Ketika Pasangan Terlalu Cuek Selama Persiapan Pernikahan

By arinda.p on under How To, Relationship

Artikel ini sebenarnya terinspirasi dari percakapanku dengan teman yang mau menikah bulan Agustus ini. Dia mengeluh,“Duh, cowok gue tuh cuek banget! Nggak mau tahu sama sekali tentang perencanaan pernikahan ini. Gue kan jadi worried, kalau belum menikah saja sudah cuek, gimana nanti kalau sudah menikah? Gimana ya biar dia lebih peduli sama persiapan ini?” To be honest, hal itu juga yang terjadi padaku ketika mempersiapkan pernikahan 8 bulan yang lalu. Suamiku bisa dibilang lebih parah, dia bahkan ngga tahu siapa wedding organizer-nya sampai 2 minggu sebelum pernikahan! Gila kan? Haha.  Mungkin, aku bukan termasuk calon pengantin beruntung yang pasangannya terlibat di setiap stage wedding planning mereka. Nah, berdasarkan pengalaman itu, aku ingin berbagi cerita apa saja yang bisa kita lakukan untuk menghadapi lelaki cuek seperti itu!

1. Calm down

Kebanyakan para perempuan yang sudah menjadi bridezilla, emosinya akan meluap-luap ketika menghadapi calon suami seperti ini. Banyak temanku yang akhirnya berantem hebat karena dia nggak bisa menahan rasa lagi untuk tidak meledak ketika harus menghadapi kenyataan bahwa calon suaminya cuek pada masalah ini. Memang sih rasanya kesal banget mendengar kalimat “Terserah kamu saja deh, aku ikut saja!” Tapi kamu harus bersifat tenang karena apabila kamu emosi, maka calon suami bisa menyangka bahwa kamu tidak rasional dan bisa-bisa dia yang menjadi bete dengan kamu. Ingat lho, kebanyakan dari kaum lelaki memang tidak memiliki angan-angan tentang pernikahan ala fairytale, seperti para perempuan.

2. Communicate and negotiate

Okay, it is time to communicate and negotiate! Sangatlah penting untuk selalu berkomunikasi kepada pasangan kamu apa yang mengganjal di hati kamu mengenai sikap dia. Jangan disimpan sendiri dan malah berpikiran yang tidak-tidak. Remember, no drama, brides!  Jangan  mengambil kesimpulan sendiri bahwa dia akan selalu cuek dalam kehidupan setelah pernikahan dan menjadi paranoid. Not until you talk to him.

Setelah saling mengutarakan isi hati masing-masing, maka ajaklah dia untuk bernegosiasi. Bagaimanapun juga, ini pernikahan dia juga, jadi lebih baik jika dia juga bisa berpartisipasi. Ada beberapa hal yang bisa kamu minta untuk dia lakukan agar lebih bisa berpartisipasi:

  • Menjadi “supir” untuk meeting dengan vendor – Lumayan kan daripada kamu kemana-mana menyetir sendiri?
  • Being in charge of the honeymoon planning – Ini hal yang sering aku dengar dari pengalaman teman-temanku. Menurut mereka, okelah persiapan pernikahan akan lebih banyak di-handle oleh CPW, tapi soal honeymoon, CPP lah yang harus mengerjakannya. Menurutku juga ini win-win solution sih. Selain lebih fun dikerjakan untuk para lelaki, kita juga tidak perlu pusing lagi memikirkan honeymoon planning.

3. See the bright side

Ya, kalau sudah negosiasi dia masih cuek juga, cara terakhir adalah lihatlah saja hal positif dari kecuekan dia ini. Sejujurnya, ini dulu yang aku lakukan. Aku menganggap kecuekan calon suami ku ini sebagai kebebasan untuk mewujudkan pernikahan impianku hehe. Bukannya apa-apa, aku memang tahu kalau dia tipe nya tidak begitu peduli dengan pesta pernikahan, jadi mau marah-marah juga percuma, cuma menambah kerutan di wajah hehe.

Adakah salah satu dari kamu yang mengalami permasalahan serupa? Yuk sharing di comment section di bawah ini!

×