Lamaran Adat Jawa dan Palembang ala Atya dan Reza

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Event Styling & Decor Mandala Decoration

Photography Greenlight Photography

Kebaya Gati Kebaya

Make Up Artist Iie Rianti

Hair Do Maulana Latief

Wedding Organizer United WO

“Dulu perusahaan tempat aku bekerja itu adalah client dari perusahaan tempat Rezayudha bekerja,” kisah Atya mengenai awal pertemuan mereka. Kala itu, Reza dan Atya sedang berada di kedai kopi yang sama di area kantor Atya.

“Kebetulan ketika dia sedang menunggu coffee dia di pick up area, aku juga lagi berada disana dan kebetulan kita pesan kopi yang sama.” Ketika itu Reza yang tak sengaja melihat ID tag perusahaan Atya, spontan menanyakan tentang hal tersebut. Akhirnya mereka pun mengobrol dan tak selang berapa lama, Reza menemukan Path Atya. “Dari situ dia message aku lewat Path, ngobrol dan minta nomor Whatsapp-ku.”

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Reza melihat Atya. Reza menceritakan bahwa ia pernah melihat foto Atya dari CV. Saat itu, pekerjaan Reza mengharuskan dia melakukan background screening untuk setiap CV yang dilayangkan ke perusahaan. “Dia sudah tertarik sama aku ketika dia lihat fotoku itu, dan ternyata kita malah ketemu secara ngga sengaja di coffee shop,” kenang Atya.

Dan dari situlah awal kisah manis Reza dan Atya.

Selama dua bulan masa pendekatan, Reza memberi surprise ulang tahun kepada Atya dengan bantuan adik dan teman-teman Atya dan mereka pun saling mengutarakan perasaan satu sama lain.

 Atya mengenang momen saat Reza melamarnya: “The best day of my life!”

Ia masih ingat betul saat Reza mengajaknya untuk pergi ke acara Valentine’s Day dinner bersama sahabat-sahabatnya.

“Waktu itu aku berpikir agak aneh juga teman-temannya mau merayakan Valentine’s Day rame-rame, tapi ya karena Reza orangnya juga ngga suka bohong, jadi aku percaya-percaya aja.”

Sesampainya disana, Atya pun dikejutkan dengan meja yang dihias bunga-bunga putih dan lilin cantik. Selain itu ada tulisan nama mereka berdua di meja. Kejutan lain datang dari waiter yang membawakan bunga matahari untuk diberikan ke Atya.

Reza pun mengucapkan kata-kata yang mengharukan. “Dia bilang bahwa selama dia pacaran sama aku, dia menemukan sosok yang tidak pernah dia temuin sebelumnya dan dia merasa bahwa aku adalah seseorang yang selama ini dia cari.”

Lalu Reza pun mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Ia membuka kotak putih yang berisi cincin dan bertanya kepada Atya, “Bey, Will You Marry Me?” Tentu saja Atyla mengiyakan pertanyaan Reza! 

4 bulan persiapan lamaran

Selama 4 bulan persiapan, Reza dan Atya dihadapkan pada kerumitan acara lamaran mereka. Atya bersyukur karena orangtuanya sangat pengertian. Menurutnya, adat Palembang memiliki prosesi yang cukup panjang sedangkan keluarga Reza yang berasal dari Jawa tidak menyukai hal-hal yang terlalu ribet.

“Orang tuaku setuju untuk kita hanya mengenakan baju batik dan kebaya saja,” kenang Atya yang mengusulkan untuk tidak memakai baju kurung serta hiasan adat di kepala. Acara Mutus Kato yang semestinya dilakukan setelah lamaran pun dilaksanakan di hari yang sama agar tidak terlalu memakan waktu.

Modern dan tradisional – ketika adat Palembang bertemu adat Jawa

Atya pun menjelaskan lebih detail tentang prosesi lamaran mereka hari itu. “Tepak Sirih itu saat kedua wakil dari keluarga saling bertukar dan mencicipi sirih. Sedangkan Mutus Kato adalah saat dimana juru bicara menyampaikan tanggal dan lokasi pernikahan.”

Lalu ada prosesi sujud dimana kedua calon mempelai harus mencium tangan anggota keluarga besar mereka yang lebih tua sekaligus memohon doa restu. Acara lamaran Reza dan Atya memang menggunakan adat Palembang namun mereka tetap memakai pakaian adat masing-masing.

