Kombinasi Cantik Pernikahan Adat Jawa dan Minang di PUSDAI Bandung

By Ikke Dwi A on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Pusdai Bandung

Event Styling & Decor Rafafi Decoration

Photography Beeas Photography

Bride's Attire Kabaya Ambu

Make Up Artist Kiranafary

Catering Zulfa Catering

Wedding Reception

Bride's Attire Anji Asmara

Wedding Organizer Mazaya WO

Pernikahan adat Jawa yang digabung dengan adat Minang? Hal ini mungkin tidak biasa dan bisa ditebak apa yang terjadi pada hari bahagia tersebut! Yup, perpaduan dua budaya yang sama-sama indah dan memiliki makna tersendiri.

Meet Cintya dan Yoga. Calon pengantin yang harus menyiapkan hari pernikahannya dari luar daerah. Dan tentunya mampu melewati semua rintangan di masa persiapan pernikahannya.

Masa Persiapan Pernikahan Jarak Jauh

Cintya dan Yoga, keduanya sama-sama bekerja di luar pulau Jawa dan baru bisa dua bulan sekali berkunjung ke Bandung, tempat melangsungkan pernikahannya. Waktu efektif yang dimiliki keduanya pun hanya enam bulan.

“Enam bulan itu terlalu mepet namun kami cukup beruntung karena bisa mendapatkan semua vendor yang kami inginkan,” ucap Cintya yang mengaku tantangan terbesar di masa persiapan pernikahan ini yaitu jarak jauh serta sama-sama mobile.

Sulit sekali bagi Cintya dan Yoga untuk meluangkan waktu mencari dan survey vendor di Bandung. Namun dengan kecanggihan teknologi sekarang ini sangat membantu Cintya dan Yoga menemukan vendor pilihannya. Triknya, Cintya dan Yoga mencari vendor melalui Instagram dan melihat-lihat hasil karya terbaru mereka. Selanjutnya sang ibunda yang berada di Bandung akan men-survey langsung ke vendor yang dimaksut Cintya dan Yoga. Tantangan lainnya adalah kurangnya pengalaman, mengingat Cintya anak sulung sehingga belum tau vendor apa saja yang bagus.

“Karena itulah banyak waktu kami terbuang untuk survey banyak vendor-vendor baik via online maupun secara langsung. Akhirnya kami pun menggunakan jasa WO sehingga selama persiapan kami didampingi, kami juga bisa bertanya kepada mereka yang lebih berpengalaman mengurus pernikahan,” ungkap Cintya.

Prosesi Adat Jawa dan Minang Di Hari Pernikahan Cintya & Yoga

Dimulai pada H-1 saat kedua calon pengantin melakukan pengajian siraman di kediaman masing-masing. Acara siraman ini menggunakan adat Jawa dan dipersingkat demi kenyamanan para tamu serta keluarga. Untuk acara midodareni ataupun malam bainai sengaja tidak dilangsungkan agar sang calon pengantin bisa beristirahat.

Keesokan harinya, Akad dilangsungkan pada bada Ashar. Setelah Akad dilanjutkan dengan prosesi adat panggih, balangan, wiji dadi, ngunjuk toya wening, binayang sindur, timbang bobot, tanem, kacar kucur, gulangan, besan mertuwi, ngrasuk kalpulka rukmi, hingga sungkeman. Prosesi ini terlihat panjang namun berlangsung hanya dalam satu jam dikarenakan keterbatasan waktu.

Selain itu, sang pengantin wanita pun harus memasang suntiang yang memakan waktu sampai 1,5 jam. Setelah itu acara pun dilanjutkan dengan resepsi yang menggunakan adat Minang. Sang pengantin diiringi musik alat tradisional Minang saat memasuki venue lalu dijemput penari sampai akhirnya memberikan tarian persembahan, tari piring.

Pengalaman Unik Menggunakan Suntiang

Ada pengalaman unik saat Cintya menggunakan suntiang untuk pertama kalinya. Berat, tentu saja, terlebih Cintya memilih suntiang yang asli atau suntiang yang ditusuk satu-satu.

“Aku bahkan tidak berani menggerak-gerakkan kepalaku karena aku takut kepalaku tidak seimbang terbawa beban suntiang. Namun semua berat suntiang itu seperti hilang begitu aja ketika mulai prosesi kirab,” kisah Cintya.

Walaupun penata rias berpesan untuk menghindari cipika-cipiki dengan tamu karena takut kepala tidak seimbang. Namun saking excited-nya, Cintya melupakan pesan tersebut dan untungnya tidak terjadi hal aneh di hari pernikahannya. Barulah setelah acara berakhir mulai terasa efek “cenut-cenut” di bagian leher akibat berat suntiang.

