Koko & Lulu: Lamaran Hangat Dengan Tema Kekeluargaan

Style Guide

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Cinta terhalang jarak rumah? Begitulah yang dialami Lulu dan Koko saat mereka masih remaja. Awalnya ketika SMA, mereka dikenalkan oleh salah satu teman mereka. Sejak perkenalan itu, mereka jadi sering berkomunikasi dan saling tertarik. Namun mengingat jarak rumah mereka yang cukup jauh, mereka sama-sama menyimpan rasa itu.

“Maklum waktu itu masih SMA penghalang jarak rumah saja dipikirin banget, hehehe. Singkatnya pada saat aku semester dua di perkuliahan, Koko menghubungi aku kembali. Kami berkomunikasi cukup intens lagi, tapi perasaan sudah tidak seperti waktu SMA dulu, hahaha. Kami hanya berkomunikasi melalui BBM, saling menjodohkan dengan teman masing-masing malah dan akhirnya kok kita yang jadi saling taksir lagi. Dari situ aku mulai menyadari memang kalau yang namanya jodoh tidak akan kemana, hahaha,” kenang Lulu bahagia.

Akhirnya di bulan Maret 2016 Lulu dan Koko mulai menjalani hubungan dengan niat yang lebih jauh. Dua bulan berjalan, Koko mengutarakan niatnya ingin menikah di tahun 2017. Bermula dari situ segala persiapan direncanakan. Koko memberanikan diri secara langsung memohon ijin kepada Ayah Lulu dan disusul dengan pertemuan keluarga inti mereka berdua.

Di acara lamaran ini, Lulu ingin menciptakan suasana yang hangat dan  kekeluargaan. “Karena singkatnya awal kedekatan aku dengan Koko, membuat aku belum begitu banyak mengenal dengan seluruh keluarga besarnya. Untuk itu aku ingin suasananya kekeluargaan dan tidak kaku. Mengetahui keluarga Koko dan keluargaku sama-sama menyukai karaoke, maka ayahku dibantu dengan teman-temannya yang merupakan vendor soundsystem meminjamkan mini band untuk acara lamaranku. Awalnya aku merasa takut terlalu heboh, tetapi Alhamdulillah karena bantuan mini band ini suasana menjadi cair dan semua menyanyi dan berjoged bersama,” cerita Lulu.

Untuk mempercantik ruangan, Lulu memesan paper flower backdrop yang ia pesan dari @_teamflower dengan nuansa gold dan putih yang ditempel di papan kayu dengan pinggiran daun-daun.

Menutup cerita, Lulu memberikan sedikit tips untuk para brides to be yang akan mengadakan acara lamaran, “disini aku ingin bercerita bahwa semua rencana itu pasti dapat saja berubah. Begitupun dengan acara lamaran aku. Rencana awal akan diadakan tanggal 10 Desember 2016, terpaksa harus mundur karena satu dan lainnya. Waktu itu aku sempat panik karena semua vendor sudah oke untuk tanggal 10 Desember. Tips dari aku jika kalian mengalami hal yang sama seperti aku, kalian harus segera cepat berpikir dan jangan panik kelamaan, hahaha. Kita kan punya teman yang banyak, jadi tidak ada salahnya bertanya dengan mereka yang sudah lebih dulu pernah mengadakan lamaran. Walaupun sempat mengganti vendor foto, tapi semuanya berjalan lancar,” pesan Lulu.

Top 3 vendor favorit Lulu :

1. Catering Tuty

“Sudah langganan dengan keluarga aku, dan karena sudah seperti keluarga sendiri jadi untuk berkomunikasi dan menyesuaikan dengan keinginan aku tidak sulit dan tidak sungkan.”

2. Delucce

“Vendor foto yang satu ini aku pertama kali tahu dari temanku. Sebelumnya Delucce sudah pernah bekerja sama untuk acara temanku. Delucce sangat membantu untuk acara lamaran aku. Karena acara lamaranku sempat mundur jadi vendor foto pertama aku tidak bisa dan untungnya Delucce ini mau membantu di last minute dekat hari H.”

3. Lawralovefaith

“Dari awal aku memang ingin sekali bisa dirias sama Mba Lawra, dan yang terpenting lagi adalah karena hari lamaran aku yang dimundurin jadi sempat khawatir kalau Mba Lawra tidak bisa. Untungnya Mba Lawra bisa ngerti dan dapat menyesuaikan dengan tanggal yang aku mau. Datang tepat waktu dan tidak pelit soal info-info makeup juga yang buat aku jadi makin suka sama Mba Lawra ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *