Joy and Brian: An Intimate Destination Wedding in Uluru, Australia

By Renya Nuringtyas on under The Wedding

Joy and Brian: An Intimate Destination Wedding in Uluru, Australia

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Uluru Kata Tjuta National Park

Event Styling & Decor Melbourne Event Florals

Photography Visuel Project

Photography Papillon Photography

Make Up Artist Rossy Pramita

Make Up Artist Doddy Basarah

Hair Do Putri

Bride's Attire Satu Studio

Catering Ayers Rock Resort

Wedding Organizer Toko Events

Wedding Entertainment Tobi Music

Joy dan Brian baru-baru ini menggelar acara pernikahan mereka dengan konsep Intimate Destination Wedding berhiaskan pemandangan yang luar biasa indah di Uluru-Kata Tjuta National Park, Australia. The Bride Dept berkesempatan untuk mengulas acara tersebut, termasuk cerita mengenai sweet proposal mereka berdua. Mau tahu cerita lengkapnya? Yuk langsung aja kita simak ceritanya disini.

Joy dan Brian pertama kali bertemu di Jakarta sesaat setelah Joy kembali dari kuliahnya di US. Mereka berdua sebenarnya pernah bersekolah di sekolah yang sama, hanya saja usia Joy lebih muda enam tahun dari usia Brian. Jadi saat Joy duduk di kelas 6 SD, Brian sudah duduk di kelas 3 SMA, jadi kala itu mereka tidak saling kenal satu sama lain. Tapi yang namanya jodoh mungkin memang tidak kemana, karena mereka berdua bertemu lagi di tahun 2016 karena mereka ada di dalam circle of friends yang sama, dan Brian juga secara kebetulan mengenal teman-teman Joy saat ia kuliah di NY dulu.

Setelah itu mereka pun memutuskan untuk pacaran, sampai suatu hari, Brian akhirnya memberanikan diri untuk melamar Joy, “nothing spectacular, but it was sweet nonetheless,” cerita Joy mengenai momen sweet proposal-nya. Saat melamar, Brian ternyata sudah menyimpan cincin selama enam bulan sebelum akhirnya ia merasa yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melamar Joy.

Tidak lama setelah itu mereka mulai merencanakan acara pernikahan. Untuk acara pernikahannya, sejak awal Joy dan Brian menginginkan acara pernikahan yang small dan intimate. Jadi mereka mulai memilih venue yang mendukung konsep tersebut. Dalam memilih venue, mereka awalnya menyusun daftar pilihan tempat yang paling sesuai, sampai akhirnya daftar tersebut mengerucut menjadi hanya tiga pilihan, yaitu New York – US, Utah – US, dan Uluru – Australia. Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Joy dan Brian akhirnya memilih Uluru – Australia. Selain karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Indonesia, tapi juga karena Uluru merupakan salah satu tempat paling bersejarah di Australia. “Kami suka Uluru karena ternyata tidak banyak orang yang tahu mengenai tempat ini, so it’s a geography lesson for everyone, hehe..” cerita Joy.

Joy dan Brian juga memimpikan pernikahan mereka bisa menjadi acara yang meaningful dan memorable, baik untuk mereka berdua, keluarga, maupun untuk semua tamu yang hadir. Kebetulan, Joy dan Brian sama-sama menyukai sejarah, dan bagi mereka sejarah merupakan unsur penting yang bisa menjadikan acara pernikahan mereka meaningful, dan Uluru sendiri merupakan lokasi bersejarah yang ada di Australia. Uluru juga merupakan salah satu tempat yang dianggap suci di dunia, dengan warnanya langit yang gelap sehingga kita bisa melihat kecantikan jutaan bintang dengan jelas. “So instead of paying tons of money for décor, we have a billion stars above us, for free!,” kenang Joy.

Untuk acara pernikahannya sendiri, Joy mengangkat konsep natural yang tidak terlalu mewah atau berlebihan. Ia ingin mengangkat keindahan alam Uluru yang sangat cantik untuk dijadikan latar belakang acara pernikahannya. “The whole process was held outdoor, mulai dari Holy Matrimony sampai dengan After Party, there was nothing above us but the sky and the stars,” kenang Joy.

“My favorite part adalah saat kami berjalan ke reception site saat pink hour, kami berjalan turun ke lokasi makan malam yang berada in the middle of nowhere, hanya ada kami dan para tamu, jauh dari keramaian, diiringi oleh lagu Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan – Payung Teduh,” ujar Joy haru.

Sejak awal, kedua orang tua mereka juga sangat mendukung rencana Joy dan Brian untuk menyelenggarakan acara pernikahan mereka di Uluru. Kebetulan keluarga Joy sebelumnya pernah mengunjungi Uluru kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Tapi pihak keluarga Joy meminta agar mereka juga menyelenggarkan acara di Jakarta, jadi saat itu Joy dan Brian memutuskan untuk menyelenggarakan acara lamaran di Jakarta dengan perayaan yang agak besar dan mengundang kerabat dan keluarga mereka berdua. Sedangkan kedua orang tua Brian, meskipun belum pernah berkunjung ke Uluru, sangat menyetujui dan mendukung pemilihan Uluru sebagai lokasi pernikahan. Bahkan saat mengetahui tentang rencana ini, mereka langsung membuka Google untuk mencari tahu lebih banyak tentang Uluru, ada dimana dan seperti apa.

Total persiapan acara pernikahan Joy dan Brian memakan waktu sekitar empat bulan. Seperti persiapan acara pernikahan pasangan lainnya, persiapan seperti dekorasi, WO, pakaian, make-up, dan sebagainya juga dilakukan oleh Joy dan Brian, “bedanya kali ini semua harus dilakukan dari kejauhan, tapi dengan bantuan email dan teknologi, semua bisa diatasi dengan baik,” ujar Joy.

Cerita unik dan paling tidak terlupakan dari seluruh rangkaian acara pernikahan ini menurut Joy adalah saat ia menyadari bahwa Australia ternyata sangat besar, dan karena logistik di Australia masih sangat terbatas, seluruh dekorasi dan detail kecil yang harus disiapkan di venue harus dikirim dari Melbourne, karena di Northern Territory / Yulara belum tersedia. Segala sesuatu harus disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya dengan detail, agar tidak ada yang tertinggal. Hal ini juga yang menjadi tantangan terbesar bagi Joy dalam mempersiapkan acara pernikahannya. Tapi ia bersyukur karena semua bisa teratasi dengan baik.

Joy juga bercerita mengenai momen paling berkesan dari acara pernikahannya. Menurutnya momen yang tidak akan pernah ia lupakan adalah saat sang Ayah menyanyikan lagi favoritnya saat ia masih kecil dulu, “My Bonnie,” dan juga saat Brian memberikan kejutan dengan menyanyikan lagu yang berjudul “Grow Old with You” di sela-sela speech-nya.

Menggelar acara pernikahan dengan konsep Destination Wedding pasti tidak mudah, tapi jika kamu membuat perencanaan yang baik, pasti semua bisa dijalankan. Kamu juga bisa simak tips dari Joy berikut ini.

“Don’t underestimate yourself! Destination wedding punya kesulitan sendiri meski tamunya relatif lebih sedikit. Be mindful on your guests karena mereka datang jauh-jauh untuk ke acara kamu. Be a good host, let go of things that cannot be done, pick your battles. But at the same time stick to your ideals. Prioritize and keep track of time.”

 

×