Danar Pras Pernikahan Jawa

Jawa Heritage Full Package Wedding ala Danar dan Pras

Style Guide

Venue Hall

The Vendors Who Made This Happen

Prewedding
Siraman & Midodareni
Akad Nikah

Setiap orang pasti menginginkan momen terbahagianya dalam hidup disaksikan oleh orang-orang tersayang dan terdekatnya, terutama orang tua. Namun, beberapa orang tua tidak berkesempatan untuk mengantarkan anaknya hingga ke prosesi akad nikah, salah satunya Ayah Pras. Menjelang pernikahannya dengan Danar, Pras dan keluarga mendapatkan berita duka atas kepergian sang ayah. Rasa campur aduk tentunya menerpa Pras dan Danar.

Mendengar berita duka tersebut, Danar berniat untuk membatalkan acara Midodareninya, namun keluarga Pras justru melarang dan menginginkan tidak ada acara yang dibatalkan, begitu pula dengan honeymoon mereka.

“Aku dan keluarga sebenarnya ingin membatalkan acara Midodareni, namun Pras dan keluarga melarang. Aku pun juga ingin menunda honeymoon kita yang diadakan sehari setelah resepsi, namun Pras yang bersikeras untuk tetap berangkat.”

Melihat kekuatan dan ketegaran Pras dalam menghadapi berita duka dan tetap tegar untuk menjalankan serangkaikan prosesi, di situlah Danar merasa bahwa Pras memang laki-laki yang tepat untuknya, dan ini hanya merupakan salah satu cobaan di awal kehidupan rumah tangga keduanya agar saling belajar menguatkan dan mendampingi satu sama lain dalam keadaan apapun.

Rangkaian acara pernikahan digelar dengan adat Jawa yang salah satunya ada prosesi siraman. “Keluarga ingin aku memohon izin untuk dinikahkan pada acara siraman, bukan di pengajian. Oleh karena itu, acara siraman tersebut sangat emosional, terlebih lagi saat aku meminta izin ke kakakku karena akan aku langkahi, para tamu pun juga tidak kuasa menahan haru saat momen tersebut,” cerita Danar.

Untuk acara akad nikah, Danar dan Pras memilih warna krem yang serasi. Meski bahan untuk beskap Pras dan kebaya Danar tidak dibeli secara bersamaan, namun warna yang dikenakan ternyata terlihat serasi dan pas. Sedangkan saat resepsi, Danar menggunakan kebaya pernikahan sang ibu 32 tahun lalu, dan Pras menjahit beskap yang sesuai dengan kebaya Danar.

“Aku ingin pakai kebaya bludru, dan ibuku memiliki kebaya ini dengan motif emas full payet di pinggirannya. Dengan kondisi yang masih bagus dan hanya butuh sedikit modifikasi, jadilah aku menggunakan pakaian ini. Karena Danar tidak memungkinkan untuk pakai pakaian bapak, jadilah Danar menjahit beskap polos yang sesuai dengan kebayaku. Semoga aku masih bisa simpan kebaya ini sampai aku punya anak nanti!”

Soal dekorasi, karena ibu dari Danar adalah seorang wedding decorator, alhasil Danar mempercayakan semuanya kepada sang ibu dan tim. Ia hanya memberikan warna dan tema, semuanya ditangani oleh sang ibu. “Bahkan, aku nggak pernah liat sketsanya sama sekali!” cerita Danar.

Dekorasi bernuansa Jawa tersebut ditata dengan rapih dan apik. Gebyok kayu Jawa yang diletakkan di pojokan untuk menambah kesan budaya Jawa yang lebih kental, pelaminan dengan backrop dengan ukiran kayu Jawa, genteng ala rumah Jawa, sampai gubuk makanan yang dibuat seperti warung Jawa membuat para tamu pangling dengan dekorasinya.

Untuk menambahkan dekorasi, Danar dan Pras juga menambahkan hiasan bunga Hydrangea, jalur kirab yang berlantai kayu, ronce melati dan photobooth yang menyempurnakan dekorasi pernikahannya kala itu.

Momen yang paling berkesan bagi Danar dan Pras adalah saat melihat para tamu dari pelaminan, saat pernikahannya dikelilingi oleh orang-orang terdekat dan terasa hangat. Danar pun juga tak lupa saat pertama kali bertemu sang suami setelah prosesi ijab kabul dan tanda tangan buku nikah!

Top 3 vendor:

  1. Griyo Palastri Dekorasi

“Tanpa diragukan, dekorasi di rumah dan digedung sangat memuaskan, rapih, sesuai ekspektasi dan tepat waktu! Berkomunikasi dengan mereka pun juag menyenangkan sehingga apa yang diinginkan bisa diimplementasikan dengan baik.”

  1. Make up: Tani Donolobo & Marlene Hariman

“Ibu Tari dan tim bekerja dengan sabar dan rapih. Hasil make up dan paesnya tidak berlebihan, jadi aku nyaman. Sebagai perias pengantin, Ibu Tari sangat tenang dan membuatku tidak takut atau tegang selama acara. Begitu juga dengan Marlene yang bisa meriasku dengan manglingi tanpa mengubah wajah asliku. Hasil make up-nya sesuai dengan ekspektasi dan serasi dengan riasan paes dan pakaian resepsiku.

  1. Fotografi: Soe and Sue & Fotologue

“Setiap hasil foto Soe and Su selalu memiliki nyawa dan cerita, seakan-akan fotonya hidup. Timnya juga sangat sopan, terutama ke sesepuh keluarga. Begitu juga Fotologue sukses membuat para tamu hadir berkaca-kaca saat melihat video pengajian dan akad yang ditayangkan.

Tips untuk brides to be,

“Ketahui apa yang kamu inginkan dan butuhkan untuk mempersempit pilihan vendor dan menentukan bugdet. Terlalu banyak keinginan akan membuat pusing dan mudah emosi. Jangan lupa juga untuk mengkomunikasikan segala hal kepada pasangan dan keluarga, jangan dipendam karen akan berpengaruh kepada kesehatan dan aura di hari pernikahan nanti. Terakhir, jaga kesehatan dan jangan lupa makan. Hindari diet berlebihan, karena kesehatanlah kuncinya. Sayang kan kalau semua acara sudah siap, make up sudah cantik, baju sudah maksimal, namun fisik tak mendukung, acara pun jadi tidak dinikmati padahal persiapannya sudah cukup panjang. Apalagi kalau honeymoon tapi sakit, pasti menyesal di belakangnya!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *