Kentalnya Adat Palembang dalam Pernikahan Indi dan Randi

By Leni Marlin on under The Wedding

Kentalnya Adat Palembang dalam Pernikahan Indi dan Randi

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Resepsi

Venue Grand Ballroom Sasana Kriya

Event Styling & Decor Azka Anggun Art

Make Up Artist Reny Liza

Bride's Attire Sanggar Liza

Catering Dwi Tunggal Citra

Wedding Entertainment Deo Entertainment

Wedding Shoes Wedding shoes by Nefrin Fadlan

Souvenir Affi Khresna Design Bureau

Others My Wedding Preparation

Meskipun harus menjalani hubungan jarak jauh, Indi dan Randi tetap berkomitmen untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Indi adalah seorang dokter muda yang berpindah-pindah kota karena tuntutan profesi, sedangkan Randi sedang sibuk dengan sekolah spesialisnya. “Untungnya, suamiku yang usianya terpaut 7 tahun diatas aku, selalu bisa menenangkan aku saat mulai panik ketika mempersiapkan acara,” kenang Indi.

Empat Acara dalam Satu Hari

Pada momen spesial ini, salah satu tantangan yang dihadapi Indi dan Randi adalah menjalani 4 acara sekaligus dalam 1 hari, yaitu pengajian, siraman, acara adat Palembang, dan akad nikah. Belum lagi karena acara diadakan pada Jumat, hari yang terbilang pendek. Hal ini disebabkan Randi yang hanya diizinkan oleh tempatnya menempuh pendidikan untuk cuti selama 3 hari. Setelah acara selesai, mereka pun langsung kembali ke Kota Solo. Alasan lain, tanggal 2 Desember adalah hari penting bagi mereka berdua dan keluarga Indi. Dua tahun yang lalu, mereka juga jadian di tanggal yang sama. Begitu pula Mama dan Papa Indi yang sekaligus merayakan hari jadi yang ke-27.

Wedding Attire

Untuk wedding attire, Indi mengenakan baju kurung Palembang berwarna silver  lengkap dengan aksesorinya. “Awalnya aku ragu apakah pakaian adat Palembang terlihat berlebihan atau tidak. Untungnya, Vienna Gallery memiliki koleksi terbaru yaitu serba silver. Warna ini menunjukkan kesan asli. Mahkota Palembang yang aku kenakan juga ternyata sangat berat. Aku sampai harus meminum obat penghilang nyeri loh,” kata Indi menceritakan pengalamannya.

Sementara itu, untuk resepsi pernikahan, Indi mengenakan pakaian Solo basahan modifikasi. Biasanya, bentuknya adalah kemben yang terbuat dari kain dodot yang kemudian digabungkan dengan selendang cinde dan jarik serta dilengkapi dengan baju beludru hitam. “Tapi, aku dan Randi menyukai warna biru sehingga kami ingin resepsi pernikahan kami bertemakan tradisional Jawa serba biru. Panjang kain yang aku kenakan 3 meter, sedangkan Randi 5 meter.”

 

Kental dengan Adat Palembang

Untuk prosesi sebelum akad nikah dan pada saat akad nikah, Indi memilih menggunakan adat Palembang. Prosesi adat pernikahan Palembang cukup banyak. Pertama, prosesi siraman setelah pengajian. Lalu ada prosesi Netak Contok. Pada acara ini, orang tua menggunting sedikit rambut Indi. Ada pula prosesi Suapan Nasi Gemuk Tunjung Tekok, yaitu suapan dari kedua orang tua dan suapan kue khas Palembang seperti srikayo, masuba, bubur buah, ungke ketan, dan dodol dari anggota keluarga.

Sementara itu, sebelum akad nikah, ada prosesi penyambutan Randi dan keluarga besarnya dengan adat Palembang. Mama Indi memberikan segelas air putih untuk Randi dan mengalungkan rangkaian bunga melati. Kemudian, orangtua Indi membalutkan kain songket ke badan Randi lalu mengajaknya berjalan menuju meja akad nikah.

Setelah akad nikah, prosesi yang dilakukan adalah upacara timbang dengan menggunakan timbangan antik khas Sumatera Selatan. Masing-masing tangan pengantin diletakkan di atas daun, lalu ditimbang mana yang lebih berat.

Kedua ibu pengantin akan mengatakan, “Sama beratnya.” Ini bermakna bahwa kedua anak menantu akan diperlakukan sama, seimbang, dan tidak berat sebelah. Selanjutnya, ada upacara adat cacap-cacapan dan suap-suapan. Pada acara ini, air dipercikkan ke kepala kedua mempelai yang bermakna memberikan restu dan doa.

Dalam acara suap-suapan, kedua pengantin disuapkan ketan kuning dan ayam panggang oleh para orang tua. Awalnya dilakukan oleh ibu pengantin pria kepada pengantin wanita, lalu ibu pengantin wanita kepada pengantin pria. Kemudian, dilanjutkan oleh orang tua lain. Terakhir adalah giliran kedua pengantin untuk saling menyuapi.

Top 3 vendors pilihan Indi adalah:

  1. Azka Anggun Art

“Terima kasih banyak untuk Mas Taufik dan team yang sudah mewujudkan dekorasi yang sesuai dengan keinginan kami. Dari awal persiapan pernikahan, kami sangat menginginkan dekorasi bertema Jawa Garden dari Azka Anggun Art. Kami memang tidak salah pilih. Dekorasi gebyok khas Jawa lengkap dengan atap khas rumah Jawa di pelaminan dan bunga-bunga yang disusun sangat indah berhasil memukau para tamu undangan.”

  1. Vienna Gallery

“Aku sangat menginginkan prosesi upacara adat Palembang yang lengkap di hari pernikahanku. Mbak Vienna dan Vienna Gallery team sangat membantu. Bukan hanya pada upacara adat, dekorasi dari serangkaian acara yang kami adakan pun dibantu oleh mereka. Venue yang sederhana disulap menjadi indah dengan hiasan khas Palembang. Pakaian adat Palembang koleksi Vienna Gallery juga berhasil menyulapku menjadi Putri Palembang dalam sehari.”

  1. Affi Khresna Design Bureau (@affikhresnabureau)

“Undangan pernikahan dan suvenir resepsi pernikahan kami didesain dan diproduksi oleh Mas Affi dan team. Sesuai tema, Mas Affi berhasil membuat desain undangan yang sangat bagus dengan tema Jawa dan warna biru lengkap dengan motif batik Wahyu Tumurun khas Jawa serta tembang Asmaradana di bagian belakang undangan. Ini adalah tembang yang melukiskan cinta (asmara) yang menyala seperti api (dahana). Selain itu, Mas Affi dan team juga mendesain dan memproduksi suvenir resepsi yang berupa notes dengan cover yang bertuliskan qoutes dalam bahasa Jawa yang berbunyi, “Urip Iku Kudu Urup”.

Bagi Indi, momen yang paling berkesan adalah saat mereka harus menjalani empat acara sekaligus dalam satu hari. Namun, berkat bantuan dan dukungan keluarga serta panitia dan vendor, acara yang padat itu dapat berjalan dengan baik.

“Aku pun sempat mengadakan dua kejutan pada hari bahagia tersebut. Pertama, ulang tahun ke-30 Randi. Aku memang belum sempat memberikan kejutan karena ia berulang tahun 4 hari sebelum akad nikah kami. Kedua, hari jadi kedua orang tuaku yang ke-27. Jadi, pada hari yang sama ada dua perayaan dan dua acara tiup lilin.”

Nah, untuk para brides to be, Indi memberikan tips sederhana, “Enjoy every moment of your preparation!”

×