri untuk jadi kenang-kenangan seumur hidup. Dan aku ingin sepupuku, Caecillia Novi yang membuatkan baju pengantin spesial di hari pernikahaku nanti.”

Gaun gold brokat dengan full payet dan swarosvki yang dikombinasikan dengan white basic gown lah yang menjadi saksi di pemberkatan pernikahan Maria dan Morits itu. Ditambah dengan aksen mawar cokelat, kuning dan hijau di belakang gaun dan model kerang di depan gaun yang sesuai tema garden mempercantik penampilannya.

Sedangkan pada saat resepsi, Maria memakai beludru hitam untuk bawahan dengan desain brokat gold full payet dengan swarosvki dengan model asimetris sebagai kebaya atasan. Bagian beludrunya mempermanis bagian bawah, bustier dan lingkar pergelangan tangan.

Beralih ke dekorasi, Maria request untuk memilih konsep taman supaya tidak terlalu Jawa dan menjadi agak lebih santai. “Aku minta warna bunga terakota, kuning, dan orange supaya segar dan menyatu dengan pohon-pohon hijau, kursi taman dan pelaminan Gebyok Jawa cokelat pada waktu itu.”

Nggak salah memilih Suryo Dekor, Mas Sulis menawarkan berbagai ide brilian. Mulai dari konsep Jamu dan Mbok Jamu di pintu masuk sebelum antrian. “Kita setuju sama konsep itu mengingat jarang sekali kami datang ke nikahan orang yang menyediakan jamu. Lagipula, jamu identik dengan budaya Jawa, sesuai dengan tema kami.”

Tidak hanya itu saja, Ayah Maria request untuk menambahkan ruang untuk reuni dengan teman-temannya, dari situlah muncul ide Mas Hadi dari Suryo Dekor untuk menawarkan konsep Candi. “Papaku langsung jatuh hati banget dengan konsep yang ditawarkan. Tambah cocok dengan konsep Jawa Garden yang saya mau. Seolah-olah mengadakan pernikahan di pelataran Candi.”

Semakin Jawalah pernikahan ini dengan adanya Bubak Kawah. Kalau biasanya pembawa Bubak Kawah adalah saudara dari pengantin wantia, uniknya, Maria dan Morits memodifikasi tradisi tersebut menjadi lebih tradisional namun unik!

“Kita mengkombinasikan Bubak Kawah dengan Punokawan, tokoh pewayangan yang terkenal banget di budaya Jawa. Kita pilih Punokawan sebagai pembawa Bubak Kawah karena belum ada sebelumnya yang pernah mengadakan acara seperti itu. Karena diganti dengan Punokawan, hadiah yang dibawa juga jadi lebih banyak dan bisa diikuti oleh hampir semua tamu yang datang.”

Hadiah Bubak Kawah sendiri berupa peralatan rumah tradisional yang dibeli khusus dari Jogja dan Solo. Sosok Punokawan yang nyata itu nggak hanya datang untuk meramaikan Bubak Kawah, tapi ia juga hadir dalam bentuk nyata menjadi maskot pernikahan kali ini yang dibantu oleh Bu Yosefin dan timnya. “Punokawan ikut hadir menyambut tamu, foto-foto dengan tamu dan berkeliling gedung,” kenang Maria.

Bicara soal momen bermakna, Isi acara yang dirancang khusus untuk para tamu sendirilah yang menjadikan hari itu stand out. Mulai dari hiburan dari Didik SSS yang bermain saxophone membawakan lagu Give Thanks, pembukaan dari Morits, hiburan tari-tarian, Bubak Kawah, Pelemparan Boneka berhadiah emas 5gr, sampai kuis Instagram!

“Aku bikin kontes untuk teman-teman gereja dan adikku. Jadi mereka upload foto di Instagram dengan hashtag #MrMsManutu. Trus nanti dipilih 6 pemenang untuk Best Look dan Best Selfie. Hadiahnya uang cash tunai.” Wah! Semuanya khusus dibuat oleh Maria dan Morits untuk para tamunya.

Tips untuk brides to be:

“Selalu jaga komunikasi dan kompak dengan pasangan serta karena dalam mempersiapkan pernikahan, ada aja ha-hal sepele pemicu pertengkaran. Siapkan seluruh detail dengan matang, buat list atau buku persiapan berisi seluruh keperluan agar selalu ingat dengan ide-ide yang ada.”

Top 3 Vendors:

  1. Suryo Décor: “Dari awal kete Suryo Dekor di Gebyar Pernikahan Indonesia aku langsung jatuh hati saat liat portfolionya. Mas Sulis dan Mas Hadi sangat bisa mempresentasikan apa yang kami mau.”
  2. Yvonne Catering: “Dari acara siraman di rumah, pemberkatan di gereja dan resepsi di gedung, makanannya enak semua. Makanan di gedung juga berlebih dan banyak dibawa pulang. Kami sering bolak-balik ke kantor Yvonne, minta perubahan jenis dan porsi, tapi Pak Supriatna, marketing Yvonne melayani kami dengan cepat, baik dan sabar banget.”
  3. Novi Arimuko: “Bu Novi bisa membuat tampilan wajahku berbeda dari Siraman, Midodareni, sampai resepsi tanpa menghilangkan karakter asli wajahku. Make up nya manglingi, halus, natural tapi tetap njawani.”
  4. Caecillia Novi: “Saudara sepupu saya sendiri yang memiliki talenta luar biasa dalam mendesign baju. Ide kreatifnya ada saja yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dan kemauan kliennya.”
  5. Promessa Weddings: “Vendor save the best for the last. Vendor WO adalah vendor terakhir yang kami cari. Respon yang cepat, komunikasi, pelayanan dan kinerja yang ok banget membuat kami nyaman dengan Promessa. Tim mereka sangat kompak, fun, energik, dan profesional. Rundown acara resepsi juga berjalan lancar dan sesuai dengan rencana berkat Promessa. Love it!”

3 thoughts on “Pernikahan Tradisional Adat Jawa Di Sasana Kriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *