Kisah Lamaran Romantis Pasangan yang Dilamar di Gunung Fuji, Jepang

By NSCHY on under The Engagement

Mount-Fuji Engaged Couple Engagement with Blue and Navy Color

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Nicca

Photography Lumilo Photo

Make Up Artist Cinta Prastika

Bride's Attire Mepayas by Mai

Seserahan Seserahan Indonesia

Jodoh memang tidak kemana, dan akan datang dari manapun asalnya, bagaimanapun caranya.

Saat itu, Ayu sedang magang di tempat yang tidak jauh dari kantor sang mama. Karena lokasinya berdekatan, Ayu pun sering ke kantor sang mama untuk pulang bersama. Kebetulan, saat itu, Kevin sedang magang di tempat kerja mamanya Ayu, dan di situlah mereka jadi sering bertemu.

“Kita mulai pacaran di awal tahun 2017 silam, dan dari awal, entah kenapa kita langsung sama-sama merasa bahwa kita memang ditakdirkan untuk satu sama lain, inshaAllah. Kebetulan, ternyata papa Kevin juga merupakan teman lama mamaku. Alhamdulillah, semua urusan selalu dipermudah dan dilancarkan setiap kali kita bersama.” cerita Ayu.

Di tahun baru 2018 silam, Kevin dan keluarganya mengajak Ayu untuk berlibur bersama ke tempat yang sama-sama belum pernah mereka kunjungi, yaitu Jepang. Di momen tahun baru tersebut, Kevin melamar Ayu, tepatnya di Gunung Fuji.

“Kevin melamarku saat hubungan kita belum sampai satu tahun. Yang membuatnya lebih spesial lagi adalah karena Kevin merupakan orang yang cuek, tapi dia selalu bisa mengejutkanku dengan hal-hal romantis yang ia lakukan, salah satunya cara melamarku ini.”

Ya, meskipun cuek, namun Kevin sudah merencanakan momen ini dari jauh-jauh hari, dengan meminta bantuan sang mama papa, serta sudah meminta izin kepada orang tua Ayu, jauh sebelum mereka pergi ke Jepang, tanpa pengetahuan Ayu.

Untuk acara lamaran, kurang lebih mereka mengadakan prosesi yang sama pada umumnya, mulai dari penyambutan keluarga, penyerahan seserahan, tukar cincin sampai perkenalan keluarga.

“Acara lamaran kita ini lebih intim dan santai. Bedanya, kita tidak pakai juru bicara, namun papaku dan papanya Kevin yang langsung berbicara.”

Meskipun direncanakan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 2 minggu, namun karena bantuan seluruh anggota keluarga, semua persiapan dapat terlaksana, dan hari H pun dapat berjalan dengan lancar, “aku dan Kevin pilih warna navy dan blue untuk color theme-nya, karena itu warna favorit Kevin,” cerita Ayu.

Top 3 vendor:

1. @niccatelier

“ Sejak pertama kali melihat style-nya, aku sangat suka. Aku langsung menghubungi Mba Meskhi dan langsung merasa cocok. Orangnya ramah, dan yang terpenting, dia langsung paham apa yang aku inginkan. Hasilnya pun melebihi ekspektasiku. She is my savior!”

2. @maimepayas.id

“Untuk busana, aku ingin sesuatu yang beda dan tidak terlalu formal, akhirnya aku memilih untuk mengenakan dress. Aku langsung jatuh cinta dengan dress ini saat aku lihat di Instagram: cantik dan elegan, bisa custom juga di beberapa bagian sesuai keinginanku.”

3. @lumilophoto

Photo editing-nya sesuai dengan seleraku, dan fast response!”

Tips untuk brides to be:

“Pilih vendor jangan hanya berdasarkan portfolionya yang bagus saja, namun juga yang cocok dan enak diajak diskusi, menurut aku ini penting, karena kalau dari awal sudah merasa tidak cocok sama orangnya, hal tersebut akan mempengaruhi komunikasi kita dengan mereka, dan akan mempengaruhi hasilnya nanti. Lalu, komunikasikan juga semuanya dengan pasangan; apa yang mengganggu, apa yang kamu inginkan, dan yang lainnya. Jangan dipendam sendiri dan jadi stress dan merusak mood. Yang terpenting, harus tetap senang dan menikmati setiap momennya agar terpancar di aura kita. Banyak berdoa juga ya untuk kelancaran!”