Jungle-Themed Wedding of Alexandra Asmasoebrata & Diaz Baskara

By Gerha Jayamala on under The Wedding

pernikahan alexandra asmasoebrata shangri la jakarta the bride dept

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Shangri La Jakarta

Event Styling & Decor Ebimoekti

Bride's Attire Poppy Karim

Make Up Artist Irwan Riady

Photography PPF Photography

Pada akhir tahun lalu, Alexandra Asmasoebrata atau yang akrab disapa Andra, melangsungkan pernikahannya dengan Diaz. Pernikahan ini menggunakan 2 adat berbeda dalam 2 resepsi yang berbeda di satu hari yang sama. Wow! Terbayang nggak sih bagaimana sibuknya mengurus seluruh rangkaian acara pernikahannya? Yuk, simak obrolan Tim The Bride Dept dengan Andra di bawah ini.

Hi Andra, first of all, congratulations for your wedding! Pada kesempatan ini, The Bride Dept ingin tahu lebih banyak nih tentang hari pernikahan kamu. Bisa diceritain sedikit nggak, bagaimana cerita cinta kamu dan Diaz?

Thank you! Hm.. I was his junior waktu di SMA, tapi kita nggak saling kenal. Baru kenal di tahun 2009, setelah itu nggak lama kemudian kami pacaran. Kami pacaran 4 tahun hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.

And how did he propose?

Awalnya hanya pembicaraan aja sih, nggak langsung propose. Lalu kami bicara dengan orang tua masing-masing, setelah itu baru Diaz proposed langsung ke aku.

Dalam menyiapkan pernikahan ini, kamu mendapat inspirasi dari mana saja?

Inspirasi banyak datang dari majalah, blog, social media, dan juga dari teman-teman sendiri. Pihak yang membantu sangat banyak, terutama keluarga dan teman-teman dekat.

Kamu kan memakai adat di pernikahan kamu, prosesi apa saja sih yang ada dalam rangkaian acara? Ada nggak prosesi favorit atau rangkaian acara yang paling kamu suka?

Satu hari sebelum akad nikah, di masing-masing kediaman dilaksanakan pengajian dan siraman. Di rumahku dengan adat Sunda, sedangkan Diaz dengan adat Jawa. Lalu malam hari ada acara Ngeyeuk Sereuh di kediamanku yang didatangi juga oleh Diaz dan keluarga.

Untuk prosesi favorit, Ngeyeuk Sereuh kali ya. Soalnya suasana dibuat hangat dan tidak kaku. Padahal di saat seperti itu semua pihak tense-nya mungkin sudah tinggi karena lelah dan lain hal. Tetapi acara dibuat lucu jadi kita semua nggak merasa bosan dan malah tertawa-tawa.

Ketika pengajian kan Andra memakai baju berwarna peach sedangkan biasanya CPW memilih menggunakan warna putih. Nah ada alasan kenapa menggunakan peach instead of putih?

Aku mau lebih terlihat cerah pada saat pengajian, karena busana keluarga bernuansa abu-abu. Jadi aku memilih peach instead of putih, and it works that well! Yang penting sih kuncinya harus berani untuk beda sendiri dari yang lain. It’s my day so I want to be the center of attention aja pada hari itu hehehe.

Apa konsep dari dekorasi pernikahan kamu? Kamu kan pembalap, apa kamu memasukkan unsur ‘balapan’ dalam pernak-pernik pernikahan kamu?

Konsep acara pernikahan aku didominasi dengan warna hijau daun, pepohonan, dan tidak terlalu banyak bunga. Aku memilih konsep tersebut karena aku ingin pure wedding tanpa ada background balapan sama sekali, bahkan aku tidak ada foto pre-wedding dengan baju balap ataupun mobil.

Kenapa kamu membuat resepsi hingga dua kali di hari yang sama?

Kebetulan memang keluarga ku dan Diaz mengundang banyak sekali tamu undangan. Kami merasa dengan jumlah undangan sebanyak itu dan kapasitas ruangan yang ada, ruangan akan menjadi terlalu sesak dan membuat tamu tidak nyaman. Oleh karena itu kami memutuskan untuk membuat resepsi dua kali di hari yang sama.

Ada berapa orang teman kamu yang menjadi bridesmaids? Bisa ceritain nggak konsep seragam bridesmaid kamu?

Bridesmaids aku totalnya ada 22 orang. Karena aku menggunakan acara adat, jadi aku mewajibkan semuanya untuk menggunakan kebaya kutubaru dan kain wiron. Alasan lainnya adalah biar tidak ada yang salah jahit kainnya. Aku pribadi suka sekali melihat mereka berdandan kembar satu sama lain. Terlihat rapih!

Adakah cerita lucu yang terjadi saat kamu mempersiapkan pernikahan kamu?

Wah banyak sekali ya! Mulai dari hal kecil hingga hal besar. Aku mempersiapkan wedding ini kurang lebih 10 bulan. Dari awal persiapan kita sudah tahu mau mengadakan nya di mana dan sudah mendapatkan juga venue nya tapi lucunya ketika H-2 bulan justru ada wacana untuk pindah venue karena orang tua merasa venue awal tidak akan bisa mengakomodasi jumlah tamu kita yang banyak. Tapi akhirnya tidak jadi ganti venue dan akhirnya kita memutuskan untuk membuat 2 kali resepsi di tempat yang sama. Akhirnya kita harus membuat lagi baju pengantin, baju seragam keluarga hingga undangan tambahan dalam waktu yang singkat untuk resepsi kedua yang dilaksanakan pada malam harinya.

Di hari H pun terjadi hal lain yang lucu juga. Jadi kalau dikebanyakan pernikahan, biasanya kan banyak saudara yang menginap dirumah sehingga banyak yang sigap walau akhirnya membuat pengantin tidak bisa tidur nyenyak. Nah tapi yang terjadi di aku justru kebalikannya, semua keluarga dan saudara tidak menginap dirumah ku tapi di hotel dekat rumah. Jadi rumahku kosong dan hanya ada aku, mama dan papa. Alhasil, ketika paginya mau akad, tidak ada yang bangun karena terlalu nyenyak tidur! Bahkan nggak ada yang membukakan pintu untuk mas Irwan Riady yang pagi itu datang untuk mendandani ku untuk akad! Haha.

Apabila kamu mau mengubah 1 hal dari pernikahan kamu, apa yang ingin kamu ubah?

Wah banyak! Hahaha. Paling utama sih aku mau tambah vendor foto. Can’t get enough of that!

Top three vendors yang sangat kamu suka dan kamu rekomendasikan?

PPF Photography, Poppy Karim untuk kebaya, dan Irwan Riady untuk makeup. Mereka semua the best di bidang nya dan benar-benar bisa deliver apa yang aku mau!

Ada nggak tips dalam mempersiapkan pernikahan untuk pembaca The Bride Dept dari pengalaman kamu sebagai brides-to-be?

Paling terpenting menurut ku adalah untuk mengetahui berapa banyak orang yang akan kamu undang. Karena hal ini akan berpengaruh dengan keputusan memilih tempat diadakannya pernikahan. Apalagi sekarang ini banyak venue yang harus dibook dari jauh hari jadi hal inilah yang paling krusial karena akan mempengaruhi banyak hal lainnya.