Kisah Cinta Sedari SMA: Lamaran Gita dan Alan

Style Guide

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Cinta selama SMA adalah cerita cinta yang nggak pernah ada habisnya. Meskipun telah menjalin hubungan sepanjang perjalanan SMAnya, mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 dan putus di awal perkuliahan, Alan dan Gita kembali dipertemukan kembali, bahkan dengan cerita yang berbeda dan lebih matang.

Setelah lulus SMA, keduanya memutuskan untuk berpisah dan menjalin hubungan yang baru dengan pasangan masing-masing. Namun karena udah kepincut sama Gita, Alan yang udah punya pacar masih mencuri-curi waktu untuk menghubungi Gita atau mencari tau kabarnya lewat kerabat mereka. Gita yang juga sedang menjalin hubungan dengan orang lain nggak menggubris godaan Alan, malah ia anggap hubungannya sama Alan udah selesai sampai di situ.

Setelah 8 tahun berlalu, mereka dipertemukan kembali. Saat itu pula posisinya mereka berdua sama-sama sendiri. Pastinya, hati Alan yang udah kepincut sama Gita ngeliat ini sebagai peluang besar-besaran untuk kembali bersama. Nggak sedikit usaha yang Alan udah lakuin yang akhirnya bikin Gita luluh juga.

“Apa lagi yang harus aku cari, setelah bertahun-tahun putus, dia bukan ngajak aku balikan, tapi ngajak aku nikah. Jodoh nggak sih?” cerita Gita.

Momen ini nggak hanya dimanfaatin Alan untuk buru-buru balikan sama Gita dan hanya sebagai pelarian, tapi ternyata niatnya menunggu bertahun-tahun ini memang sudah didasari dengan niat serius. Pasalnya, suatu hari Alan yang berprofesi sebagai pilot ini mengajak Gita untuk menemani terbang di daerah Curug dengan alasan agar Gita tahu pekerjaan calon suaminya.

Awalnya, Gita senang banget karena mendapatkan pengalaman terbaru dan melihat pemandangan dari pesawat yang dikemudikan oleh kekasihnya. Tetapi lama kelamaan, Gita merasa mual dan pusing karena ia belum terbiasa terbang dengan pesawat tersebut. Alan pun landing sebentar, tetapi tak lama kemudian, ia kembali terbang dengan kecepatan tinggi. Ternyata Alan melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan, tetapi ia sudah menyiapkan sesuatu yang sangat spesial untuk Gita.

‘‘Pas take off aku liat keluar jendela dan lihat banyak payung putih bertuliskan, ‘Will you marry me?’’’

Masih belum tersadar dari kagetnya, Alan langsung memanfaatkan momen itu dengan ngasih cincin dan melamar Gita.

Seturunnya mereka dari pesawat, Gita kembali dikejutkan dengan kedatangan teman-teman terdekatnya. Ternyata, payung-payung yang ia lihat dari atas itu dipegang oleh teman-teman dekatnya sendiri. Alan nggak lupa bawa paket kelengkapan untuk Gita.

Karena mereka berkenalan sudah cukup lama dan kurang lebihnya udah paham satu sama lain, keduanya hanya memerlukan waktu kurang lebih 1,5 bulan untuk mempersiapkan acara lamaran ini sampai semuanya terselenggara dengan lancar. Untuk acara lamaran ini, Gita dan Alan memilih tema rustic romantic dengan unsur kayu dan bunga yang bewarna pink, ungu, dan putih. Kesuksesan acara ini juga dibantu oleh teman-temannya Gita, salah satunya adalah dessert table dengan dekorasi bingkai foto.

Selain menjadi hari bahagia untuk selangkah lebih maju dalam hubungannya dengan Gita, hari lamarannya tersebut menjadi lebih berkesan untuk Alan karena diadakan satu hari setelah hari ulang tahunnya.

Top 3 vendor

1. Casakhasa Garden Bistro

‘Tempat indoor maupun outdoornya bagus banget. Makanannya enak-enak, managemennya cekatan dan ramah.’

2. Elssy atau Elgen Décor

‘Aku suka banget sama dekornya. Timnya baik dan ramah, harganya juga bersahabat’

3. Costes Potrait
‘Timnya baik dan ramah banget, sangat membantu. Nggak heran kalau hasilnya memuaskan.’

Tips untuk brides to be.

Jalanin aja. Jangan dibuat stress. Pilih vendor terbaik yang sesuai dengan budget. Jangan takut keluarin ide untuk dekor dan yang lainnya. Kalau bisa DIY, coba aja. Hasil buatan sendiri kadang lebih memuaskan dibandingkan liat hasil orang lain. Rencanain acara lamaranmu sesuai dengan impianmu. Yang terpenting, have fun, enjoy your once-in-a-life moment.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *