Ketika Orang Tua Selalu Bertanya Soal “Kapan Menikah?”

By Rebebekka on under How To, Relationship

Mana sih pacar kamu? Kenapa malam minggu di rumah aja?”

Eh tau ga anak temen mama itu anaknya baru saja dilamar loh sama pacarnya”

“Gimana kamu bisa dapet jodoh, kalau bergaulnya sama genk kamu itu terus, coba deh cari teman di luar sana biar cepet ketemu jodohnya!”

Ada yang familiar gak dengan pertanyaan dan pernyataan seperti ini, yang terkadang dengan nada intimidatif ditujukan kepada kita, hehehe. Kata – kata itu biasa diucapkan oleh orangtua kita khususnya ibu kita sendiri ya. Saya juga mengalaminya dulu dan saya tidak sendirian. Teman – teman saya yang lainnya pun mengalami hal yang sama. Didesak oleh orangtua urusan pernikahan.

Urusan begini memang pelik ya. Namun bagaimanapun juga kita harus paham kekhawatiran dari orangtua kita ini. Keresahan mereka wajar saja dan tinggal bagaimana kalian bisa menjawab atau mengalihkan setiap kali orangtua menyinggung masalah ini. The Bride Dept berbagi tips bagaimana agar orangtua tidak terus – terusan mendesak masalah pernikahan disaat waktu yang memang kalian rasa belum tepat.

1. Beritahukan Prioritas

Ceritakan dan tunjukan dengan jelas kepada orangtua kamu apa yang menjadi prioritas bagi kamu saat ini. Entah itu sekolah, pekerjaan atau bisnis yang sedang kamu jalani. Katakan baik – baik bahwa kamu bukannya ingin mengabaikan masalah jodoh dan asmara, namun kamu sedang ada prioritas yang lain sementara ini.

2. Jangan Keras

Memang terkadang “teror” untuk hal yang satu ini bisa menjadi sangat menyebalkan apalagi jika dilakukan terus menerus. Namun sekali lagi kamu harus pahami bagaimana kekhawatiran orangtua kamu sehingga jangan pernah menjawabnya dengan ketus atau marah.

3. Memohon Untuk Sabar

Jawab dengan lembut setiap pertanyaan dari orangtua kamu. Tidak perlu berkelit jika saat ini kamu memang sedang tidak punya pacar. Mintalah kepada orangtua untuk sabar dan tidak memburu kamu terus menerus.

4. Minta Bala Bantuan

Jika permohonan kamu tidak diindahkan dan orangtua masih saja meneror kamu, ada baiknya kamu minta bala bantuan dari kakak atau adik untuk “membela” kamu. Kamu juga bisa meminta kepada tante kamu untuk bicara dengan orangtua kamu agar lebih sabar menunggu hadirnya sang menantu.

5. Balas Dengan Curhatan

Salah satu cara agar orangtua paham dengan situasi kamu saat ini tidak lain adalah dengan curhat kepada mereka. Jujur dan terbuka saja dengan mereka mengenai kondisi kamu.

6. Minta Didoakan

Doa dari orangtua untuk anaknya sangat besar kuasanya. Ketika mereka resah karena kamu belum juga menikah, maka mintalah kepada mereka untuk mendoakan agar kamu segera bertemu dengan jodoh kamu.

Tipikal orangtua memang berbeda – beda. Ada yang santai saja menghadapi kondisi anaknya yang belum menikah, ada juga yang sepertinya khawatir berlebihan. Kita sebagai anak hanya perlu jujur dan menenangkan hati mereka. Semangat ya brides!

×