Ketika Kamu Berpacaran dengan Pria yang Telah Memiliki Anak

By Rebebekka on under How To, Relationship

Gw lagi dijodohin nih sama seseorang.”

Oh ya, bagus dong. Lo suka ga sama orangnya?”

“Suka sih, tapi…”

“Tapi kenapa?”

“Dia sudah punya anak.”

Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman saya baru saja curhat tentang seseorang yang sedang dekat dengannya. Namun status pria ini sudah pernah menikah dan karena suatu hal pernikahannya berakhir. Dari pernikahannya, ia dikaruniai seorang anak laki – laki yang sekarang berumur 5 tahun dan tinggal bersamanya.

Sebenarnya untuk urusan menangani anak kecil, teman saya ini jagonya. Dia seperti magnet untuk anak kecil karena semua anak – anak suka kepadanya. Namun dia bingung bagaimana harus menghadapi pernikahan dengan anak bawaan dari calon suaminya kelak.

Seperti kita ketahui, jodoh memang rahasia Tuhan. Kita tidak tahu seperti apa jodoh kita, apakah jauh lebih tua dari kita, lebih muda, masih sama – sama single atau sudah pernah menikah. Selama niatnya baik dan kita yakin dengan pasangannya maka tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Namun kehadiran seorang anak bawaan dari pasangan kita mesti kita sikapi dengan baik, antara lain dengan :

1. Memberi Tahu Orang Tua

Hal sulit pertama yang harus kamu dan pasangan lakukan adalah memberi tahu kepada orangtua kamu mengenai kondisi ini. Yang biasanya terjadi dalam suatu pernikahan adalah orangtua menunggu datangnya seorang cucu bukan? Namun dengan menikahi pria yang telah memiliki anak, otomatis orangtua kamu langsung mendapatkan menantu plus cucu. Bicarakan baik – baik dengan orangtua sehingga mereka bisa menerimanya.

2. Tidak Berusaha Menggantikan Ibu Kandungnya

Setelah menikah dengan ayahnya, tidak serta – merta kamu akan berubah status menjadi ibu meskipun ibu pengganti. Tidak perlu terburu – buru karena sang anak harus beradaptasi dengan keadaan terlebih dahulu. Ketika sang anak sudah dekat dengan kamu, hal itu juga bukan menjadi alasan bahwa kamu akan menggantikan posisi ibu kandungnya. Ibu kandung tidak akan pernah tergantikan.

3. Menganggap Anak Itu Seperti anak Sendiri

Mendapatkan seorang anak secara langsung seperti ini adalah suatu anugerah. Bersikaplah baik kepada anak itu seperti kamu menganggapnya anak sendiri. Jika ia adalah anak perempuan yang masih kecil kamu bisa mengajaknya tidur bersama atau mengajaknya ke salon untuk seru – seruan! Anak laki – laki memang tantangannya akan lebih besar namun kamu pasti bisa menemukan cara untuk mendekatinya.

4. Jaga Hubungan Baik dengan Ibu Sang Anak

Dalam mengasuh sang anak, bekerja sama dengan ibu sang anak akan sangat dibutuhkan . Karena dia yang mengandung dan merawat anak tersebut maka tentu dia yang tahu mengenai riwayat sang anak. Tanyakan kepadanya apa saja alergi sang anak, makanan kesukaannya atau hobinya. Komunikasi yang baik tentu akan membuat si anak juga senang karena kedua ibunya akrab mengasuh dirinya.

5. Bicarakan Nama Panggilan

Kalau sudah menikah dengan papanya, tidak enak juga ya kalau kamu masih saja terus dipanggil tante oleh si anak. Bicarakan dengan si anak, kamu inginnya dipanggil apa. Jangan sama seperti panggilan ibu kandungnya ya agar dia tidak bingung. Panggilan – panggilan untuk ibu jaman sekarang banyak yang lucu – lucu loh brides. Ada Ibun, Inung, Nyanya, Bubu, Bubun, Mamam, Mimo, dan lainnya. Cocok untuk mama muda seperti kamu!

Ingat ya, kehadiran seorang anak akan selalu dianggap sebagai berkah termasuk dalam pernikahan seperti ini. Selanjutnya tinggal bagaimana kamu menyikapinya.