Kapan Kawin? Movie: Fenomena Klasik Perempuan Masa Kini

By Gerha Jayamala on under How To

film kapan kawin movie reza rahadian adinia wirasti nikah wedding the bride dept

Funny and romantic. Mungkin dua kata tersebut cocok untuk menggambarkan film “Kapan Kawin?” yang telah diputar di bioskop sejak beberapa waktu lalu. Kalau kamu masih ingat artikel “How to Survive the Time When Your Friends are Getting Married.. and You’re Not (Yet)” di website The Bride Dept dan merasa kalau artikel tersebut ‘gue banget’, saya anjurkan kamu untuk menonton film ini. Menghibur sekali! Not to mention the flawless act of Reza Rahadian and Adinia Wirasti as a couple. Dua jempol deh pokoknya.

I’ve watched it twice, dan masih tetap smitten setiap kali menonton adegan romantis dan juga masih tertawa di setiap adegan yang lucu. Film ini sebenarnya menceritakan tentang fenomena klasik yang rumit; seorang perempuan bernama Dinda yang sudah cukup umur (read: 32 tahun), sudah sukses dalam segala aspek kehidupannya kecuali percintaan. Hal ini membuat orang tua Dinda khawatir dengan anaknya yang tidak kunjung menikah. Hingga akhirnya Dinda terpaksa membayar Satrio, seorang aktor untuk diperkenalkan dengan kedua orangtuanya sebagai pacarnya.

Dari situlah akhirnya cerita Dinda dan Satrio berkembang dengan konflik dan twist di dalamnya. Satrio, yang merupakan orang luar masuk ke dalam kehidupan keluarga Dinda, menemukan bahwa Dinda juga seperti ‘orang lain’ di dalam keluarganya sendiri. Belum lagi dengan kehadiran Nana, kakak Dinda, sebagai sosok sempurna di mata kedua orang tua Dinda. Kalau bioskop bisa ditonton seperti dvd, adegan menyentuh Satrio di film ini layak di replay berulang kali.

Seneng yang kamu kasih ke mereka, itu kayak check kosong. Kalau kamu mau kasih duit, punya duit dulu. Kalau kamu mau bikin seneng orang, kamu dulu yang seneng!

Meskipun terdengar ringan, film ini sukses menampilkan perspektif baru akan hubungan percintaan. Bagi saya, bagian paling menarik dari film ini adalah bagaimana kehadiran Satrio mengubah pandangan seorang Dinda terhadap kehidupannya. Juga bagaimana akhirnya Dinda yang hidupnya teratur dan rapi, belajar dari Satrio yang spontan tetapi punya prinsip. Tak hanya itu, film ini juga menceritakan bagaimana orang tua belajar untuk mengerti dan mendengar anaknya. Because sometimes, us as their children, need to be heard too.

Skenario dalam setiap adegan film ini dibuat santai, seperti komunikasi sehari-hari. Tapi di adegan-adegan tertentu, Satrio yang biasa bicara nyablak bisa jadi terlihat serius dan pinter banget. Semuanya pas, nggak berlebihan. Perpaduan akting Adinia Wirasti sebagai wanita karir yang awalnya terkesan rigid dengan Reza Rahadian yang tak bisa terdeskripsikan anehnya di awal film menjadi keunikan tersendiri pada film ini. Oh, and you gotta watch out for the appearance of Bendot! Pasti ketawa ngakak!

Overall, this is a recommended and high-quality romantic comedy movie. Sutradara di Indonesia kalau bisa sering-sering nih bikin film romantis tapi lucu seperti ini, pasti banyak yang ingin nonton! Tapi dengan kualitas aktor yang tinggi juga tentunya. Jadi buat kamu yang belum nonton dan penasaran akan cerita dari film “Kapan Kawin?” silakan mampir ke bioskop dan nonton film ini. Dijamin nggak akan nyesel!

Untuk kamu yang mau mendapatkan official merchandise Film Kapan Kawin? caranya gampang, hanya tinggal RT tweet kita di @thebridedept yang berisi link artikel ini. 10 orang yang beruntung akan mendapatkan official merchandise dari Film Kapan Kawin.

×