Reza yang berasal dari Jawa pun menggunakan tenun Jawa sedangkan Atya yang berasal dari Palembang mengenakan model kutubaru dan batik. Begitu juga keluarga besar kedua mempelai yang mengusung ciri khas adat masing-masing.

Dekorasi yang Elegan dan Tak Terlupakan!

Dekorasi acara lamaran Reza dan Atya didominasi oleh warna kuning dan gold. Selain itu, ada beberapa hiasan berwarna hijau dan putih yang fresh. “Aku pikir warna putih adalah warna yang sangat cantik sebagai penetral warna kuning dan hijau,” jelas Atya

Untuk dekor bunga, ia pun meminta florist untuk menggunakan mawar dan hydrangea. “Bunga mawar memberikan kesan feminine, sedangkan bunga Hydrangea merupakan salah satu bunga favoritku.”

Hiasan ukiran pada backdrop pun atas inisiatif Atya yang menginginkan unsur Palembang. “Warna soft gold adalah warna yang aku pilih untuk backdrop.” Hasilnya, kesan mewah dan ‘Palembang’ yang cukup kental.

Model kebaya simple dan elegan sesuai impian Atya

“Dari dulu, aku memang bercita-cita mengenakan busana berwarna kuning di acara lamaranku,” kata Atya yang menyukai warna kuning.

Ia pun berburu kain berbahan French lace ke toko Bindusamtani yang memiliki banyak koleksi kain dengan beragam corak.

Pilihan Atya jatuh kepada Gati Kebaya untuk membuat gaun impiannya. “Swarovski memberikan kesan elegant dan aplikasi bunga 3d memberikan kesan feminine.” Kebaya Atya pun menawan berhiaskan Swarovski silver dengan detail bunga-bunga yang menimbulkan kesan artistic.

Momen berkesan bagi Rezayudha dan Atya saat lamaran

Ketika Papaku memberikan pertanyaan kepada Reza mengenai keseriusannya untuk melamarku,” kenang Atya yang menceritakan bagaimana Rezayudha menjawab dengan tegas dan mantap. Acara sujud juga menjadi momen berharga bagi mereka berdua karena penting bagi Reza dan Atya untuk meminta doa restu dari keluarga besar.

Top 3 vendor favorit Rezayudha dan Atya

1. United Wedding Organizer

“Pada saat H-1 acara lamaranku ada beberapa miscomm antara aku dan vendor sehingga keinginan aku untuk acara lamaranku hampir tidak terpenuhi,” kenang Atya. Tapi untungnya, Mba Anne dari United dapat memberikan solusi untuk itu dengan cepat.

2. Gati Kebaya

“Susah sekali mencari warna bunga yang cocok dengan warna kebayaku,” jelas Atya yang ingin aplikasi bunga 3D untuk gaun lamarannya. Ia pun terharu karena Tante Oga dari Gati Kebaya berhasil menemukan dan bahkan rela menunggu penjahit sampai malam agar dapat memasang aksesoris tepat waktu. “Banyak sekali yang memuji kebayaku,” jawab Atya puas.

3. Iie Rianti

“Wajahku agak tricky jika di makeup,” Atya menerangkan bagaimana Mba Iie bisa memulas make up yang sesuai dengan wajahnya. Hasilnya, banyak pujian yang ditujukan ke wajah cantik Atya hari itu.

 

Tips dari Atya buat para brides-to-be yang sedang mempersiapkan lamaran

“Adakan setidaknya satu kali technical meeting dengan seluruh vendor dan keluarga.” Ini adalah tips Atya agar lamaran berjalan dengan baik dan teroganisir.

“Pikirkan konsep acara lamaran dengan matang,” jawab Atya. Karena acara lamaran adalah prosesi penting sebelum menuju ke jenjang selanjutnya, ada baiknya dua keluarga saling bertemu Rundown acara juga dibicarakan sampai detail mulai dari busana, dekorasi dan lainnya.

Selain itu, Atya juga menegaskan pentingnya komunikasi dengan vendor dan semua penyedia jasa. Calon mempelai juga harus teliti dalam kerjasamanya. Atya menyarankan untuk kliping gambar-gambar inspirasi yang disukai mulai dari model rambut hingga contoh makeup supaya memudahkan vendor dalam mewujudkan impian kamu.