Konsep Mix and Match pada Lamaran Delsi dan Omar

By Leni Marlin on under The Engagement

Konsep Mix and Match pada Lamaran Delsi dan Omar

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Bride's Attire Fia Kebaya

Event Styling & Decor Classy Tent Decoration

Photography Fotologue

Videography Fotologue

Make Up Artist Make Up by Cintantya

Hair Do Boimlauw

Delsi dan Omar adalah pasangan pemalu. Namun, jodoh akhirnya mempertemukan keduanya. Simak kisah romantis lamaran berkonsep mix and match Delsi berikut ini.

Never thought that I would be engaged this year. Awal tahun ini, aku nggak punya pacar, bahkan dengan Omar pun belum kenal. We met each other on January 21st, 2017 at my cousin’s wedding. Omar adalah sahabat sepupuku. Back to around Oct 2016, sepupuku pernah bilang mau ngenalin aku dengan temannya, tapi nggak ada kelanjutan sampai akhirnya dikenalin di nikahannya. Pas acara after party, Omar sempet say hi ke aku, dan itu bikin aku deg-degan selama seminggu,” ujar Delsi memulai kisahnya.

Setelah momen perkenalan itu, pada hari selanjutnya, Delsi follow Omar di Instagram. Tidak berapa lama kemudian, Omar melakukan hal yang sama. Namun, hingga Februari, tidak terjadi apa-apa. “Hingga sepupuku ngajak aku dan Omar ketemuan. Saat itulah ia minta nomor handphone-ku dan chat. Ia bilang, dari kemarin pengen chat, tapi nggak enak kalau nggak minta sendiri.”

He never did the ‘Will you marry me’ proposal. It’s just sometimes kalau lagi ngobrol, dia tiba-tiba ngomong ‘Deci, nikah yuk’. One day, pada bulan Juli, kami iseng ke wedding expo. As we went home, we made a deal, kalau aku udah tau kapan boleh menikah, Omar baru akan izin ke orangtuaku. Saat itu, aku masih koas. Besoknya, aku ditanya orangtua, bagaimana pamerannya. Tiba-tiba, mereka langsung bilang ‘Ya, udah tahun depan aja kamu nikah’! I didn’t even ask anything, tiba-tiba mereka sendiri yang ngomong. Seminggu kemudian, Omar izin untuk menikah ke orangtuaku.”

Delsi mengaku, salah satu tanda bahwa he’s the one adalah karena ia bisa menemukan ‘another me’ dalam diri Omar. Ia juga bisa menjadi pacar, teman, dan abang.

Persiapan Lamaran

Pada acara lamaran tersebut, Delsi tidak menerapkan tema yang spesifik. Ini justru merupakan hasil daydreaming-nya selama ini tentang “my engagement day”. Untuk itu, Delsi hanya menerapkan mix and match dari ide dan inspirasi yang ia dapatkan.

Delsi tidak menggunakan jasa EO untuk persiapan lamaran karena ia memiliki dua kakak perempuan yang sudah menikah. Mereka berdualah yang membantu mengurus acara ini. “They were so helpful! Aku mendapatkan banyak masukan dari pengalaman mereka sendiri.”

Selain itu, Delsi juga mendapatkan banyak nasihat penting dari kedua kakaknya. Ia diminta untuk lebih sabar dan jangan sampai stres sendiri. Mereka juga menyarankan Delsi untuk bergerak dengan cepat supaya persiapan bisa santai dan tidak terburu-buru atau keteteran karena mepet. “Begitu ada tanggal lamaran, mereka pun langsung membantu mencari dan booking vendor. Untungnya, aku mempersiapkan lamaran sekitar 3-4 bulan sebelumnya.”

Kebaya yang dikenakan Delsi pada acara lamaran terlihat cantik sekali. Ia memang sejak dahulu membayangkan akan mengenakan kebaya berwarna dusty pink. Menurutnya, warna tersebut sweet banget.