“Intinya sih kalo kitanya happy, berat suntiang itu nggak akan kerasa sebenernya hehe,” ungkap Cintya. “Satu hal lucu yang aku ingat saat sedang dipasang suntiang, periasku bilang, kalau suntiang itu memang dibikin berat agar pengantinnya kapok untuk menikah lagi. Dan benar saja setelah merasakan efek 3 jam berdiri dengan suntiang terpasang dikepalaku, kayaknya aku kapok deh untuk menikah lagi,” lanjut Cintya.

Dekorasi Pernikahan yang Cantik

Cintya menyukai dekorasi yang penuh dengan dedaunan dalam gedung karena bisa membuat suasana terlihat adem dan segar. Untuk itu elemen dedaunan diperbanyak di venue pernikahannya. Sedangkan untuk bunga, Cintya yang memilih biru sebagai tema pernikahannya meminta vendor dekor untuk menambahkan warna soft dan sentuhan bunga warna biru.

Sentuhan dekorasi Minang pun hadir di venue ini, di mana terdapat beberapa gantungan dasi-dasi padang di beberapa spot. Dan untuk pelamaninan dipilih nuansa silver dengan sentuhan biru pada bunganya. Tidak lupa hadir juga elemen-elemen khas Minang di samping pelaminan seperti rumah-rumahan Minang, carano Minang, dan di bagian atasnya digantungkan dasi-dasi minang.

The Wedding Dress

Cintya memang merencanakan nuansa pernikahan yang tidak terlalu tradisional sehingga memilih kebaya dibandingkan baju kurung. Dan setelah mencoba menggabungkan banyak warna akhirnya pilihan jatuh pada warna navy blue dan silver.

“Karena acara resepsi diadakan malam hari, aku rasa warna ini akan bagus sekali karena akan tampak elegan. Sebelum aku memutuskan gabungan warna ini aku juga sempat menanyakan pendapat Mba Anggi, designer kebayaku, dan dia juga setuju kalau gabungan warna tersebut akan menjadi warna yang cantik. Sementara untuk modelnya, aku memilih model yang simple saja dengan bagian belakang sedikit panjang menjuntai,” ungkap Cintya.

Highlight of The Wedding Day

Seluruh rangkaian acara menjadi highlight pernikahan bagi Cintya dan Yoga. Namun yang paling berkesan menurut Cintya adalah saat acara sungkeman setelah pengajian di H-1. Cintya di moment itu tidak bisa menahan tangis saat sungkem meminta maaf pada orangtuanya. Bahkan sang ibunda, ayah serta adiknya pun menangis haru. Moment itu menjadi pertama kalinya untuk semua keluarga Cintya menangis bersama.

Top 3 Vendors Pilihan Cintya

1. Kiranafary Make Up

Suka sekali dengan hasil make up nya Mba Kirana sesuai dengan yang aku harapkan, soft dan polesannya halus. Selain itu juga Mba Kirana orangnya ramah dan banyak cerita. Selama mendadaniku, Mba Kirana juga selalu coba menenangkan aku agar tidak nervous.

2. Anggi Asmara

Suka sekali dengan kebaya buatan Mba Anggi. Walaupun hanya sempat beberapa kali bertemu secara langsung dan kebanyakan ngobrol via whatsapp, kebayanya sesuai dengan yang aku bayangkan, dari warna hingga semua detail payetannya.

3. Zulfa Catering

Banyak sekali yang kasih feedback positif tentang makanan yang enak seusai pernikahan. Zulfa catering juga memiliki pilihan makanan yang banyak banget dan tidak biasa, sehingga tamu tidak bosan disuguhi makanan yang itu-itu saja setiap pergi ke nikahan. Selain itu yang menurutku paling penting adalah mereka sangat memperhatikan kebersihan.

Tips Cintya Bagi Pembaca The Bride Dept dalam Mempersiapkan Hari Pernikahannya

Tips untuk bride-to-be, jangan takut untuk berdisuksi kepada vendor seluruh detail yang kamu harapkan untuk hari pernikahanmu even untuk hal-hal kecil sekalipun. Kadang mungkin kita takut dibilang terlalu cerewet sama vendor, takut nggak disukai, atau even takut dikira bridezilla sehingga kita tidak menyampaikan semua detail yang kita inginkan, tapi ternyata di hari –H tidak sesuai keinginan kita.

Tapi percaya deh, justru kita akan merasa lebih kecewa lagi kalau di hari penting kita ada yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan karena kita tidak menyampaikan keinginan kita secara detail. Jangan takut untuk sedikit “bawel”. Karena kalo kamu mengutarakannya dengan cara yang baik pasti vendor dengan senang hati kok mendengarkan dan mewujudkan keinginan kamu.

Tapi perlu diingat juga ya brides, kalo di hari-H ada yang tidak sesuai dengan harapanmu, jangan terlalu diambil pusing atau merasa kecewa berat. Karena intinya dari hari pentingmu itu bukan dekorasi, makanan, baju, atau riasanmu yang akan cuman berjalan selama kurang lebih 3 jam. Tapi inti dari acara itu adalah hari dimana kamu memulai hidup baru dengan orang yang kamu sayangi.