“Aku cuma bilang ke penjahitku kalau aku mau model leher seperti itu (model akar-akar) dan ada peplum supaya terlihat semakin manis. Lalu, jadilah kebayaku dan I fell in love at the first time I tried it! Just like what I’ve imagined. Payetnya dibikin sama temen Mamahku dan sengaja tidak full supaya tetap sederhana karena acara diadakan pada siang hari di rumah dan hanya dihadiri keluarga dan teman dekat.”

“Aku juga suka banget perpaduan warna bajuku, tunanganku, dan keluarga inti yang berwarna-warni. Nggak ada dresscode tertentu untuk tamu because I love colorful.”

Selain itu, Delsi merasa sangat puas dengan makeup-nya. Ia mengaku, banyak tamu yang hadir memuji penampilannya. “Dari awal aku pengen sama MUA pas aku wisuda yaitu Cintan. Tapi, dia lagi koas dan nggak bisa membantu di tanggal lamaranku. Jadi, aku cari MUA lain. Setelah dapat, aku bayar DP, eh tiba-tiba sebulan kemudian Cintan bilang kalau dia bisa. Galau banget. Tapi, akhirnya aku hangusin DP supaya nggak menyesal dan tetap milih MUA pilihan pertama untuk acara sekali seumur hidup ini,” kata Delsi.

Top 3 vendor rekomendasi Delsi adalah:

  1. Fotologue Photography

“Fotologue berhasil membuat foto-fotoku dan Omar terlihat bagus dan romantis padahal kami orangnya kaku dan nggak bisa foto romantis. Hasil fotonya tidak terlihat kalau kami awkward pas sedang foto. They captured every moment and every little detail on my engagement. Itu penting buatku untuk jadi kenangan. Kerjanya pun cepat sekali, preview beberapa foto udah dikirim via email malamnya. Besoknya, semua raw photos udah dikirim dalam flashdisk. Thank you, Mas Dimas and team!”

2. Classy Tent Decoration

“Mbak Rana bisa membuat backdrop dengan hanging flowers seperti yang aku request. Padahal, kami membahas backdrop cuma via chat Whatsapp dan kirim-kirim foto. Sempat takut failed, but turned out it was prettier than what I was imagined. Dekor tendanya pun juga cantik sekali.”

3. Al’s Catering

Service-nya bagus sekali! Karena pesan makanan stall, bukan prasmanan, jadi aku minta di beberapa stall ada orang dari Al’s yang jaga. Ternyata, di hari-H semua stall ada yang jaga. Piring-piring dan gelas kotor langsung diangkat. Aku juga suka banget karena mereka menambah dekor untuk meja catering-nya. Plus, semua orang bilang makanannya enak-enak banget.”

Momen yang paling berkesan bagi Delsi adalah saat Omar dan sepupunya bercerita awal mula keduanya perkenalan keduanya. Sang sepupu juga ngebocorin jika Delsi dan Omar dahulu sama-sama pemalu sampai keduanya bingung harus ngobrolin apa. “Pada momen itu, aku merasa if it’s meant to be, it will be. Walaupun kami berdua pemalu saat belum lama kenal, tapi kalau memang jodohnya, ya nggak akan kemana,” ujar Delsi bijak.

Bagi para brides to be, Delsi memberikan tips berikut, “Harus bener-bener jaga kesehatan. Jangan lupa berkomunikasi langsung dengan orangtua pasangan supaya nggak ada miskomunikasi. Banyak sabar juga penting apalagi kalau banyak kepala yang ikut andil dalam persiapan lamaran kamu. Tidak ada salahnya juga menerima masukan yang mungkin tadinya merupakan hal-hal yang tidak terpikirkan. Last but not least, jangan lupa untuk tetap having fun! Jangan terlalu dibikin pusing supaya kamu nggak stres dan jadi bride-zilla.”